Rekomendasi 5 Kuliner Jawa Tengah untuk Desember

Rekomendasi 5 Kuliner Jawa Tengah untuk Desember
Mie Ongklok Wonosobo (Gambar: jatengtravelguide.info)

Jatengkita.id –  Ketika bulan Desember tiba, udara di berbagai wilayah Jawa Tengah mulai terasa lebih sejuk. Hujan yang turun hampir setiap sore menciptakan suasana yang pas untuk menikmati kuliner Jawa Tengah yang hangat dan lezat.

Tidak heran, banyak warga kembali memburu kuliner tradisional yang berkuah, gurih, dan menenangkan. Di antara sekian banyak pilihan, berikut lima rekomendasi kuliner Jawa Tengah yang tepat untuk menemani musim dingin.

  • Sop Iga Garang Asem – Kudus
(Gambar: kompas.com)

Garang asem biasanya identik dengan ayam yang dimasak dalam daun pisang. Tetapi Kudus punya versi berbeda yang tak kalah sedap, yaitu Sop Iga Garang Asem. Hidangan ini memadukan gurihnya kuah iga dengan rasa asam segar dari belimbing wuluh.

Kuahnya bening, tetapi aromanya kaya karena menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan daun salam. Rasa asam yang menyegarkan membuat sop ini cocok dinikmati saat malam hujan.

Resep Singkat

Bahan:

  • 500 g iga sapi
  • 10 buah belimbing wuluh
  • 5 siung bawang putih, cincang
  • 6 siung bawang merah, iris
  • 3 butir kemiri
  • 2 buah tomat
  • 5 cabai rawit utuh
  • 2 lembar daun salam
  • Garam, gula, dan kaldu secukupnya
  • Air untuk merebus

Cara Membuat:

  1. Rebus iga hingga setengah empuk, buang busanya.
  2. Tumis bawang merah, bawang putih, dan kemiri hingga harum. Masukkan tomat.
  3. Masukkan tumisan ke dalam panci iga.
  4. Tambahkan belimbing wuluh, cabai, daun salam, garam, gula, dan kaldu.
  5. Masak hingga iga empuk dan kuah terasa segar-gurih.
  6. Sajikan hangat.
kuliner jawa tengah
(Gambar: kompas.com)

Banyumas memiliki soto yang berbeda dibanding soto lainnya di Jawa Tengah. Soto Sokaraja, atau lebih akrab disebut sroto, memiliki kuah kaldu bening yang disajikan dengan bumbu kacang khas. Sentuhan sambal kacang inilah yang membuatnya memiliki aroma mendalam dan rasa yang begitu khas.

Sroto Sokaraja biasa disajikan dengan taburan bawang goreng, kerupuk merah, dan perasan jeruk purut. Rasanya hangat, gurih, dan sedikit pedas, cocok bagi yang ingin menikmati sesuatu yang ringan namun mengenyangkan di tengah dingin.

Resep Singkat

Bahan Kuah:

  • 500 g daging sapi/ayam
  • 2 liter air
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt merica
  • 2 lembar daun salam
  • Garam & kaldu

Bahan Isian:

  • Taoge
  • Irisan kol
  • Daun seledri
  • Suwiran daging
  • Kerupuk merah

Bumbu Kacang:

  • 100 g kacang tanah goreng
  • 5 cabai keriting
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdm gula merah
  • Garam

Cara Membuat:

  1. Rebus daging hingga empuk dan menghasilkan kaldu bening.
  2. Haluskan bawang putih dan merica, lalu masukkan ke kuah bersama daun salam.
  3. Buat bumbu kacang dengan menghaluskan semua bahan, beri sedikit air panas.
  4. Susun taoge, kol, suwiran, dan seledri dalam mangkuk.
  5. Siram dengan kuah panas, tambahkan bumbu kacang.
  6. Sajikan dengan kerupuk merah.
(Gambar: kedu.suaramerdeka.com)

Menikmati udara sejuk Wonosobo tanpa mencicipi Mie Ongklok adalah sebuah kerugian. Mie ini memiliki kuah kental yang terbuat dari kaldu yang dicampur tepung tapioka, menciptakan tekstur menggelenyar khas ongklok.

Ditambah irisan kol, daun kucai, dan kuah kacang atau sambal kecap, citarasanya menjadi kaya dan menenangkan. Mie Ongklok paling nikmat disantap bersama sate sapi atau tempe kemul, snack kegemaran warga Wonosobo.

Resep Singkat:

Bahan:

  • 200 g mie kuning
  • 1 genggam irisan kol
  • 1 batang daun kucai
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sdt merica
  • 800 ml kaldu sapi
  • 2 sdm tepung tapioka, larutkan dengan sedikit air
  • Garam secukupnya
  • Bawang goreng
  • Sambal kecap/kuah kacang

Cara Membuat:

  1. Rebus mie, kol, dan daun kucai sebentar. Sisihkan.
  2. Rebus kaldu, masukkan bawang putih dan merica.
  3. Tambahkan larutan tapioka hingga kuah mengental.
  4. Masukkan mie dan sayuran ke dalam kuah.
  5. Sajikan dengan bawang goreng dan sambal kecap atau kuah kacang.
  • Brongkos – Jogja (Jawa Tengah secara kultural)
(Gambar: kompas.com)

Meski secara administratif masuk DIY, Brongkos sering disebut sebagai salah satu kuliner Jawa Tengah rasa Jogja karena banyak ditemui di daerah perbatasan. Brongkos adalah sup daging berkuah hitam pekat berkat kluwek, mirip rawon tetapi bercita rasa manis pedas khas Jogja.

Isian brongkos biasanya berupa kacang tolo, tahu, telur, dan potongan daging sapi. Kuahnya hangat, rempahnya kaya, dan cocok disantap saat pagi atau malam yang dingin.

Resep Singkat:

Bahan:

  • 300 g daging sapi
  • 150 g kacang tolo, rebus hingga empuk
  • 2 butir telur rebus
  • 2 buah tahu potong
  • 2 butir kluwek
  • 4 siung bawang putih
  • 6 siung bawang merah
  • 3 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • Jahe & lengkuas
  • 1 sdm gula jawa
  • Daun salam
  • 300 ml santan
  • Garam, kaldu

Cara Membuat:

  1. Rebus daging hingga empuk.
  2. Haluskan bawang, kemiri, ketumbar, kluwek, jahe. Tumis hingga harum.
  3. Masukkan tumisan ke dalam kaldu daging.
  4. Tambahkan kacang tolo, tahu, telur, daun salam, gula jawa, dan garam.
  5. Tuang santan, aduk perlahan hingga bumbu meresap dan kuah pekat.
  6. Sajikan hangat.
  • Sayur Lombok Ijo – Jepara
(Gambar: kulinear.hops.id)

Sayur Lombok Ijo adalah salah satu masakan rumahan khas Jepara yang sangat populer. Sesuai namanya, hidangan ini menggunakan cabai hijau sebagai bahan dominan.

Kuahnya santan, tetapi terasa ringan karena cita rasa pedas segar dari cabai hijau yang dipotong memanjang. Untuk menambah gurih, biasanya dimasukkan daging sapi atau tetelan.

Menu ini sederhana namun sangat cocok untuk dinikmati saat hujan karena sensasi hangat pedasnya.

Resep Singkat:

Bahan:

  • 10 buah cabai hijau besar, iris memanjang
  • 150 g daging sapi / tetelan
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 batang sereh
  • 2 lembar daun salam
  • 500 ml santan encer
  • Garam, gula, kaldu

Cara Membuat:

  1. Tumis bawang merah, bawang putih, sereh, dan daun salam hingga harum.
  2. Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
  3. Tambahkan santan, garam, gula, dan kaldu.
  4. Masukkan irisan cabai hijau.
  5. Masak hingga cabai layu dan kuah mendidih.
  6. Sajikan selagi hangat.

Desember mungkin dingin, tetapi kehangatan selalu bisa ditemukan di meja makan dalam semangkuk kuah hangat khas Jawa Tengah. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *