Longsor Cilacap dan Banjarnegara: Pencarian Masih Berlanjut, Relokasi Disiapkan

Longsor Cilacap dan Banjarnegara: Pencarian Masih Berlanjut, Relokasi Disiapkan
Longsor di Banjarnegara (Gambar: bnpb.go.id)

Jatengkita.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara dilanda tanah longsor setelah hujan lebat berkepanjangan pada pertengahan November 2025. Longsor Cilacap terjadi di Kecamatan Majenang, termasuk Desa Cibeunying.

Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang, meski kondisi medan dan potensi longsor susulan menjadi tantangan utama.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laporannya menyebutkan bahwa beberapa warga masih belum ditemukan. Upaya pencarian dilakukan hampir tanpa jeda sejak malam kejadian, mengingat fase “golden time” menjadi krusial untuk menemukan korban hidup.

Sementara itu di Banjarnegara, longsor besar melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum. Tim SAR masih mengevakuasi korban sambil menghadapi cuaca yang berubah-ubah dan kontur tanah yang labil.

Sejumlah jenazah telah ditemukan, namun pencarian terus dilanjutkan untuk memastikan seluruh korban terdata.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD Jawa Tengah, Basarnas, TNI/Polri, relawan lokal dan nasional. 

Longsor Cilacap
(Gambar: bnpb.go.id)

Alat berat diturunkan di beberapa titik, meski tak semua area dapat dijangkau karena akses jalan tertutup material longsor. Puluhan keluarga terdampak di Cilacap telah direlokasi sementara ke posko pengungsian.

Pemerintah setempat juga menyiapkan hunian sementara di lahan seluas sekitar 3,5 hektare. Di Banjarnegara, BNPB mulai membangun hunian sementara bagi warga yang rumahnya berada di zona merah.

Dapur umum, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial disiapkan untuk warga yang kehilangan rumah dan anggota keluarga.

Cilacap dan Banjarnegara tercatat sebagai dua kabupaten paling rawan longsor di Jawa Tengah dalam kurun sepuluh tahun terakhir.

Kontur perbukitan dan tingginya curah hujan membuat wilayah ini rentan terhadap pergerakan tanah, terutama pada musim penghujan yang diprediksi berlangsung hingga awal tahun depan.

BNPB kembali mengingatkan warga yang tinggal di lereng perbukitan atau dekat aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.

Gubernur Jawa Tengah memastikan proses relokasi akan dipercepat. Presiden juga meminta BNPB untuk menambah dukungan logistik serta tim teknis di lapangan. Operasi pencarian diperkirakan masih akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan, bergantung kondisi cuaca.

Baca juga: DPRD Jateng Dorong Pengesahan Raperda Sumber Daya Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *