Jatengkita.id – Semarang memiliki beragam kuliner khas Ramadan yang ikonik dan hanya muncul saat bulan Ramadan. Beberapa diantaranya adalah Coro Santan, Ketan Biru, Roti Ganjel Rel, serta Petis Bumbon.
Hidangan-hidangan ini tidak hanya menggugah selera dengan cita rasanya yang khas, tetapi juga mengandung nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
- Coro Santan : Perpaduan Manis dan Gurih

Coro Santan merupakan salah satu jajanan tradisional yang terkenal dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang begitu menggoda selera. Kudapan khas ini dibuat dari kombinasi beberapa bahan utama seperti gandum, tepung beras, telur, gula, serta ragi.
Semua bahan tersebut kemudian dipadukan dengan siraman santan kental untuk memperkaya cita rasa. Teksturnya yang lembut berpadu dengan aroma khas santan menjadikan Coro Santan sebagai sajian yang sangat cocok untuk disantap saat berbuka puasa.
Selain rasanya yang nikmat, jajanan ini juga cukup terjangkau. Biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 7.000 perporsi.
Kehadirannya tidak hanya mencerminkan kesederhanaan dalam kuliner tradisional, tetapi juga memberikan kenikmatan yang sempurna untuk mengembalikan energi setelah menjalani ibadah puasa sepanjang hari
- Ketan Biru : Kudapan Unik dengan Warna Alami

Ketan Biru adalah makanan berbahan dasar ketan yang diberi warna biru alami dari bunga telang. Warna birunya yang mencolok membuat jajanan ini terlihat menarik dan berbeda dari ketan ketan pada umumnya.
Ketan Biru biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Ketan Biru memiliki cita rasa khas yang berasal dari perpaduan sempurna antara gurihnya kelapa parut dan manisnya gula merah.
Kombinasi kedua bahan tersebut menciptakan harmoni rasa yang begitu lezat dan menggugah selera. Makanan tradisional ini sering dijajakan bersama Coro Santan di berbagai pasar Ramadan di Semarang. Salah satunya di kawasan Masjid Agung Kauman, yang menjadi pusat keramaian saat bulan suci tiba.
Keistimewaan Ketan Biru tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada nilai tradisionalnya. Proses pembuatannya telah diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat setempat. Hal itu menjadikannya salah satu ikon kuliner khas Ramadan yang tetap lestari hingga kini.
Baca juga : Meriahnya Tradisi Dugderan Awali Ramadan
- Roti Ganjel Rel : Legenda Kuliner Semarang

Roti Ganjel Rel adalah roti khas Semarang yang memiliki tekstur padat dan rasa rempah seperti kayu manis dan gula aren. Nama “ganjel rel” berasal dari bentuknya yang menyerupai bantalan rel kereta api. Roti ini disajikan sebagai teman minum teh atau kopi saat berbuka puasa.
Meskipun memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan dengan roti modern yang lembut, Roti Ganjel Rel tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Daya tarik utama roti ini terletak pada cita rasanya yang autentik serta nilai historis yang melekat di dalamnya.
Kehadirannya selalu dinantikan terutama saat perayaan Dugderan yang diadakan menjelang bulan Ramadan. Pada momen ini, Roti Ganjel Rel menjadi salah satu kuliner khas yang banyak diburu, terutama oleh mereka yang ingin mengenang kembali cita rasa tradisional khas Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
- Petis Bumbon : Hidangan Gurih Beraroma Kuat

Petis Bumbon merupakan salah satu sajian khas yang selalu hadir saat bulan Ramadan di Semarang. Hidangan ini dikenal dengan cita rasanya yang gurih, berpadu dengan sedikit sensasi pedas yang semakin menggugah selera.
Petis Bumbon terdiri atas telur rebus yang kemudian disiram dengan kuah petis berwarna coklat pekat. Kuah ini dibuat dari perpaduan petis ikan banyar dengan berbagai bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, serai, daun salam, serta santan, yang memberikan rasa khas yang begitu lezat.
Biasanya, Petis Bumbon disantap bersama lontong atau nasi yang menjadikannya pilihan menu berbuka puasa yang mengenyangkan. Kehangatan cita rasa rempah yang melimpah membuat hidangan ini begitu disukai oleh masyarakat Semarang dan menjadi salah satu kuliner yang selalu dicari selama bulan Ramadan.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!







seumur hidup di Semarang jadi anak rantau, jujurly baru denger kuliner ini haha
namanya unik semua
Sepertinya menarik