Jatengkita.id – Pracima Tuin adalah sebuah taman bersejarah yang kini kembali hidup setelah melalui proses revitalisasi menyeluruh. Wisata ini dibuka kembali untuk publik pada tahun 2023.
Revitalisasi dilakukan berdasarkan studi cagar budaya, sehingga setiap sudutnya benar-benar dirancang untuk menghadirkan kembali kejayaan taman Kerajaan Mangkunegaran.
Melalui konsep pelestarian yang modern, Pracima Tuin tidak hanya mempertahankan identitas budaya Solo, tetapi juga mengemasnya dalam suasana yang elegan dan berkelas. Suasan ini membuat siapa pun yang datang merasa seolah memasuki ruang kerajaan yang dipadukan dengan sentuhan kekinian.
Nama Pracima Tuin memiliki arti “taman yang berada di sebelah barat”. Penamaan ini sesuai dengan posisi taman yang memang terletak di sisi barat kompleks Pura Mangkunegaran. Selain mengusung nilai sejarah, kawasan ini juga menjadi zona cagar budaya yang peduli lingkungan.
Pracima Tuin menggunakan Renewable Energy Certificate untuk kebutuhan energi listriknya. Keunggulan ini menjadikannya sebagai salah satu destinasi yang tidak hanya indah dan bernilai budaya, tetapi juga mendukung konsep keberlanjutan.
Secara visual, Pracima Tuin memadukan nuansa keraton Jawa dengan arsitektur bergaya Eropa. Perpaduan kedua gaya ini menciptakan suasana yang begitu megah dan romantis, membuat pengunjung langsung merasakan atmosfer ala bangsawan ketika memasuki kawasan ini.
Lokasinya berada di Jalan Kartini, Timuran, Banjarsari, Surakarta, cukup mudah dijangkau dan menjadi salah satu ikon baru wisata budaya dan kuliner di Kota Solo.
Di dalam kawasan Pracima Tuin, terdapat beberapa bangunan utama yang memiliki fungsi berbeda. Area Pracimasana menjadi pusat restoran sekaligus ruang seni untuk berkolaborasi dalam kegiatan budaya.
Lalu ada Pracimaloka yang berperan sebagai ruang pemberdayaan UMKM lokal. Sementara Pracimawisik menjadi tempat mengeksplorasi kuliner khas Mangkunegaran yang disajikan dengan tampilan modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Untuk menikmati hidangan di restoran Pracimasana, pengunjung wajib melakukan reservasi terlebih dahulu karena setiap harinya hanya tersedia kuota sekitar 175 orang. Reservasi dapat dilakukan melalui Instagram @pracimamn.
Setelah berhasil memesan, pengunjung akan mendapatkan kode booking yang harus ditunjukkan saat tiba di gerbang masuk. Dengan sistem reservasi ini, pengalaman makan menjadi lebih privat, nyaman, dan terkontrol.
Menu-menu yang disajikan pun menggugah selera, mulai dari minuman tradisional seperti kunyit asam dan pareanom, sampai hidangan pembuka khas keraton seperti ayam linting dan sop rempah yang aromanya begitu menggoda.
Semua hidangan disajikan dalam tampilan elegan, menjadikan pengalaman makan terasa seperti jamuan kerajaan.
Jam operasional Pracima Tuin berlangsung dari pukul 10.00 hingga 21.00 dengan pembagian empat sesi makan. Sesi 1 pukul 10.00, sesi 2 pukul 12.00, sesi 3 pukul 14.30, dan sesi 4 pukul 19.00. Setiap sesi berlangsung selama 90 menit.
Pengunjung juga perlu memperhatikan aturan berpakaian, yaitu mengenakan atasan berkerah dan bawahan panjang. Sandal jepit tidak diperbolehkan, demikian pula membawa makanan atau minuman dari luar.
Berada di Pracima Tuin memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar bersantap. Di sini, pengunjung bisa merasakan perpaduan antara sejarah, seni, dan kemewahan modern yang dikemas sangat apik.
Taman yang terawat, bangunan megah, hingga suasana yang menenangkan menjadikan tempat ini simbol bagaimana warisan budaya dapat dihidupkan kembali dengan cara yang relevan, elegan, dan memanjakan setiap tamu.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi royal dinner di jantung Kota Surakarta, Pracima Tuin adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.






