SEMARANG – Panitia Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII mengumumkan ratusan nama penulis yang lolos kurasi puisi pada awal Agustus 2025.
Salah satunya adalah Zulfa Naurah Nadzifah. Ia merupakan alumnus UNNES Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang kini menggeluti profesi content writer.
Even ini akan digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada tanggal 11-14 September 2025. Sebelumnya, pertemuan penyair sudah berjalan hingga pertemuan ketiga belas dan berlangsung setiap dua tahun sekali.
PPN diikuti oleh para sastrawan dari berbagai negara dari kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Thailand.
Even ini tak hanya akan jadi ajang berjejaring bagi sesama penulis, namun juga momentum ilmiah untuk berdialektika mengenai sastra di kawasan Nusantara.
Beragam seminar khusus untuk peserta, peninjau, dan panitia rencananya digelar dengan beragam tema sepanjang tanggal 11 hingga 14 September 2025.
Tema puisi yang diangkat adalah erdamaian dan Persaudaraan yang diharapkan jadi spirit para penulis untuk melahirkan puisi-puisi soal kemanusiaan. Pertemuan ini pun didukung oleh banyak pihak termasuk Gubernur DKI Jakarta.
Acara ini akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Selain itu akan dihadiri oleh Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.

Ratusan peserta PPN dan 51 peninjau yang datang dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara di wilayah ASEAN akan bertukar ilmu dan ketertarikan pada kesusastraan.
Indonesia mengirimkan 175 penyair dari berbagai daerah. Sebanyak 50 penyair dari luar negeri juga dipastikan hadir, menjadikan pertemuan ini sebagai even sastra terbesar yang menjembatani suara puisi lintas negara serumpun.
Forum penyair ini juga akan jadi ruang strategis untuk merayakan keberagaman budaya melalui puisi serta memperkuat solidaritas antarbangsa di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.
Dalam rangkaian acara juga akan dilaksanakan peluncuran Antologi Puisi PPN XIII, seminar sastra, baca puisi, orasi budaya, dan wisata budaya.
Zulfa menilai kegiatan ini akan jadi momen penting dalam ketekunannya berlatih puisi dan mempublikasikannya ke Instagram dengan tagar #sunnahpuisiseninkamis sejak tahun 2022.
Meski sempat tak percaya diri, karena pertemuan ini didominasi oleh senior sastra dari berbagai daerah, tapi Zulfa antusias dengan undangan dari panitia PPN XIII awal Agustus lalu.
Saat ini Zulfa Naurah Nadzifah bermukim di Menoreh, Sampangan, Semarang. Tulisannya, terutama artikel, telah tersebar di banyak situs di banyak media massa di Indonesia, seperti suaraonline.com, timenews.com, hingga qwords.com.
Puisinya dari sejumlah perlombaan penulisan puisi yang telah diikuti sejak bangku sekolah menengah pertama pun telah terhimpun pada sejumlah antologi bersama. Pada tahun 2018 ia juga menerbitkam antologi puisi tunggalnya berjudul “Penegasan”.
Ikuti saluran WhatsApp Jateng Kita untuk informasi lainnya!






