Jatengkita.id – Piano Sjuman-Renanda (atau Sjuman + Renanda) adalah sebuah proyek grand piano kelas atas dari Indonesia. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Raul Renanda (arsitek & desainer) dan Aksan Sjuman (musisi & pembuat instrumen).
Informasi Umum
- Brand: Sjuman + Renanda
- Model: SR1928 “The Awakening”
- Desain: Raul Renanda, seorang arsitek dan desainer, yang merancang bentuk visual dan estetika piano ini.
- Suara/mekanik instrumen: Aksan Sjuman, sebagai ahli suara dan musisi, yang bertanggung jawab atas karakter suara piano.
- Craftsmanship/pengerjaan badan piano: Saniharto, seorang pengrajin kayu/pembuat furnitur kayu di Indonesia. PT Saniharto Enggalhardjo merupakan perusahaan furnitur di Jawa Tengah yang memproduksi secara fisik, mengelola bahan, konstruksi, dan semua proses manufaktur.
Spesifikasi & Keunikan
- Panjang sistem: 275 cm (9 kaki)
- Body Length: 330 cm; lebar sekitar 220 cm; berat kira-kira 700 kg
- Bahan: standar menggunakan Macassar Ebony dengan finishing gloss klasik warna hitam piano
- Desain visual & detail
Bentuknya terinspirasi dari bentuk layar kapal (sails), ada kesan gerakan dan estetika arsitektural.
Elemen desain yang tidak biasa, contohnya bagian depan keyboard dibuat agar suara dan mekanik (action) lebih terdengar dan terlihat secara langsung, termasuk lubang-di bagian depan yang memungkinkan udara/getaran suara/mekanik lebih terasa ke pendengar/pemain.
Dua mode desain: mode yang memberi kesan sayap (wings) untuk suasana yang lebih intim dan mode pertunjukan di mana bagian sayap bisa dilepas atau disusun ulang agar tampilan dan fungsi cocok untuk konser/penonton.

Harga & Keistimewaan
- Di Indonesia, harga sekitar Rp 2,5 miliar untuk unit “SR1928 The Awakening”.
- Di pasar internasional, diperkirakan senilai USD 250.000.
- Proses produksi memakan waktu sekitar dua tahun, termasuk riset, desain, uji coba, dan pemilihan bahan.
- Produk ini juga digunakan dalam acara-acara penting seperti konser Rapsodia Nusantara dan Kejayaan Nusantara, dimainkan oleh pianis Ananda Sukarlan di lokasi-lokasi bersejarah seperti Candi Prambanan dan Trowulan. Selain itu, rencananya akan tampil di beberapa situs purbakala nusantara lainnya.
Piano ini diklaim sebagai salah satu grand piano produksi dalam negeri Indonesia dengan standar kelas dunia.
Sebuah karya monumental dari tanah air, Piano Sjuman-Renanda SR1928 The Awakening, resmi diakui sebagai grand piano pertama buatan Indonesia dan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Piano ini bukan hanya prestasi dalam hal ukuran, namun juga sebuah simbol kemampuan kreatif dan teknis anak bangsa.
Nama “SR1928” sendiri diambil dari kombinasi nama pencipta (“S” dari Sjuman dan “R” dari Renanda) ditambah angka 1928, tahun Sumpah Pemuda, sebagai simbol kebangkitan nasional dan semangat pemersatuan bangsa.
Pengakuan dan Pencapaian
- Rekor MURI diberikan pada acara di Candi Gapura Bajangratu, Mojokerto, oleh Senior Manager MURI Sri Widayati kepada Harsono Enggalhardjo, Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo.
- MURI mencatat piano ini sebagai Grand Piano pertama buatan Indonesia dengan standar internasional.
- Rekor ini juga diakui sebagai rekor dunia dari MURI, tidak hanya dalam kategori lokal, karena belum ada grand piano seperti ini yang seluruh bahan, produksi, dan spesifikasinya dibuat di dalam negeri.
Piano SR1928 The Awekening bukan semata produk mewah atau alat musik besar, melainkan juga simbol bahwa Indonesia mampu mengembangkan produk bermutu dunia, dari riset, desain, produksi, sampai ke penggunaan publik.
Selain itu juga simbol pentingnya kolaborasi antara seniman/arsitek/musisi dan industri manufaktur agar karya kreatif bisa terealisasi secara nyata.
Produk ini membuktikan bahwa budaya dan seni bisa dijalin dengan teknologi modern (mekanisme digital, kontrol wireless) tanpa meninggalkan keaslian bahan lokal dan estetika tradisional.
Potensi promosi budaya melalui seni musik di situs-situs bersejarah sebagai cara menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Baca juga: Menjelajah Debaran Seni di Taman Budaya Jawa Tengah






