Jatengkita.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Musyawarah Pembangunan Wilayah (Musrenbang) eks-keresidenan Banyumas. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat (02/05/2025) di Gedung Menara Teratai Kabupaten Banyumas.
Musrenbang ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jawa Tengah Sumarno beserta jajaran, dan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho. Seluruh bupati hadir seperti Bupati Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, serta perwakilan organisasi sosial masyarakat.
Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam pembangunan wilayah.
“Sinergisitas supaya pembangunan kesejahteraan merata pada seluruh masyarakat,” ujarnya.
Setya Arinugroho dalam sambutannya juga menegaskan bahwa sinergitas antarpemerintah sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan di semua wilayah Jawa Tengah. Hal dimaksudkan pada tujuan pembangunan adalah tercapainya kesejahteraan rakyat.

Dalam sesi dialog, beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi mereka. Yatimah dari Organisasi Peka (Perempuan Kepala Keluarga) Banyumas melaporkan bahwa pengembangan potensi wirausaha untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal sudah dilakukan.
Namun, hal tersebut memerlukan dukungan pemerintah. Ahmad Luthfi menanggapi bahwa tantangan utama adalah menciptakan potensi pekerjaan yang dapat menyerap tenaga kerja.
Kabar parlemen : Tugiman DPRD Jateng Dorong BAZNAS Kelola Zakat Profesional dan Akuntabel untuk Entaskan Kemiskinan
Selanjutnya, Devid Kurniawan dari perkumpulan penyandang disabilitas menyampaikan pentingnya akses bagi disabilitas untuk kesetaraan. Selama ini, pemberdayaan kelompok disabilitas di tiap kecamatan belum bisa befrlanjut karena pelatihan masih kurang.
Menjawab hal itu, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemberdayaan bagi penyandang disabilitas sangat penting dan pelayanan kesehatan untuk manula dan disabilitas harus prima.
Berikutnya, Rizki dari Forum Anak menyampaikan isu pelecehan seksual yang marak terjadi di Kabupaten Banyumas. Ia meminta tindakan serius dari pemerintah. Gubernur turut menegaskan kolaborasi perlindungan anak dan perempuan sangat penting dan telah diatur dalam undang-undang.
Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergitas antar pemerintah dan masyarakat dalam membangun Jawa Tengah.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!





