Mengulik Misteri di Balik Asap Belerang Candi Gedong Songo

Mengulik Misteri di Balik Asap Belerang Candi Gedong Songo
(Gambar: nagantour.com)

Jatengkita.id – Candi Gedong Songo merupakan salah satu situs bersejarah paling memikat yang berada di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kompleks candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini bukan hanya menawarkan keindahan arsitektur Hindu abad ke-8 Masehi, tetapi juga menyimpan kisah, mitos, dan misteri yang hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Berjalan di kawasan Candi Gedong Songo serasa membawa wisatawan menelusuri jejak peradaban kuno yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan.

Perjalanan dari Candi Gedong I hingga candi-candi di bagian atas akan ditemani udara sejuk pegunungan, hutan pinus yang rimbun, serta lanskap hijau yang menyegarkan.

Daya tarik lain yang jarang dilewatkan wisatawan adalah keberadaan sumber air panas alami di antara Candi Gedong III dan IV. Asap belerang yang mengepul dari pemandian ini menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Air panas yang mengandung belerang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan sekaligus nilai spiritual. Tak sedikit pengunjung yang datang khusus untuk berendam, merasakan relaksasi alami di tengah suasana pegunungan yang tenang.

Di balik kepulan asap belerang yang sering menjadi pemikat pengunjung ternyata tersimpan beragam kisah mistis yang jarang diketahui wisatawan. Namun, mitos ini juga sudah menjadi cerita rakyat atau legenda  turun-temurun di kalangan masyarakat setempat.

Salah satu cerita yang paling dikenal berkaitan dengan kisah pewayangan Ramayana, yakni pertarungan antara Hanoman dan Dasamuka atau Rahwana. Masyarakat setempat meyakini Gunung Ungaran pernah menjadi tempat Hanoman menimbun Dasamuka hidup-hidup.

Rintihan Dasamuka yang konon tertimbun di bawah gunung dipercaya menjadi asal-usul munculnya sumber air panas belerang di kawasan tersebut. Bahkan, ada mitos yang menyebutkan Dasamuka akan bangkit kembali jika mencium aroma alkohol.

candi gedong songo
(Gambar: nagantour.com)

Selain kisah pewayangan, Candi Gedong Songo juga dipercaya pernah menjadi tempat semedi Ratu Sima, penguasa Kerajaan Kalingga yang dikenal bijaksana. Kepercayaan umat Hindu sejak dahulu menganggap gunung sebagai tempat bersemayam para dewa, sehingga kawasan ini dijadikan lokasi pemujaan.

Hal ini terlihat dari keberadaan arca-arca Hindu seperti Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru, Siwa Mahadewa, Maharsi Agastya, dan Ganesha yang ditemukan di beberapa titik candi.

Penempatan candi yang berderet dari bawah hingga ke puncak perbukitan juga menyimpan makna tersendiri.

Sebagian masyarakat meyakini susunan tersebut melambangkan tingkatan kesucian, di mana candi yang berada paling atas dianggap memiliki nilai spiritual tertinggi. Kepercayaan ini semakin menguatkan kesan sakral yang melekat pada Candi Gedong Songo.

Menariknya, kawasan ini juga kerap dikaitkan dengan misteri “candi kesepuluh”. Awalnya, kompleks ini dikenal sebagai Candi Gedong Pitu karena hanya tujuh candi yang ditemukan. Namun, pada sekitar tahun 1991, dua candi tambahan berhasil diidentifikasi sehingga namanya berubah menjadi Gedong Songo.

Meski demikian, sebagian warga percaya masih ada satu candi lagi yang tersembunyi dan hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan spiritual. Konon, candi misterius tersebut berada di bukit belerang yang terjal dan dikenal angker, sehingga jarang ada yang berani mendekat.

Dengan perpaduan sejarah, keindahan alam, serta kisah mistis yang menyelimutinya, Candi Gedong Songo bukan sekadar destinasi wisata biasa.

Di balik asap belerang yang terus mengepul, tersimpan cerita-cerita lama yang menjadikan tempat ini semakin menarik untuk dijelajahi dan direnungkan oleh para wisatawan.

Baca juga: New Celosia Ungaran Jadi Surga Wisata Anak dan Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *