Jatengkita.id – Tahun 2025 menjadi momen gemilang bagi drama Korea. Di tengah gempuran judul-judul dengan tema serupa, muncul sebuah karya segar yang langsung mencuri perhatian publik, yaitu Bon Appétit, Your Majesty.
Serial ini menghadirkan racikan unik antara romansa, kuliner, sejarah, fantasi, hingga politik istana, perpaduan yang jarang ditemukan dalam satu drama.
Sejak tayang perdana di tvN pada 23 Agustus 2025 dan tersedia di Netflix, drama ini langsung menjadi perbincangan hangat. Rating pembukaannya cukup tinggi dengan 6,5% menurut Nielsen Korea, lalu terus menanjak hingga mencetak rekor 17,1% di episode terakhir.
Bahkan, drama ini sukses menjadi #1 di chart global Netflix non-English selama dua minggu berturut-turut.
Mengapa drama ini begitu fenomenal? Jawabannya ada pada cerita, pemain, visual, dan tentu saja totalitas para aktornya.
Yoona, Chef Sejati di Balik Layar
Keberhasilan drama ini tidak lepas dari akting luar biasa Im Yoon-ah (Yoona). Mantan member SNSD itu membuktikan dirinya bukan hanya idola K-Pop, tapi juga aktris yang serius mendalami peran.
Dalam Bon Appétit, Your Majesty, Yoona berperan sebagai Yeon Ji-young, seorang chef Prancis yang tiba-tiba terlempar ke era Joseon. Untuk memerankan tokoh ini, Yoona tidak main-main. Ia menjalani enam bulan pelatihan memasak sungguhan.
Mulai dari teknik dasar penggunaan pisau, memasak masakan Korea tradisional, hingga masakan Barat ala hotel bintang lima, semuanya ia pelajari. Bahkan, tidak ada body double dalam adegan memasak. Semua hidangan yang muncul di layar adalah hasil tangan Yoona sendiri.
“Mulai musim panas tahun lalu, aku belajar segala hal yang berhubungan tentang memasak demi bisa melatih image sebagai chef,” ungkapnya dalam wawancara dengan Hankookilbo yang dilansir The Korea Times.
Kerja kerasnya terbayar. Penonton terpesona melihat betapa naturalnya Yoona saat memotong, menumis, hingga menyajikan masakan kerajaan. Julukan baru pun muncul: “Chef Yoona”.
Sinopsis: Dari Dapur Modern ke Istana Joseon
Cerita Bon Appétit, Your Majesty dimulai dari dapur modern. Yeon Ji-young baru saja memenangkan kompetisi memasak bergengsi di Prancis. Namun, di tengah euforia kemenangannya, ia mendadak terjebak dalam fenomena aneh.
Ji-young terlempar ke masa lalu, tepatnya ke era Joseon ketika Raja Yi Heon (Lee Chae-min) berkuasa. Yi Heon dikenal sebagai tiran kejam yang ditakuti rakyatnya, namun ia memiliki kepekaan rasa luar biasa. Hanya dengan sekali suapan, ia bisa membedakan perubahan kecil dalam masakan.
Awalnya Ji-young hanya ingin bertahan hidup dengan memasak. Namun, tanpa disangka, masakannya meluluhkan hati sang raja. Yi Heon pun mengangkatnya sebagai koki utama istana, memberinya tugas menciptakan hidangan baru setiap hari.
Dari dapur inilah kisah cinta mereka mulai berkembang. Makanan menjadi bahasa cinta yang mempertemukan dua hati dari zaman yang berbeda.
Namun tentu saja, jalan cinta mereka penuh rintangan: intrik politik, ambisi selir Kang Mok-ju (Kang Han-na), serta ancaman Pangeran Je Seon (Choi Gwi-hwa).
Chemistry Yoona dan Lee Chae-min, Magnet Utama Drama
Salah satu daya tarik terbesar drama ini adalah chemistry Yoona dan Lee Chae-min. Meski berasal dari generasi berbeda, keduanya berhasil menciptakan interaksi yang natural, romantis, sekaligus menggemaskan.
Adegan sederhana seperti raja mencicipi masakan Ji-young, hingga momen romantis keduanya di dapur kerajaan, sukses membuat penonton baper. Tak heran jika pasangan ini sering disebut sebagai “Couple of the Year” oleh netizen.
Banyak penonton memuji bagaimana Lee Chae-min yang biasanya tampil serius, bisa begitu cair saat beradu akting dengan Yoona. Sebaliknya, Yoona mampu menyeimbangkan karakter ceria Ji-young dengan sisi tegas dan profesional sebagai seorang chef.
Visual Makanan yang Menggugah Selera
Selain kisah cinta dan konflik politik, ada satu elemen yang tak kalah penting: makanan.
Sinematografi drama ini mendapat banyak pujian karena detail adegan masakannya. Setiap hidangan ditampilkan begitu indah dan menggugah selera, mulai dari sup kaldu, daging panggang, hingga dessert ala kerajaan. Penonton seolah bisa mencium aroma masakan dari layar kaca.
Tak hanya itu, filosofi makanan juga mendapat sorotan. Ji-young selalu menekankan bahwa makanan bukan sekadar soal rasa, tetapi juga cara menyampaikan emosi, cinta, dan harapan. Pesan inilah yang membuat drama ini terasa lebih dalam.
Bahkan, di media sosial sempat muncul tren #BonAppetitChallenge, di mana penggemar mencoba membuat ulang masakan ala Ji-young.
Rating Melonjak, Bukti Kesuksesan Besar
Sejak episode pertama, Bon Appétit, Your Majesty sudah menunjukkan taringnya dengan rating 6,5%. Angka itu terus meroket seiring cerita yang makin seru.
Puncaknya, episode terakhir mencatat rating 17,1%, menjadikannya drama tvN dengan rating tertinggi sepanjang 2025. Popularitasnya juga mendunia lewat Netflix, di mana drama ini merajai chart global non-English selama dua minggu berturut-turut.
Keberhasilan ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik cerita yang memadukan cinta, kuliner, dan fantasi.

Kontroversi Ending: Disebut “Avoidance Ending”
Meski sukses besar, drama ini tidak lepas dari kontroversi. Ending Bon Appétit, Your Majesty disebut banyak penggemar sebagai “avoidance ending” atau akhir yang menghindari jawaban.
Mengapa? Beberapa alasannya antara lain berikut ini.
- Nasib karakter pendukung seperti Gong Gil, Pengawal Shin, dan staf dapur tidak jelas.
- Tidak ada penjelasan bagaimana Yi Heon bisa kembali ke dunia modern.
- Dialog Yi Heon yang berkata “caranya rahasia” membuat penonton merasa digantung.
- Misteri buku Mangunrok, kunci slip waktu Ji-young, tidak pernah dijelaskan.
Meski begitu, sebagian besar penggemar tetap puas karena Ji-young dan Yi Heon akhirnya bersatu kembali di dunia modern. Ending ini pun memicu diskusi panjang di forum dan teori penggemar bermunculan.
Tim Kreatif di Balik Kesuksesan
Kesuksesan drama ini juga berkat tangan dingin sutradara Jang Tae-yoo, yang sebelumnya sukses dengan My Love from the Star. Penulis naskah fGRD menghadirkan cerita yang segar, memadukan genre yang jarang disatukan.
Jajaran pemain pendukung juga tidak kalah penting. Kang Han-na sebagai selir ambisius, Choi Gwi-hwa sebagai pangeran penuh intrik, hingga Seo Yi-sook sebagai Ibu Suri menambah kompleksitas drama.
Respon Global dan Harapan Sekuel
Media Korea menyanjung drama ini sebagai karya kreatif yang berhasil menggabungkan banyak genre. Sementara itu, forum internasional penuh dengan spekulasi tentang kemungkinan adanya musim kedua.
Banyak penggemar berharap misteri yang belum terjawab, terutama tentang buku Mangunrok, bisa diungkap dalam cerita lanjutan. Ada juga ide untuk mengadaptasi drama ini ke bentuk webtoon atau novel agar kisahnya bisa dieksplorasi lebih dalam.
Baca juga: Wisata Sejarah Magelang yang Jarang Diketahui Pelancong






