Jatengkita.id – Sadarkah kamu bahwa MotoGP ternyata tidak masuk dalam cabang olahraga yang diikutsertakan dalam ajang olimpiade? Padahal ajang balap motor ini termasuk olahraga yang membutuhkan kekuatan dan ketahan fisik juga, loh! Lalu, apakah kamu bertanya-tanya mengapa MotoGP tidak ikut olimpiade?
Ini bukan persoalan kualitas apalagi popularitas. Sama seperti atlet lainnya, rider MotoGP juga melatih ketahanan fisik agar bisa tampil prima selama balapan. Mereka tidak semata-mata mengandalkan kecanggihan motor, namun juga menggunakan skil dalam lintasan.
Perlu diketahui bahwa MotoGP saat ini telah mencapai puncak power dengan mesin 1000cc. Ia mampu menempuh kecepatan lebih dari 300km/jam.
Namun, menurut Komite Olimpiade Internasional, olahraga motorsport seperti MotoGP dan F1 tidak bisa diikutsertakan dalam ajang olimpiade. Hal ini dikarenakan keduanya tidak memenuhi kriteria filosofi bahwa hal yang mendasari olimpiade adalah berkompetisi dengan kesetaraan.

Berikut ini akan dibahas dua alasan utama mengapa MotoGP tidak ambil bagian di olimpiade.
- Teknologi dan Pengembangan Motor
MotoGP merupakan kompetisi elit motor tercepat di dunia yang banyak mengandalkan perkembangan teknologi mutakhir. Faktor kemenangan terbesar adalah inovasi teknologi pada kendaraan yang terus dikembangkan oleh tim. Antara tim satu dengan tim lainnya jelas memiliki perkembangan dan fokus pengembangan yang berbeda.Sebut saja Ducati. Mereka sangat unggul di aerodinamika bahkan menjadi pelopornya. Kemudian ada KTM yang memprioritaskan pada sasis motor. Selanjutnya adalah Honda yang sampai sekarang mencoba keluar dari pakem pengembangan konservatif. Setiap pabrikan memiliki fokus riset yang berbeda untuk menciptakan mesin motor yang cepat dan tahan lama.
Masing-masing seri balapan memiliki settingan motor yang berbeda. Dan untuk satu kali balapan, dibutuhkan dana sekitar 3-4 miliar hanya untuk pengadaan satu unit motor. Jelas International Olympic Committee (IOC) keberatan dengan bila harus menyediakannya.
Lalu bagaimana dengan balap sepeda? Variabel yang dibutuhkan untuk balapan motor lebih banyak daripada sepeda. Motor membutuhkan settingan yang lebih kompleks, sedangkan sepeda hanya perlu dikayuh.
Balap sepeda juga tidak membutuhkan banyak mekanik dan engineer dalam kompetisi. Sedangkan MotoGP dan F1 sangat membutuhkan keduanya.
- Jadwal yang Padat
Jadwal olimpiade dilaksanakan saat musim panas bagi belahan bumi beriklim sub-tropis atau pertengahan tahun. Musim ini dalam MotoGP merupakan flyaway rounds dimana semua pabrikan sedang dalam tahap mempersipakan musim penentu kompetisi. Begitupun dengan F1 yang di masa ini juga tumbukan dengan jadwal olimpiade.
Di masa flyaway rounds, semua pabrikan akan terbang dari Eropa ke Asia dengan logistik terbatas. Hal tersebut merupakan fase krusial dimana tim akan mengeluarkan segala strategi mencapai kemenangan dengan logistik seadanya.
Alih-alih membela tanah airnya, rider lebih memprioritaskan kompetisi bersama tim. Karena ini adalah masa-masa perebutan gelar juara dunia. Hal ini jadi salah satu pertimbangan mengapa MotoGP tidak ikut olimpiade.
Oleh karena itu, ajang balap motor memiliki payung sendiri di bawah Federation International De Motorcyclism (FIM). Sementara F1 dibawahi oleh Federation Internationale de l’Automobile (FIA).
Pilihan untuk Anda : Kenalan, Yuk! Mengulik Fakta Unik Maskot Olimpiade Paris 2024






