Jatengkita.id – Masakan khas Jawa Tengah selalu identik dengan rasa hangat, lembut, dan kaya rempah yang menenangkan.
Saat bulan Ramadan tiba, hidangan-hidangan tradisional ini terasa semakin istimewa karena mampu menghadirkan rasa kenyang yang pas sekaligus kenyamanan di perut, baik saat buka puasa maupun sahur.
Bagi banyak orang, aroma dan cita rasanya bahkan bisa langsung membangkitkan kenangan tentang dapur rumah, makan bersama keluarga, hingga suasana kampung halaman yang sederhana namun penuh kehangatan.
Tak heran jika masakan khas Jawa Tengah kerap menjadi pilihan favorit selama Ramadan. Bukan hanya karena lezat, tetapi juga karena sarat nostalgia dan nilai tradisi yang turun-temurun.
Berikut deretan masakan khas Jawa Tengah yang bikin kangen rumah dan pas jadi menu andalan saat berbuka dan sahur puasa Ramadan.
-
Nasi Gandul
Nasi gandul merupakan kuliner khas dari Pati yang disajikan dengan nasi putih beralas daun pisang. Hidangan ini disiram kuah gurih yang ringan dan dilengkapi daging sapi empuk hasil olahan rempah. Rasanya segar dan tidak terlalu berat, sehingga cocok disantap saat sahur maupun buka puasa.
-
Nasi Liwet
Berasal dari Solo, nasi liwet ini dikenal dengan rasa gurihnya karena dimasak menggunakan santan. Sajian ini biasanya dilengkapi ayam suwir, labu siam, dan areh. Teksturnya lembut dan mengenyangkan, membuat nasi liwet pas untuk sahur agar energi tetap terjaga seharian.
-
Soto Kudus
Soto khas Kudus memiliki ciri khas disajikan dalam mangkuk kecil dengan kuah bening yang ringan. Pilihan lauknya pun unik, mulai dari ayam hingga daging kerbau. Kesegarannya menjadikan soto Kudus cocok sebagai menu buka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus.
-
Mangut Beong
Mangut beong berasal dari Magelang dan menggunakan ikan beong khas Sungai Progo. Ikan ini dimasak dengan kuah santan pedas yang kaya rempah. Rasanya gurih dan segar, cocok untuk menu buka puasa dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan.
-
Brekecek
Kuliner khas Cilacap ini berbahan dasar ikan jahan atau kepala ikan laut yang dimasak dengan bumbu rempah kuat. Brekecek memiliki cita rasa gurih pedas dan paling nikmat disantap hangat saat berbuka puasa, apalagi ditemani minuman hangat.

-
Nasi Grombyang
Nasi grombyang berasal dari Pemalang dan dikenal dengan kuahnya yang lebih banyak daripada isinya. Terbuat dari nasi, daging kerbau, dan kuah gurih, hidangan ini biasanya disajikan dengan sate kerbau. Mengenyangkan dan cocok untuk sahur maupun buka puasa.
-
Mie Ongklok
Mie ongklok khas Wonosobo disajikan dengan kuah kental berbahan kanji, kol, dan daun kucai. Mie ongklok memiliki tekstur unik dan mengenyangkan, sering disantap bersama sate sapi, tempe kemul, atau bahkan keripik tahu sebagai pelengkap buka puasa.
-
Nasi Bogana
Nasi bogana atau bisa disebut sebagai nasi begana berasal dari Tegal dan biasanya dibungkus daun pisang. Disajikan dengan aneka lauk seperti ayam, telur, dan sambal, menu ini praktis namun kaya rasa, cocok untuk sahur maupun buka puasa.
-
Soto Sokaraja
Soto Sokaraja dari Banyumas punya ciri khas tambahan sambal kacang yang dicampur langsung ke dalam kuah. Disajikan dengan ketupat, rasanya gurih dan segar, sering bikin ingin nambah porsi saat berbuka.
-
Garang Asem
Garang asem merupakan olahan ayam khas Jawa Tengah yang dimasak dengan santan dan dibungkus daun pisang. Perpaduan rasa asam dan pedasnya terasa segar, membuat menu ini cocok untuk buka puasa karena ringan namun tetap menggugah selera.
Baca juga: Deretan Takjil Tradisional Khas Jawa Top Markotop






