3 Museum Sejarah Islam Jawa Tengah, Wisata Religi Edukatif

3 Museum Sejarah Islam Jawa Tengah, Wisata Religi Edukatif
(Gambar : museum.co.id)

Jatengkita.id – Museum sejarah Islam menjadi salah satu penanda tentang masuk dan berkembangnya Islam di Jawa Tengah. Sekitar abad ke-15 masehi, Islam masuk ke Jawa Tengah yang dipelopori oleh Wali Songo dan berkembang pesat.

Kerajaan Demak yang berdiri menjelang akhir abad ke-15 diyakini menjadi pusat berkembangnya kebudayaan Islam di Jawa Tengah. Kerajaan ini berdiri setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit Hindu. 

Perkembagan Islam di Jawa Tengah memiliki sejarah yang panjang dan penting untuk ditelusuri jejak perkembangannya. Adanya museum sejarah Islam di Jawa Tengah menjadi destinasti religi dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

  1. Museum Islam Nusantara Lasem
(Gambar : RMOL Jateng)

Destinasi ini berlokasi di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Lokasinya strategis karena berada di tengah kota, tepatnya kompleks Masjid Jami’ Lasem, sebelah barat Alun-Alun Lasem.

Tujuan utama didirikannya museum ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang perjalanan Islam di Nusantara.

Salah satu keunikan museum ini adalah bentuk bangunannya yang menyerupai Rumah Gadang yang dipadukan dengan rumah adat khas Jawa di kawasan Pecinan. Bangunan museum terdiri atas tiga lantai, di mana lantai pertama berisi arsip dan benda-benda bersejarah.

Kemudian, lantai dua berisi rangkaian sejarah lengkap dengan figur-figur penting seperti Wali Songo hingga sosok Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dan di lantai ketiga terdapat ornamen kaligrafi Al-Qur’an 30 juz yang dipahat di kayu jati, baik secara manual maupun menggunakan mesin.

Ada pula biografi ulama legendaris di Lasem, yakni Mbah Sambu atau Sayyid Abdurrahman yang wafat pada 1671 Masehi dan Mbah Bisri atau KH Bisri Mustofa. Mbah Bisri atau yang juga dijuluki singa podium ini disebut sebagai sosok yang berperan sebagai budayawan, politisi, mubaligh, ulama, dan penulis.

Ada juga artefak kuno perabot rumah tangga seperti tembikar, teko, dan beberapa manuskrip kuno aksara Arab yang diduga peninggalan Mbah Sambu. Museum ini menyimpan sejarah Islam yang unik karena Lasem merupakan kota asal para tokoh besar Islam di Indonesia.

Lasem menjadi salah satu kota pelabuhan tua, yang pernah menjadi titik temu para pedagang, ulama, dan budaya dari berbagai belahan dunia.

Adanya museum sejarah islam di Rembang menjadi bukti jejak perkembangan agama Islam. Selain itu juga penanda akulturasi budaya di Jawa Tengah serta saksi perjalanan sejarah Islam di Indonesia.

Baca juga : 4 Kuliner Khas Ramadan Semarang yang Unik dan Autentik

  1. Museum Masjid Agung Demak
(Gambar : Dinas Pariwisata Demak)

Selain sebagai tempat beribadah dan berziarah, Masjid Agung Demak menjadi salah satu destinasi wisata religi Jateng yang banyak di kunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Museum ini berada di sebelah utara serambi Masjid Agung Demak.

Lokasinya strategis karena terletak di pusat kota dengan Alun-Alun Simpang 6 Demak. Masjid ini memiliki sebuah museum yang menyimpan peninggalan para wali dan kerajaan Islam di masa lalu yang sangat penting.

Museum ini diresmikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Islam dan memberikan edukasi bagi masyarakat. Ada berbagai koleksi bersejarah terkait Masjid Agung Demak, termasuk benda-benda peninggalan Wali Songo yang masih tertata dengan rapi dan sangat terawat.

Setiap artefak yang dipamerkan di museum ini mengandung makna mendalam dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan dan kemurnian ajaran agama.

Yang paling menyita atensi dari peninggalan Wali Songo ialah bagian-bagian dari saka guru atau tiang utama penyangga bangunan yang asli. Salah satu saka guru tersebut merupakan buatan Sunan Kalijaga.

Saka guru yang disimpan dalam kotak kaca berjumlah empat tiang berbahan kayu jati. Tiga di antaranya berukuran setinggi tujuh meter. Masing-masing saka guru disusun oleh empat anggota Wali Songo yaitu Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga dengan saka tatalnya.

Tak hanya itu saja, keunikan lainnya yang akan membuat pengunjung semakin tertarik yaitu Pintu Bledeg. Bangunan ini dulunya menjadi pintu utama Masjid Agung Demak.

Ada beberapa benda lainnya yang memiliki nilai sejarah tak kalah penting, seperti Umpak (pondasi), Al-Qur’an tulisan Sunan Bonang, Gentong Kong (untuk minum) di depan serambi pada masa kesultanan, Kentongan, Bedug Jaman Belanda dan Bedug Karya Sunan Kalijaga (Abad 15).

Berpindah ke bagian depan masjid, pengunjung akan mendapati makam di kawasan kompleknya, di antaranya terdapat makam raja pertama Demak yaitu Raden Patah.

Museum Masjid Agung Demak ini didirikan dengan tujuan melestarikan peninggalan bersejarah terkait dengan Kesultanan Demak dan peran Masjid Agung Demak dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Tujuan pendirian museum ini adalah untuk mengajarkan tentang sejarah penyebaran Islam yang indah serta penuh dengan toleransi di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. 

  1. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah
museum sejarah islam
(Gambar : UNNES)

Salah satu destinasi religi yang mengedukasi adalah Museum Sejarah Perkembangan Islam. Tempat ini berada di lantai 2 dan 3 Menara Al Husna komplek Masjid Agung Jawa Tengah. Menara yang dibangun pada tahun 2004 tersebut kini telah menjadi destinasi edukasi bagi pelajar dan wisatawan.

Museum ini menampilkan koleksi-koleksi peninggalan sejarah masa Islam dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Di lantai dua, ada koleksi keramik dan sutera. Bagian ini memberikan penjelasan bagaimana agama Islam bisa masuk dan berkembang di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sementara lantai tiga pada museum ini, memberikan penjelasan bagaimana perjalanan Masjid Agung Semarang dibangun.

Bagian ini menampilkan koleksi yang menunjukkan hubungan pesantren dengan nasionalisme pada masa kolonial Belanda. Di sini, terdapat senjata yang digunakan para ulama saat menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah.

Potongan surat ayat suci Al-Qur’an menjadi bagian dari beberapa koleksi yang dimiliki museum ini. Selain itu, masih ada koleksi bersejarah lainnya. Ada artefak kapal dagang, Iluminasi Al-Qur’an, Wayang Golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, dan Ornamen Dua Sisi.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *