Vibes Jawa! Deretan Alat Masak Tradisional Ini Masih Eksis

Vibes Jawa! Deretan Alat Masak Tradisional Ini Masih Eksis
Kendhi (Gambar: versilama.budaya-indonesia.org)

Jatengkita.id – Di era modern saat ini, budaya makanan katering atau layanan pesan-antar sangat mengakrabi kehidupan sehari-hari. Namun, di tengah modernisasi tersebut, masyarakat Jawa justru masih mempertahankan budaya memproduksi makanan sendiri dengan alat masak tradisional yang masih difungsikan.

Dapur, ternyata menjadi salah satu bagian rumah yang memiliki nilai rasa tersendiri bagi orang Jawa. Bukan sekadar memasak, dapur juga sering menjadi tempat istirahat dan diskusi santai.

Dalam masyarakat Jawa, dapur sering disebut “pawon”. Sebutan ini mengacu pada tempat untuk memasak yang terbuat dari tanah liat. Bahan bakarnya menggunakan kayu bakar. Pawon masih sering digunakan untuk keperluan masak dalam jumlah besar, biasanya saat hajatan.

Beragam alat masak tradisional berikut ini masih kita jumpai pada sebagian besar masyarakat Jawa.

  1. Dandang

Untuk memasak nasi, masyarakat Jawa kuno biasanya masih menggunakan dandang. Alat ini terbuat dari aluminium atau tembaga dengan paket alat lain sebagai kukusan yang berbentuk lancip dan terbuat dari bambu.

Alat ini masih sering menjadi alternatif karena dinilai menghasilkan nasi yang pulen dan wangi. Masyarakat Jawa masih menggunakan alat ini, terutama jika ada hajat besar yang membutuhkan nasi dalam jumlah besar.

  1. Ngaron

Alat ini terbuat dari tanah liat. Fungsinya untuk memasak nasi sebelum dipindahkan ke kukusan.

  1. Kalo

Masyarakat Jawa sering menggunakannya untuk menyaring perasan santan kelapa. Namun, Kalo juga difungsikan untuk menyaring makanan kukusan atau meniriskan sayuran saat dicuci. Alat ini terbuat dari bahan bambu yang dianyam.

  1. Genthong

Terbuat dari tanah liat, genthong memiliki ukuran besar yang digunakan untuk menyimpan air.

  1. Kendhi

Salah satu alat dapur yang populer adalah kendhi. Perkakas ini terbuat dari tanah liat yang memiliki fungsi seperti teko. Banyak masyarakat Jawa yang menyebut sensasi air minum dalam kendhi sangat menyegarkan dan berbeda dengan air kulkas.

Baca juga: Inspirasi Desain Interior Rumah Retro-Jawa

  1. Cowek-Canthuk

Dalam Bahasa Indonesia, kita menyebutnya cobek. Alat ini terbuat dari tanah liat, namun ada juga yang terbuat dari batu. Pasangan cowek adalah canthuk, yang biasanya dibeli satu paket.

Kedua alat ini digunakan untuk mengulek sambal yang diyakini lebih enak jika dibanding sambal instan atau hasil blender. Selain sambal, cowek-canthuk juga bisa digunakan untuk mengulek bumbu atau menghancurkan bahan makanan untuk dimasak.

  1. Wakul

Untuk menyimpan nasi, orang Jawa masih menggunakan wakul. Alat ini terbuat dari anyaman bambu dan memiliki aroma khas yang menjadi daya tarik. Kerena terbuat dari anyaman bambu, uap panas jadi mudah keluar, sehingga nasi tidak cepat basi.

  1. Tampah

Alat ini berbentuk lingkaran dengan diameter agak besar dan terbuat dari anyaman bambu. Umumnya, masyarakat Jawa menggunakannya untuk menampi beras agar dedak dan sekamnya hilang.

Selain beras, tampah juga bisa digunakan untuk menampi bahan lain yang butuh dibersihkan, misalnya kacang hijau atau kedelai. Tampah juga biasanya digunakan untuk menjemur nasi yang basi agar bisa diolah lagi.

alat masak tradisional
Parut (Gambar: tosupedia.com)
  1. Parut

Parut umumnya terbuat dari kayu yang difungsikan untuk memarut kelapa. Selain kelapa, parut juga bisa digunakan pada singkong atau bahan lainnya.

  1. Talenan

Alat ini masih banyak dijumpai dan mudah ditemukan hingga sekarang. Talenan berfungsi sebagai alas untuk memotong bumbu, sayur, daging, atau bahan dapur lainnya.

Talenan yang terbuat dari kayu dinilai lebih awet, tidak mudah bergerak saat dipakai, dan tidak cepat membuat pisau tumpul.

  1. Irus-Enthong

Dua alat ini terbuat dari kayu dan sering disajikan bersama makanan. Irus digunakan untuk mengambil sayur, sementara enthong digunakan untuk mengambil nasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *