Blora Surplus Panen, Wakil Ketua DPRD Makin Yakin Jateng Mampu Penuhi Target Produksi 11,8 Juta Ton

Setya Arinugroho: Aset Daerah Harus Dikelola Terbuka dan Taat Hukum
(Gambar: Jateng Kita)

Blora – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyatakan optimismenya bahwa Jawa Tengah mampu memenuhi target dan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Keyakinan ini muncul menyusul capaian hasil panen padi sebesar 4,09 juta ton sepanjang Januari hingga April 2025 dari yang ditargetkan oleh Pemerintah Pusat sebesar 11,8 juta ton. Selain itu keberhasilan lain dicatatkan pula oleh Kabupaten Blora dalam panen raya denga surplus produksi padi hingga 76 persen dari rata-rata panen tahunan.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa produksi padi di Kabupaten Blora mencapai angka fantastis, yakni 639.000 ton, menjadikannya produsen padi terbesar keenam di Jawa Tengah. Jika dikonversikan menjadi beras, produksi tersebut setara dengan 310.000 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DinpertanKP) Kabupaten Blora, Ngaliman, sebelumnya menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi beras masyarakat Blora setiap tahunnya hanya sekitar 73.000 ton. “Sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat Blora setiap tahunnya hanya 73.000 ton, atau sekitar 24 persen beras yang dikonsumsi warga Blora dari jumlah produksi,” jelas Ngaliman.

Lebih lanjut, Blora juga menunjukkan potensinya sebagai lumbung jagung nasional dengan produksi mencapai 430.000 ton, terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Grobogan.

Menanggapi capaian gemilang Kabupaten Blora ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyampaikan apresiasi dan optimisme yang tinggi. “Keberhasilan panen raya di Blora dengan surplus yang sangat signifikan ini menjadi bukti nyata potensi besar sektor pertanian di Jawa Tengah,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).

Lebih lanjut, Setya Arinugroho menegaskan bahwa surplus produksi di Blora ini memberikan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Jawa Tengah. “Dengan surplus sebesar ini, Blora tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berpotensi besar untuk menyuplai kebutuhan daerah lain, bahkan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Setya Arinugroho berharap keberhasilan Blora ini dapat menjadi motivasi dan contoh bagi daerah-daerah lain di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan produktivitas pertaniannya. “Kita harus terus mendorong petani dengan berbagai program dan kebijakan yang mendukung, mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk yang terjangkau, hingga infrastruktur pertanian yang memadai. Dengan kerja keras dan sinergi yang baik antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi, saya yakin Jawa Tengah akan semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya. Ia juga berharap pemerintah provinsi dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada sektor pertanian, termasuk dalam hal pemasaran dan penyerapan hasil panen, sehingga kesejahteraan petani juga dapat meningkat seiring dengan peningkatan produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *