Jatengkita.id – Film “SORE: Istri dari Masa Depan” karya sutradara Yandy Laurens sukses menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Film tersebut berhasil menembus satu juta penonton hanya dalam 11 hari penayangannya.
Angka ini diprediksi akan terus meningkat. Bagi penonton yang belum sempat menyaksikan web seriesnya delapan tahun lalu, film ini mungkin menimbulkan berbagai interpretasi awal. Namun begitu, cerita tetap terasa hangat dan mengalir sejak adegan pertama.
Emosi yang dibangun sejak awal film terasa kuat, terutama melalui penampilan memukau dari Sheila Dara Aisha sebagai tokoh Sore.
Ia berhasil meyakinkan penonton bahwa dirinya adalah seorang istri dari masa depan yang hadir untuk menemui Jonathan—diperankan oleh Dion Wiyoko—dan berusaha mengubah takdir hidup pria tersebut.
Dengan konsep time loop yang diramu indah oleh Yandy Laurens, film ini mampu memperlihatkan perjuangan emosional tokoh utama untuk menyelamatkan seseorang yang dicintainya.

Tak hanya dari segi akting, film ini juga diperkuat dengan elemen teknis yang sangat mendukung, seperti pemilihan lagu “Forget Jakarta” dari Adhitia Sofyan, “Pancarona” oleh Barasuara yang menambah suasana hangat dan sendu sepanjang cerita.
Dari sisi visual, sinematografinya memanjakan mata. Latar syuting yang mengambil lokasi di Kroasia dan Finlandia menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Pemandangan yang disuguhkan memberikan nuansa elegan, sekaligus mendukung suasana yang dibangun dalam setiap adegan.
Begitu pula dengan pemilihan busana para tokoh, yang tidak hanya estetis tapi juga menggambarkan karakter dengan kuat dan konsisten. Setiap elemen dalam film ini terasa seperti potongan keindahan yang saling melengkapi.
Menjelang klimaks, penonton benar-benar diajak masuk ke dalam emosi tokoh-tokohnya. Beberapa mengaku menangis, sementara yang lain hanya bisa terdiam hingga akhir. Hal ini menunjukkan bahwa film ini memberi ruang untuk penafsiran yang beragam.

Yandy Laurens tidak memaksakan satu sudut pandang tertentu, melainkan membiarkan audiens meresapi maknanya secara personal.
Sebagai peraih Piala Citra, Sheila Dara sukses menghidupkan karakter Sore dengan energi baru yang lebih dinamis dan emosional. Kehadirannya terasa sebagai peningkatan dari versi web series, yang kala itu diperankan oleh Tika Bravani.
Sementara itu, Dion Wiyoko tetap dipercaya memerankan Jonathan seperti dalam serial sebelumnya, memberikan rasa nostalgia yang kuat bagi para penonton lama.
Sebagai penonton baru, saya merasa benar-benar larut dalam dinamika yang dialami oleh Sore. Film ini tidak memberi waktu bagi penonton untuk beristirahat secara emosional. Setiap adegannya menyimpan gejolak yang berbeda, membuat emosi naik-turun tanpa jeda dan justru itulah kekuatan film ini.
“SORE: Istri dari Masa Depan” adalah film yang mampu menyuguhkan romansa unik, segar, dan emosi sebuah pengalaman sinematik yang jarang ditemukan di industri film Indonesia. Film ini layak disebut sebagai salah satu pencapaian genre romansa-fantasi lokal yang berkelas.
Saksikan SORE: Istri dari Masa Depan di bioskop kesayangan Anda, dan rasakan sendiri kehangatan cinta yang datang dari masa depan!
Baca juga: Rayakan Anniversary ke-20, Super Junior Comeback Full Member
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!







mana yaa, soreku kok belum dateng
mana yaa, soreku kok belum dateng