Jatengkita.id – Selain gangguan pendengaran atau kondisi tongue tie, keterlambatan berbicara atau speech delay pada anak juga bisa disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan orang tua tanpa disadari.
Agar masalah ini bisa dihindari, sangat penting bagi orang tua untuk mengenali dan menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Disini akan mengulas berbagai kesalahan umum yang mungkin dilakukan orang tua.
Selain itu juga memberikan panduan praktis untuk mendukung perkembangan bicara yang optimal pada anak.
Speech delay merujuk pada kondisi di mana anak tidak mencapai perkembangan bahasa sesuai dengan usianya. Misalnya, jika anak berusia 16 bulan tetapi belum dapat mengucapkan kata-kata yang berarti, atau pada usia 24 bulan belum bisa menyusun kalimat sederhana dan memiliki kosakata kurang dari 50 kata, hal ini bisa menjadi indikasi adanya keterlambatan berbicara.
Penting untuk mengidentifikasi dan menangani masalah ini sejak dini agar anak dapat mencapai tonggak perkembangan bahasa dengan baik dan mendukung kemampuan komunikasi mereka di masa depan.
Beragam Faktor Penyebab Keterlambatan Bicara pada Anak
Speech delay pada anak tidak selalu disebabkan oleh kesalahan orang tua. Ada berbagai faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, antara lain adalah sebagai berikut.
- Tongue Tie
Tongue tie (ankyloglossia) adalah kondisi di mana frenulum, jaringan yang menghubungkan lidah ke dasar mulut, terlalu pendek atau tebal, membatasi gerakan lidah. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam berbicara, menyusu, dan makan.
Gejala :
- Kesulitan berbicara (Anak mungkin sulit membentuk kata-kata tertentu)
- Kesulitan Menyusu (Bayi mungkin kesulitan menyusu secara efektif)
- Masalah Makan (Anak yang lebih besar mungkin sulit mengunyah atau menelan)
- Kesehatan Mulut (Bisa menyebabkan gangguan pada posisi gigi atau kebersihan mulut).
Penanganannya dengan melakukan obeservasi dan pemotongan frenulum. Observasi Untuk kasus ringan, mungkin hanya perlu pemantauan. Pemotongan frenulum, prosedur bedah sederhana untuk memotong frenulum jika mengganggu fungsi mulut anak.
- Gangguan Neurologis atau Kesehatan
Kondisi seperti gangguan spektrum autisme, cerebral palsy, gangguan intelektual, atau cedera kepala juga dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak.
Penanganan melibatkan terapi wicara, terapi fisik atau okupasi, serta intervensi pendidikan dan psikologis. Konsultasikan dengan spesialis jika ada dugaan gangguan neurologis pada anak.
- Apraksia
Gangguan ini mengakibatkan kesulitan dalam melakukan gerakan mulut yang tepat saat berbicara. Apraksia disebabkan oleh masalah koordinasi otot dan sistem saraf yang mempengaruhi kemampuan anak dalam mengatur dan melakukan gerakan bicara.
Penanganan apraksia mencakup terapi wicara yang berfokus pada latihan untuk memperbaiki koordinasi dan kejelasan bicara menggunakan teknik khusus. Selain itu, latihan motorik diterapkan untuk meningkatkan kontrol otot dan perencanaan gerakan.
Terkadang, pendekatan multidisiplin juga diperlukan, melibatkan kerja sama dengan profesional lain seperti ahli neurologi jika diperlukan.
- Kehilangan Pendengaran
Anak yang mengalami gangguan pendengaran atau tuli mungkin tidak dapat mendengar dengan jelas, yang menghambat kemampuan mereka untuk belajar dan meniru ucapan. Penanganan kehilangan pendengaran melibatkan penggunaan alat bantu dengar untuk memperkuat suara, implan koklea untuk merangsang saraf pendengaran pada kasus kehilangan pendengaran sensorineural parah, serta terapi wicara dan bahasa untuk mendukung perkembangan bahasa.
Dalam beberapa kasus, bahasa isyarat juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi tambahan atau utama.
Selain itu, keterlambatan berbicara juga dapat dipicu oleh kurangnya stimulasi. Untuk mendukung anak belajar berkomunikasi, penting peran orang tua, saudara, atau pengasuh sebagai teman berbicara.
Anak juga memerlukan sosok yang dapat dijadikan teladan dalam berkomunikasi untuk meniru dan belajar dengan lebih baik.
Baca juga : Hati-Hati! Ini 6 Dampak Kekerasan Pada Anak
Kesalahan Orang Tua yang dapat Menghambat Perkembangan Bicara Anak
Berikut adalah kesalahan orang tua yang dapat menyebabkan keterlambatan berbicara pada anak. Mengingat betapa pentingnya stimulasi, seringkali orang tua tidak menyadari sikap dan perilaku yang keliru yang dapat berdampak pada perkembangan bicara anak.

Berikut beberapa contoh sikap dan tindakan yang salah tersebut.
- Kurangnya Keterlibatan dalam Berbicara
Untuk mengurangi risiko keterlambatan bicara pada anak, penting bagi orang tua untuk aktif mengajak anak berbicara. Dengan sering berbicara kepada Si Kecil, ia akan mempelajari kosakata baru dan dapat meniru cara orang tua mengucapkannya.
Cobalah berdiskusi mengenai hal-hal sederhana, seperti menanyakan makanan yang diinginkan untuk sarapan, memberi nama pada mainan, atau memberikan perintah sederhana.
- Menggunakan Bahasa yang Tidak Jelas atau Bahasa Bayi
Saat berkomunikasi dengan anak, usahakan berbicara dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Hindari penggunaan bahasa bayi atau kata-kata yang tidak jelas, karena hal ini dapat menghambat anak dalam belajar kata dan kalimat yang memiliki makna dan cara pengucapan yang benar.
- Berbicara Terlalu Cepat
Jika Anda berbicara terlalu cepat dengan anak, anak mungkin mengalami kesulitan dalam memahami dan menirukan kata-kata. Anak memerlukan waktu ekstra untuk memproses dan memahami ucapan Anda, jadi berbicaralah dengan perlahan dan artikulasi yang jelas.
- Memperkenalkan Gadget Terlalu Dini
Meski gadget dapat memberikan manfaat dalam perkembangan anak, memperkenalkannya terlalu awal dapat berdampak negatif, termasuk keterlambatan bicara. Anak yang terlalu banyak menonton gadget mungkin tidak terlibat dalam komunikasi dua arah yang penting untuk perkembangan bahasa.
Sebaiknya, perkenalan gadget dilakukan setelah anak berusia lebih dari 18 bulan, dengan waktu terbatas.
- Menggunakan Campuran Bahasa
Memperkenalkan bahasa asing bersama dengan bahasa ibu dapat bermanfaat, tetapi sebaiknya perkenalan dilakukan satu per satu dan hindari campuran bahasa yang tidak konsisten. Campuran bahasa dapat membuat anak bingung dan menghambat kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara jelas.
- Kurangnya Membacakan Buku Cerita
Membacakan buku cerita kepada anak secara rutin dapat meningkatkan kosakata, keterampilan bahasa, dan pemahaman tata bahasa. Ini juga dapat mengurangi kemungkinan keterlambatan bicara.
Dengan membaca buku secara teratur, anak dapat lebih cepat menguasai bahasa.
- Mengabaikan Tanda-Tanda Keterlambatan Bicara
Penting untuk memantau perkembangan komunikasi anak sesuai dengan milestone usianya. Misalnya, pada usia enam bulan, perhatikan bentuk komunikasi yang berkembang. Kemudian pada usia 12 bulan, jumlah kata yang seharusnya diucapkan.
Jika anak menunjukkan keterlambatan dalam mencapai milestone, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Hindari kesalahan-kesalahan ini untuk mendukung perkembangan bicara anak Anda. Jika setelah memperhatikan semua hal tersebut, anak masih menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara, seperti kurangnya minat berbicara atau ucapan yang tidak jelas, segera cari bantuan medis untuk penanganan yang lebih lanjut.






