Magelang — Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Tugiman B Semita, S.P., meresmikan betonisasi jalan dusun sekaligus menyerahkan bantuan hibah kebudayaan di Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang (28/8). Acara tasyakuran dan peresmian tersebut disambut antusias oleh warga setempat sebagai wujud nyata sinergi antara pembangunan infrastruktur desa dan pelestarian kesenian tradisional.
Dalam kunjungan kerjanya, Tugiman memastikan realisasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah dieksekusi dengan baik untuk betonisasi jalan utama Dusun Sawangan. Akses jalan yang representatif merupakan urat nadi perekonomian, mengingat Kecamatan Sawangan yang terdiri atas 15 desa memiliki luas wilayah lebih dari 6.700 hektare dengan dominasi sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan perkebunan.
Selain infrastruktur fisik, Tugiman juga menyerahkan Hibah Kebudayaan kepada Kelompok Kesenian Jathilan Sanggar Kridho Birowo. Bantuan tersebut berupa seperangkat alat gamelan lengkap beserta seragam pementasan.
Sebagai Anggota Komisi A DPRD Jateng yang membidangi urusan pemerintahan dan pemberdayaan desa, Tugiman menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya berfokus pada fisik, melainkan juga pembangunan karakter dan budaya masyarakatnya.
“Sebagai mitra pemerintah daerah, tugas kami di Komisi A adalah memastikan Bantuan Keuangan Desa ini benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar warga. Jalan dusun yang kini mulus akan memangkas biaya logistik pertanian dan mempermudah mobilitas keseharian masyarakat. Di saat yang bersamaan, hibah gamelan untuk Sanggar Kridho Birowo ini adalah bentuk komitmen kita untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa. Kita ingin anak-anak dan pemuda kita tetap produktif berkesenian dan memiliki akar identitas yang kuat di tengah derasnya modernisasi,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.
Acara peresmian yang dibalut dengan panggung seni dan tasyakuran warga ini turut mengusung tajuk “Peningkatan Kualitas Kebijakan Publik Melalui Media Tradisional ‘Nguri-Nguri Budaya Jawa'”. Panggung peresmian semakin semarak dengan pementasan langsung tari Jathilan dari para seniman muda Sanggar Kridho Birowo yang mengenakan seragam dan topeng tradisional, menandai aktifnya kembali geliat kesenian di lereng Gunung Merbabu tersebut.
Diharapkan, kolaborasi bantuan infrastruktur dan kebudayaan ini mampu menciptakan ekosistem desa yang mandiri secara ekonomi sekaligus kaya akan nilai-nilai kearifan lokal.
