Jatengkita.id – Tren aura farming Pacu Jalur yang beberapa waktu kemarin viral secara global hingga kini masih santer menjadi pembicaraan. Bahkan olahraga populer seperti sepak bola dan F1 juga menampilkan atletnya sedang mengikuti tren tersebut.
Video viral yang diunggah di media sosial tersebut menampilkan seorang anak kecil menari energik dan santai di atas perahu yang sedang berlomba. Tampilannya necis dengan baju adat dan kacamata hitam. Gerakannya yang sangat entertain menjadi pelengkap hiburan dan mengundang tawa.
Namun, momen tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah perlombaan bernama Pacu Jalur. Kompetisi ini merupakan lomba mendayung perahu tradisional di Sungai Kuantan, Riau. Dulunya, perahu panjang tradisional tersebut disebut “jalur”.
Alat ini digunakan sebagai transportasi untuk mengangkat hasil bumi dengan rute menyusuri Sungai Batang Kuantan, dari Hulu Kuantan hingga Cereti. Melansir dari Good News from Indonesia, seratus tahun setelah abad ke-17, lahirlah tradisi adu cepat jalur untuk merayakan ulangtahun Ratu Wilhelmina.
Perayaan tersebut diadakan setiap tanggal 31 Agustus. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, perayaan untuk Ratu Belanda tersebut ditidakan, namun tradisi adu cepat jalur tetap dilestarikan. Tradisi ini kemudian menjadi bagian wajib dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dan hari besar Islam.
Baca juga: Jenang Abang dalam Tradisi Jawa: Simbol Tolak Bala
Komposisi Tim Pacu Jalur
Keberadaan seorang anak yang menari di bagian depan perahu bukan tanpa sebab. Unsur ini memang menjadi salah satu bagian penting dalam Pacu Jalur. Ada empat komposisi dalam Pacu Jalur.
- Anak Pacu
Terdiri atas 40-50 orang. Mereka menjadi bagian utama yang mendayung perahu. - Anak Onjai
Bertugas menjaga keseimbangan dan berdiri di belakang perahu sambil mengatur irama. - Anak Jaga
Bertugas menjaga ketepatan jalur selama memacu perahu. - Anak Coki
Anak-anak yang berdiri di depan perahu sambil menari. Ia bertugas memacu semangat seluruh tim dan membawa aura keberuntungan.

Gerakan Togak Luan
Tren aura farming pacu Jalur berawal dari gerakan togak luan, yaitu bocah penari pacu. Aksinya bukan sembarang gerakan untuk menghibur. Masing-masing memiliki makna tersendiri yang menjadi isyarat bagi pendayung dan penonton.
- Duduk
Posisi jalur seimbang dengan lawan. Meskipun terkesan santai, namun tetap waspada. - Berdiri sambil menghadap tim
Anak Coki memberikan semangat kepada tim. - Berdiri membelakangi tim
Artinya, haluan jalur dan timnya sedang unggul dari tim lawan. - Terjun ke air
Penari yang terjun ke air dimaksudkan untuk mengurangi beban perahu, sehingga bisa kembali memacu jalur untuk menyusul lawan. - Sujud
Artinya, tim memenangkan perlombaan. Sujud dimaknai sebagai bentuk rasa syukur.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

nah yang gini gini keren nih