Jatengkita.id – Salah satu rekomendasi kawasan wisata alam Blora yang edukatif dan penuh nilai historis adalah sumur Angguk. Sumur ini merupakan sumber minyak melimpah yang berada di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sumur Angguk direkomendasikan sebagai salah satu wisata geologi dan edukasi. Nama “angguk” sendiri disematkan karena bergerak mengangguk-angguk selama proses memompa minyak dari dalam bumi.
Sumur yang merupakan peninggalan kolonial Belanda ini mengeluarkan bunyi nyaring dan memiliki bentuk yang unik. Sampai sekarang, sumur tersebut masih aktif dengan terus memompa minyak mentah atau gas dari dalam perut bumi.
Proses eksploitasi tradisional masih dilakukan oleh para penambang, sehingga mereka mudah memproduki minyak mentah hingga sekarang.
Sumur Angguk menyimpan peluang besar untuk dikembangkan, terutama melalui wisata alam. Daya tarik yang ditawarkan adalah nilai sejarah dan pemandangan alam yang indah serta masih alami.
Di sini, pengunjung bisa melihat secara langsung keunikan teknologi sederhana yang digunakan sejak zaman kolonial. Selain itu, kawasan hutan yang dilewati juga menjadi daya tarik tambahan untuk belajar konservasi lingkungan dan sumber daya alam.
Artikel terkait: Industri Migas Blora : Memahami Sejarah dan Perkembangannya

Latar Belakang
Kabupaten Blora memang terkenal sebagai salah satu daerah dengan dengan sumber minyak yang melimpah. Banyak ditemukan sumur minyak yang sudah ada sejak penjajahan Belanda. Minyak bumi tersebut dikelola oleh penambang tradisional, baik secara perorangan maupun berkelompok.
Bermula pada tahun 1880, ilmuwan Belanda, Andrian Stoop menemukan ladang minyak di Desa Ledok, Cepu. Kemudian pada tahun 1893, diadakan pengeboran pertama kali dengan menggunakan alat-alat tradisional kala itu.
Berlanjut pada tahun 1894, dibangunlah kilang minyak oleh De Dordtsche Potroleum Maatschappij. Hingga kini, tambang minyak tradisional sudah banyak di temui di Kabupaten Blora.
Sebaran tambang minyak tersebut tidak hanya berada di Desa Ledok, namun juga berada di desa lainnya. Oleh karena itu, Kabupaten Blora dijuluki pengasil tambang terbesar dengan pendapatan minyak yang sangat memuaskan.
Dulu, tambang minyak di desa-desa masih dikelola oleh Pertamina. Tapi sekarang, di beberapa desa, pengelolaan sudah dipegang oleh pemerintah daerah dan dikelola oleh koperasi daerah atau badan usaha lainnya.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






