Jatengkita.id – Bagi pengidap asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), menjalankan puasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Pemilihan makanan dan minuman yang tepat sangat penting untuk mencegah gejala asam lambung yang dapat mengganggu kenyamanan selama berpuasa.
Beberapa jenis minuman tertentu bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung, sedangkan yang lain justru dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan menjaga keseimbangan asam dalam lambung.
Artikel ini akan membahas minuman yang disarankan serta minuman yang perlu dihindari oleh pengidap asam lambung selama bulan Ramadan.
Penyebab Asam Lambung Kambuh saat Puasa
- Perut Kosong dalam Waktu Lama
Tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung yang akhirnya memicu gejala seperti perih, nyeri, dan sensasi terbakar di dada.
- Pola Makan yang Tidak Teratur
Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka atau sahur, terutama makanan yang tinggi lemak dan asam, dapat memicu refluks asam.
- Jenis Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi
Beberapa makanan dan minuman memiliki sifat asam atau dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga menyebabkan asam lambung naik ke atas.
- Posisi Setelah Makan
Langsung tidur setelah makan sahur atau berbuka dapat menyebabkan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan karena gravitasi tidak membantu menahannya di lambung.

Minuman yang Perlu Dihindari oleh Pengidap Asam Lambung saat Puasa
- Kopi
Kopi mengandung kafein yang dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain itu, kopi juga dapat merangsang produksi asam lambung berlebihan.
- Teh dengan Kafein
Meskipun teh herbal bermanfaat, teh yang mengandung kafein seperti teh hitam dan teh hijau dapat memicu refluks asam. Oleh karena itu, pengidap asam lambung sebaiknya menghindari teh berkafein, terutama dalam kondisi perut kosong.
- Jus Jeruk dan Jus Tomat
Jus dari buah-buahan dengan tingkat keasaman tinggi, seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, dan tomat, dapat memperparah gejala asam lambung. Asam yang terkandung dalam jus ini dapat merangsang produksi asam lambung berlebih dan menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.
- Minuman Bersoda
Minuman berkarbonasi seperti soda dapat meningkatkan tekanan di dalam perut, yang berpotensi mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, soda sering mengandung kafein dan gula dalam jumlah tinggi yang dapat memperburuk gejala GERD.
- Susu Tinggi Lemak
Susu tinggi lemak dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Jika tetap ingin mengonsumsi susu, pilihlah susu rendah lemak atau susu nabati seperti susu almond atau kedelai.
Minuman yang Disarankan untuk Pengidap Asam Lambung saat Puasa
Agar tetap nyaman saat menjalankan ibadah puasa, berikut adalah beberapa minuman yang aman dan bahkan bermanfaat bagi pengidap asam lambung.

- Air Putih
Air putih adalah minuman terbaik bagi siapa pun, termasuk pengidap asam lambung. Minuman ini membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mendukung proses pencernaan yang sehat.
Minumlah air putih dalam jumlah cukup dengan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat malam hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat berbuka puasa. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi risiko produksi asam lambung berlebihan.
- Air Kelapa
Air kelapa memiliki sifat basa alami yang dapat menetralkan asam lambung dan membantu meredakan gejala GERD. Selain itu, kandungan elektrolitnya membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa.
- Susu Rendah Lemak atau Susu Nabati
Meskipun susu biasa dapat memperburuk gejala asam lambung, susu rendah lemak atau susu nabati seperti susu almond, susu kedelai, dan susu oat lebih aman dikonsumsi. Susu nabati mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung lemak jenuh yang dapat memicu refluks asam.
- Teh Herbal (Tanpa Kafein)
Beberapa jenis teh herbal, seperti teh chamomile dan teh jahe, dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan mengurangi iritasi pada lambung. Jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat meredakan nyeri akibat asam lambung.
- Jus Buah Rendah Asam
Jus buah dapat menjadi pilihan yang baik jika dibuat dari buah yang rendah asam seperti pisang, pepaya, semangka, pir. Buah-buahan ini memiliki kandungan enzim alami yang dapat membantu melindungi lapisan lambung dari iritasi.
- Wedang Jahe
Jahe mengandung senyawa aktif yang dapat membantu menekan produksi asam lambung berlebihan serta melawan bakteri Helicobacter pylori, yang sering dikaitkan dengan tukak lambung dan refluks asam. Wedang jahe dapat diminum saat berbuka atau sahur untuk membantu menenangkan lambung.
Baca juga : Jangan Skip! Rekomendasi 9 Buah untuk Buka Puasa
Tips Tambahan untuk Pengidap Asam Lambung saat Puasa
Selain memperhatikan pilihan minuman, berikut beberapa tips tambahan agar pengidap asam lambung dapat menjalani puasa dengan nyaman.

- Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka
Makan dalam porsi besar bisa memberikan tekanan pada lambung dan memperparah gejala asam lambung. Sebaiknya, berbukalah dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, lalu tunggu sekitar 15-30 menit sebelum makan utama.
- Kunyah Makanan dengan Baik
Mengunyah makanan dengan baik membantu pencernaan bekerja lebih efisien dan mengurangi risiko refluks asam.
- Hindari Tidur Langsung Setelah Makan
Berbaring setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Sebaiknya, beri jeda setidaknya 2-3 jam sebelum tidur.
- Gunakan Posisi Tidur yang Tepat
Jika sering mengalami refluks saat tidur, coba gunakan bantal tambahan untuk mengangkat posisi kepala lebih tinggi agar asam lambung tidak mudah naik.
- Hindari Makanan Pedas dan Berlemak
Selain minuman, makanan pedas dan tinggi lemak juga dapat memperburuk gejala GERD.
- Konsultasi dengan Dokter
Jika gejala asam lambung sering kambuh atau tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Menjalankan puasa bagi pengidap asam lambung memang memerlukan perhatian ekstra, terutama dalam memilih makanan dan minuman.
Dengan pola makan yang sehat dan pemilihan minuman yang tepat, pengidap asam lambung tetap bisa menjalani puasa dengan nyaman dan tanpa gangguan kesehatan. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang lebih sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






