Berita  

Tembus Rp 434 Juta! Kekuatan QRIS Lazismu di Jalan Sehat Semarang untuk Bencana Sumatera

Tembus Rp 434 Juta! Kekuatan QRIS Lazismu di Jalan Sehat Semarang untuk Bencana Sumatera
(Gambar: muhammadiyahsemarangkota.org)

SEMARANG – Sebanyak 20 relawan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Semarang tampak bergerak bak ombak kecil di antara barisan massa. Lembaga ini merupakan sebuah lembaga filantropi Muhammadiyah.

Keriuhan massa sekitar 20 ribu manusia memecah udara Ahad (21/12/2025) pagi. Di antara keramaian tersebut, terselip sebuah pemandangan yang tak biasa.

Ada tangan-tangan lincah relawan yang membelah lautan putih peserta bukan untuk membagikan brosur. Mereka mengangkat tinggi-tinggi papan QRIS berwarna oranye mencolok sebagai sarana donasi online bencana.

Papan itu adalah “jembatan langit” yang menghubungkan keringat sehat warga Semarang dengan air mata penyintas di tanah Sumatera.

Hanya dengan satu bunyi ‘bip’ pindaian ponsel di tengah barisan, langkah kaki yang bugar berubah menjadi pelukan hangat bagi kemanusiaan melalui donasi bencana Sumatera.

Pasukan Penjemput Kebaikan

Satu tangan mereka mendekap erat kotak donasi kaca yang berkilau terpapar matahari, mulai penuh sesak oleh lembaran rupiah, Sementara, tangan lainnya memastikan kode digital untuk donasi online bencana siap dipindai.

Strategi “menjemput bola” ini menciptakan harmoni unik; para peserta tak perlu memutus ritme langkahnya atau keluar dari barisan untuk berbagi.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Fachrur Rozi, menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini adalah wujud nyata transparansi.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi aksi nyata. Kami memfasilitasi para peserta untuk menyalurkan donasi bencana Sumatera secara praktis karena saat ini saudara kita di berbagai wilayah sedang membutuhkan uluran tangan,” tegasnya di hadapan massa yang memadati Balai Kota.

Angka kedermawanan spontan di lokasi pun berhasil menyentuh Rp27 juta, melengkapi total dana fantastis Rp434 juta yang telah dihimpun sejak awal Desember.

lazismu
(Gambar: suaramuhammadiyah.id)

Strategi Tiga Tahap Respons Donasi Bencana Sumatera

Manajer Lazismu Kota Semarang, Thomi Setiawan, menekankan bahwa metode non-tunai ini adalah kunci akuntabilitas.

“Masyarakat cukup memindai kode QRIS yang dibawa relawan. Ini upaya kami mempercepat penyaluran bantuan agar lebih efisien,” jelasnya.

Thomi memaparkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) yang telah menyalurkan bantuan Rp7,5 miliar untuk 14.381 penyintas melalui berbagai layanan dasar.

Komitmen kemanusiaan ini pun dirancang dengan napas panjang melalui tiga fase strategis yang terukur. Muhammadiyah akan terus mengawal pemulihan mulai dari Fase Tanggap Darurat yang berakhir pada awal Januari 2026, kemudian berlanjut ke Fase Transisi Pemulihan selama bulan Januari hingga Februari.

Puncaknya pada Fase Rehabilitasi serta Rekonstruksi yang dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2026 mendatang.

Kesinambungan program ini memberikan harapan bagi warga seperti Tutik, seorang perempuan paruh baya asal Ngaliyan, yang menyisihkan sebagian rezekinya lewat pindaian ponsel di sela perayaan.

Baginya, berinfak adalah cara meregangkan beban saudara di seberang pulau meski ia merasa nilainya tidak seberapa.

“Walaupun tidak seberapa, saya coba melakukan sedikit kebajikan. Mungkin kalau dibandingkan penderitaan warganya saya tidak ada seujung kuku, tapi saya melakukan sebisa saya,” ungkapnya tulus dengan mata berkaca-kaca menatap relawan.

Langkah cepat para relawan dan kedermawanan warga seperti Tutik menjadi jembatan hidup bagi kemanusiaan.

Di bawah terik matahari pagi, peluh yang menetes dari para relawan dan senyum tulus para donatur membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer tak sanggup memutus kepedulian warga Semarang untuk terus mengawal Update Bencana Sumatera hingga tuntas.

Baca juga: Fenomena Utang Ekologis Negara Maju Jadi Penyebab Krisis Iklim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *