Jatengkita.id – Dahulu, dunia pertelevisian banyak diwarnai dengan tontonan yang asik dan unik. Salah satunya drama kolosal Indonesia. Tontonan ini sering menampilkan tempat, karakter, hingga kostum yang menarik, sehingga berhasil memikat hati penonton.
Lantas, drama kolosal apa saja yang pernah booming pada masanya? Berikut rangkumannya.
- Tutur Tinular
Drama kolosal berlatar sejarah runtuhnya Singasari menuju Majapahit ini diproduksi pertama kali pada tahun 1989 dan diremake beberapa kali hingga tahun 2011.
Drama ini menggambarkan masa peralihan kekuasaan dari Kerajaan Singasari ke Kerajaan Majapahit, yang turut melibatkan tokoh sejarah seperti Raden Wijaya. Tutur Tinular berfokus pada tokoh fiktif bernama Arya Kamandanu yang mencari jati diri dan kebenaran.
Ia digambarkan dengan karakter pemuda yang baik hati dan pemalu. Ia juga bukan sosok laki-laki yang percaya diri dalam mengutarakan isi hatinya terhadap seorang wanita. Tokoh Arya ini terkenal dengan senjata andalannya, yaitu pedang Naga Puspa.
Hal menarik dari drama kolosal Tutur Tinular ada pada kisah kepahlawanan Arya Kamandanu dengan drama persaudaraan dan kisah cintanya yang tragis.
- Angling Dharma
Drama kolosal Angling Dharma sempat booming pada masanya. Alur cerita dan tokoh yang ada di dalamnya cukup menarik. Angling Dharma diadaptasi dari cerita rakyat yang menggambarkan perpecahan di Kerajaan Malawapati dan pertarungan melawan kejahatan.
Dikisahkan, Angling Dharma adalah raja sakti dan bijaksana. Ia sangat mencintai rakyatnya. Hidupnya sering dihadapkan pada perseteruan, salah satunya dengan Sudawirat.
Menariknya, raja bijaksana ini memiliki kemampuan memahami bahasa binatang melalui Aji Gineng. Cerita berfokus pada konflik perebutan tahta dan kutukan menjadi belibis putih.
- Misteri Gunung Merapi

Selanjutnya, ada drama kolosal berjudul Misteri Gunung Merapi dari legenda yang dipercaya masyarakat. Kisah ini bercerita tentang penyihir alam gaib yang bangkit dari kubur setelah 130 tahun hanya untuk membalaskan dendamnya pada keturunan Ki Ageng Prayogo, yang dulu menguburnya di peti dengan rajah khusus.
Cerita berfokus pada penyihir gaib (Mak Lampir) yang diyakini merupakan putri dari kerajaan Champa. Wajahnya dikenal cantik, namun berubah menjadi jelek karena sakit hati terhadap kematian sang kekasih yaitu Panglima Kumbang.
Tokoh Mak Lampir menjadi ikonik karena tawa melengking dan suara seraknya yang menakutkan. Drama kolosal ini diadaptasi ke dalam latar Jawa (Gunung Merapi) pada masa Kesultanan Mataram.
- Kaca Benggala
Drama kolosal berikutnya yang cukup populer berjudul Kaca Benggala. Drama ini tayang pada tahun 1994 dan diproduksi oleh Genta Buana Paramita.
Serial ini diadaptasi dari kisah perjalanan hidup tokoh-tokoh seperti Nyai Basingah, Tembini, dan Demang Kembang Sempol pada masa Kerajaan Pajang dan Mataram.
Drama ini mengisahkan pertarungan dan kisah cinta berlatar sejarah. Cerita berfokus pada konflik akibat perilaku dan perjuangan, termasuk intrik di sekitar sosok seperti Nyai Basingah, seorang penari taledhek.
Serial ini juga tak luput memasukkan elemen fantasi dengan unsur-unsur misteri seperti keajaiban serta gangguan makhluk gaib.
- Saur Sepuh
Saur Sepuh merupakan serial kolosal yang bercerita tentang pendekar sakti bernama Brama Kumbara yang berjuang mendirikan dan memimpin kerajaan Madangkara.
Cerita berfokus pada sosok Brama muda, yang giat menuntut ilmu kesaktian hingga mengalami berbagai petualangan.
Kisahnya melibatkan intrik politik dan konflik antarkerajaan, khususnya perselisihan antara Majapahit oleh Wikramawardhana dan Kerajaan Pamotan oleh Bhre Wirabhumi, putra selir Hayam Wuruk.
Serial ini berhasil menggabungkan beberapa unsur dalam satu cerita, yaitu sejarah, fantasi, laga, dan percintaan.






