GP Indonesia 2026: Dari Special Livery hingga Aprilia Sapu Bersih Podium

GP Indonesia 2026: Dari Special Livery hingga Aprilia Sapu Bersih Podium
Special livery burung Garuda pada motor Ducati Desmosedici GP tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team (Gambar: motogp.com)

Jatengkita.id – Gelaran GP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada 09-11 Oktober resmi berakhir. Turnamen ditutup oleh kemenangan paripurna tim Aprilia dan kesan-kesan menarik dari para rider.

Musim ini, jumlah penonton GP Indonesia mencapai 157.875 orang, mengalami kenaikan lebih dari 15 ribu dan terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Berikut ini deretan fakta menarik dari gelaran GP Indonesia 2026.

  • Special Livery

Pertamina Enduro VR46 Racing Team resmi mengenalkan special livery bertema burung Garuda dengan dominasi warna merah dan putih. Livery tersebut akan menjadi tampilan pada motor Ducati Desmosedici GP yang ditunggangi Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli.

Burung Garuda dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol nasional Indonesia sekaligus apresiasi pada Pertamina Enduro yang notabene merupakan sponsor utama tim VR46 Racing Team.

Selain livery, desain khas Indonesia juga akan tampil di helm rider Diogo Mereira (Pro Honda LCR). Ia memilih motif Batik Parang dan Barong Bali yang diakuinya sebagai bentuk penghormatan.

Rider asal Brasil tersebut mengaku bahwa Mandalika adalah sirkuit istimewa baginya. Tercatat, ia adalah satu-satunya rider yang mengoleksi dua kemenangan di Mandalika, yaitu tahun 2023 dan tahun 2025 saat ia menjadi pemenang kelas Moto2.

Sementara itu, rider asal Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) juga tidak ketinggalan. Ia mengenakan helm dengan desain aksara Jawa di bagian belakang yang bertuliskan “Veda Pratama”.

Dalam  akun Instagramnya, rider asal Yogyakarta ini menuliskan kebanggaannya mengenakan helm dengan desain yang terinspirasi dari keindahan alam dan budaya Indonesia.

gp indonesia 2026
Veda Pratama (Gambar: motogp.com)
  • Veda Finish P6

Mengawali balapan dari posisi ketujuh, Veda tampil sangat agresif dan cukup menjanjikan. Ia terus memacu motornya dan sempat naik hingga P5. Selama race, posisi keempat hingga sembilan menjadi yang paling rawan.

Selisih gapnya berdekatan dan para rider saling unjuk kesempatan overtake. Meski sempat berada di P9, Veda akhirnya berhasil finish di P6. Di papan klasemen, ia naik satu peringkat di posisi tujuh dengan 115 poin.

Moto3 sendiri sudah mengunci titel rider world champion oleh Maximo Quiles yang meraih 351 poin.

  • Aprilia Catatkan Posisi 1-4

Keistimewaan selanjutnya datang dari kelas utama. Aprilia berhasil menyapu bersih podium dan melengkapi posisi empat.

Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melaju konsisten dan memenangkan duel melawan Raul Fernandez (Superfile Trackhouse MotoGP Team).

Podium ketiga turut diamankan Jorge Martin (Aprilia Racing) yang juga berhasil menyalip Marc Marquez (Ducati Lenovo Team). Hasil ini membuatnya kembali berada di pucuk klasemen dengan selisih dua poin dari Marquez.

Baca juga: Segini Budget Nonton MotoGP Mandalika dari Semarang

Sementara itu, posisi keempat diraih secara mengesankan oleh Ai Ogura (Superfile Trackhouse Motogp Team). Rider berkebangsaan Jepang tersebut memulai balapan dari posisi tujuh. Ia sempat beradu dengan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP).

Kemudian pada lap-lap terakhir, Ogura lanjut melawan Marquez dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Pertarungan dengan Acosta menjadi yang paling menegangkan dan ia berhasil melengkapi kemenangan gilang-gemilang Aprilia untuk empat besar.

Selain kategori rider, Aprilia kini juga menempati posisi pertama untuk kategori klasemen tim dan konstruktor. Seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Phillip Island Australia pada tanggal 23-25 Oktober 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *