Jatengkita.id – Prabowo Subianto resmi dilantik menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029 di Gedung MPR/DPR RI Senayan pada hari Ahad (20/10/2024). Agenda pelantikan ini juga dihadiri oleh 19 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari negara lain.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan beberapa cita-cita yang ingin diwujudkan selama masa kepemimpinannya. Diantaranya adalah ketahanan pangan dan swasembada energi. Dua cita-cita ini didasarkan pada kondisi dunia yang rawan terhadap krisis global yang dapat berdampak pada Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mampu memproduksi hasil-hasil pangan guna memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini juga penting dilakukan sebagai bentuk kebebasan dari ketergantungan impor negara lain.
“Saya telah canangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang mengizinkan mereka untuk kita beri. Karena itu, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan”, jelas Prabowo dalam pidato kenegaraan pertamanya.
Mantan Menteri Pertahanan ini juga banyak menyinggung perihal tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Meskipun data statistik menunjukkan hasil yang baik, namun realita di lapangan memperlihatkan masih banyaknya ketimpangan akibat penyelewengan kekuasaan.
“Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Apakah kita sadar bahwa kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar? Apakah kita sadar bahwa anak-anak kita dan rakyat-rakyat kita banyak yang kurang gizi? Banyak rakyat kita yang tidak dapat pekerjaan yang baik. Banyak sekolah-sekolah yang tidak terurus.”

Atas kondisi tersebut, ia meminta masyarakat dan seluruh pejabat publik agar berani menatap gambaran di lapangan. Banyaknya masalah yang terjadi pada rakyat harus bisa diselesaikan dengan cara gotong royong dan bersama-sama merangkul semua kalangan.
Prabowo juga mencita-citakan Indonesia mampu swasembada energi. Mengingat dinamika dunia yang rawan konflik, Indonesia tidak bisa mengandalkan negara-negara produsen energi karena tentu mereka akan memprioritaskan negaranya sendiri.
“Saudara-saudara sekalian, kita juga harus swasembada energi. Dalam keadaan ketegangan, dalam keadaan kemungkinan terjadinya perang dimana-mana, kita harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek,” tegasnya.
Ia mengklaim bahwa Indonesia mampu swasembada energi karena dilimpahi kekayaan sumber daya alam dari Tuhan Yang Maha Esa. Sumber daya tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
Prabowo bahkan menyebut telah berdiskusi dengan banyak pakar terkait hal ini. Pemerintahannya ke depan tentu memiliki tugas yang berat. Tak hanya memperbaiki kekacauan pemerintahan era Jokowi, ia juga harus bekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya bagi Indonesia.
Oleh karena itu, tak cukup merangkul semua kalangan. Ia juga harus merdeka dari cawe-cawe pihak-pihak yang memiliki kepentingan golongan atau kelompok tertentu yang menimbulkan kerusakan bagi Indonesia. Prabowo harus merdeka dan konsisten melayani rakyat untuk mencapai kesejahteraan yang ideal.
Baca juga : Kontroversi dalam Pilpres di Indonesia dari 2004 hingga 2024






