Disebut Benteng Pendem Cilacap, Sejarahnya Pernah Terpendam dalam Tanah

Disebut Benteng Pendem Cilacap, Sejarahnya Pernah Terpendam dalam Tanah
(Gambar: Tripadvisor)

Jatengkita.id – Bagi kalian yang menyukai situs sejarah, ada suatu tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Benteng Pendem Cilacap. Berada di Jalan Benteng, Sentolokawat, Kabupaten Cilacap, benteng ini jadi objek wisata populer.

Benteng peninggalan masa koloni ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun secara bertahap selama 18 tahun. Awalnya, benteng ini bernama Kustbatterij Op De Landtong Te Tjilatjap yang berarti suatu bangunan benteng yang menjorok ke arah laut di Cilacap.

Mengulik sejarahnya, benteng ini dulunya digunakan tentara Belanda sebagai markas untuk pertahanan Pantai Selatan Pulau Jawa. Belanda menilai bahwa Cilacap sebagai daerah sangat strategis dan sangat vital untuk pendaratan. Pantainya terlindung oleh Pulau Nusakambangan hingga tahun 1942.

Pada waktu itu, pelabuhan Cilacap merupakan satu-satunya pelabuhan laut dalam di Selatan pulau Jawa. Maka dari itu, Belanda tidak main-main dalam memperkuat pertahanannya di kawasan ini.

Benteng ini menjadi rumah bagi tentara Belanda dengan pasokan amunisinya. Letaknya yang bersebalahan langsung dengan Nusakambangan dan berhadapan ke arah Samudra Hindia, membuat Benteng Pendem berada di posisi yang strategis.

Mereka bisa memantau lalu lintas lautĀ  dan menghalau kapal asing. Hingga masuknya tentara Dai Nippon (Jepang) ke Indonesia, Benteng Pendem dialihfungsikan sebagai markas tentara Jepang setelah jatuh ke tangan mereka.

Benteng Pendem kemudian ditinggalkan oleh tentara Jepang setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II. Menurut catatan sejarah, tepatnya setelah kemerdekaan Indonesia, Benteng Pendem pernah dalam keadaan kosong selama kurang lebih dua tahun.

Kemudian pada tahun 1952 akhir, tempat ini dijadikan sebagai markas Tentara Nasional Indonesia, seperti Pasukan Banteng Loreng. Pemanfaatan benteng pendem ini dalam sejarahnya juga sempat dijadikan sebagai markas latihan lintas hutan, gunung, rawa dan laut oleh Pasukan RPKAD (KOPASSUS).

Mereka membangun Tugu Monumen Peluru dua buah sebagai pintu utama masuk ke dalam Kompleks Benteng Pendem. Seiring berjalannya waktu, dari tahun 1965 sampai 1986, lokasi Benteng Pendem tertutup oleh tanah dan pasir dengan keadaan terlantar.

Hingga kemudian, pemerintah melakukan pembangunan dermaga kapal, kantor, serta tangki minyak untuk Pertamina. Kawasan ini terkenal dengan sebutan Area 70, di mana lokasi yang dimanfaatkan adalah sebagian dari area Benteng Pendem.

Setelah berpuluh-puluh tahun terpendam, akhirnya pada tanggal 26 November 1986, seorang warga Cilacap memberanikan diri untuk menggali dan menata lingkungan benteng lagi.

Sejak tanggal 28 April 1987, Benteng Pendem akhirnya resmi dibuka untuk umum hingga saat ini dijadikan sebagai objek wisata bersejarah.

Benteng ini menempati area sekitar 6.5 hektare yang terdiri atas beberapa bangunan penting di dalamnya. Tempat tersebut adalah bala tentara yang merupakan tempat tinggal prajurit. Kemudian penjara bawah tanah di mana tempat tersebut dijadikan sebagai penjara bagi para tawanan.

Benteng Pendem Cilacap
(Gambar: Tripadvisor)

Selain dua tempat penting tersebut, ada beberapa bangunan yang ada di dalam Benteng Pendem diantaranya.

  • Parit
    Parit ini di masa lalu melingkari area benteng di bagian tepinya. Tapi pada saat sekarang baru tergali sepanjang 500 meter. Parit tersebut dimanfaatkan untuk pembuangan air dari dalam terowongan dan sebagai penghambat lajunya musuh ke dalam Benteng Pendem.
  • Lorong Rahasia
    Tempat ini diyakini sebagai lorong yang langsung terhubung ke Nusakambangan.
  • Ruang Komando
    Tempat ini merupakan pusat kendali dan komunikasi milter. Selain itu juga merupakan ruang pengintaian yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Bangunannya terbuat dari batu bata merah khas Eropa, dengan atap melengkung.
    Selain itu benteng ini semi terpendam yang dibangun dibawah permukaan tanah agar lebih sulit terlihat dari laut dan sekaligus untuk perlindungan dari serangan meriam musuh.
  • Barak
    Barak 14 dibangun pada tahun 1877 yang terdiri dari 14 kamar, digunakan untuk tempat istirahat/tempat tidur.
  • Klinik
    Dibangun sebagai tempat kesehatan dan merupakan bangunan terakhir di antara bangunan lainnya.
  • Benteng pertahanan
    Ada 2 macam Benteng Pertahanan, yaitu Benteng Pertahanan yang dilengkapi dengan atap atau disebut Pertahanan sempurna dan Benteng Pertahanan dada/terbuka, bagian bawahnya dilengkapi rongga setengah lingkaran untuk tempat mesiu yang digunakan sebagai tempat penembakan jarak pendek.
  • Monumen Peluru
    Monumen ini dibuat oleh Tentara Republik Indonesia (RPKAAD) ketika memanfaatkan lokasi Benteng Pendem sebagai tempat latihan dan pendaratan laut.
  • Terowongan
    Terowonfan ini diketahui punya panjang sekitar 100 meter dan terdapat empat pintu masuk yang dilengkapi dengan instalasi. Di dalamnya ada ruang Perwira dan ruang rapat.
    Terowongan ini dimanfaatkan sebagai tempat pengaturan strategi penyerangan dan sebagai tempat perlindungan yang terakhir.
    Di dalam terowongan, ada 6 ruangan meriam dan 6 pucuk meriam. Dua pucuk meriam mengarah ke parit sebelah Utara. Sedangkan satu buah mengarah ke arah barat, satu buah mengarah ke arah jalan menuju gudang senjata, dan dua buah di bagian ujung selatan mengarah ke timur (parit).
  • Gudang senjata
    Pada waktu itu, amunisi yang digunakan adalah sejenis serbuk yang mudah meledak. Maka, di dalamya ada ruangan dibawah berisi air yang digunakan sebagai pendingin. Terdapat juga arak-rak untuk menyimpan senjata di dalamnya.
  • Tempat penembakan jarak jauh
    Pada bagian atas Benteng, terdapat 13 tempat penembakan jarak jauh, 6 pucuk meriam mengarah ke Samudra Indonesia (Timur) dan lima pucuk meriam mengarah ke Selat Nusakambangan

Baca juga : Mengenal Kilang Minyak Cilacap, Terbesar di Indonesia

Benteng Pendem juga dikenal sebagai tempat yang mistis karena beberapa kisah yang cukup dramatis serta legend di sekitar area. Dengan berbagai kisah, suasana, dan sejarahnya yang panjang ini menjadikan Benteng Pendem punya atmosfir yang berbeda sehingga menarik minat para wisatawan.

Tempatnya yang sangat luas, dengan nuansa alam sejuk dan bersih membuat Benteng Pendem penuh dengan keindahan dan juga misteri. Tapi dibalik kisah masa lalunya, benteng ini jadi tempat hitsĀ karena punya banyak spot yang menarik ditambah ilmu pengetahuan yang edukatif.

Benteng Pendem juga punya fasilitas yang memadai seperti toilet, tempat gathering atau agenda rombongan yang masih sangat asri.

Harga tiket destinasi ini dibanderol Rp10.000. Kemudian, untuk parkir motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Wisata ini buka setiap hari mulai dari jam delapan pagi hingga enam sore.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *