Jatengkita.id – Bukan cuma tempat makan biasa, Toko Oen adalah ikon legendaris di Kota Semarang yang sudah berdiri sejak tahun 1936. Suasana klasiknya membuat siapa pun serasa diajak menembus lorong waktu ke era kolonial Belanda.
Mulai dari interior lawas hingga nuansa bangunannya yang khas, setiap sudut Toko Oen menyimpan cerita sejarah yang begitu kuat. Tak heran jika tempat ini menjadi destinasi favorit para pecinta kuliner sekaligus pemburu suasana tempo dulu.
Akar Sejarah dari Sang Pendiri
Perjalanan panjang Toko Oen bermula dari pasangan Liem Gien Nio yang akrab disapa Oma Oen bersama sang suami, Oen Tjoen Hok atau Opa Oen. Usaha kuliner ini pertama kali hadir di Yogyakarta pada tahun 1910, sebelum akhirnya membuka cabang di Semarang pada 1936.
Menariknya, hingga sekarang Toko Oen masih dikelola oleh keluarga pendirinya secara turun-temurun. Keaslian cita rasa dan resep lawasnya pun tetap dipertahankan, membuat setiap hidangan terasa autentik dan penuh nostalgia dari masa ke masa.
Nuansa Klasik yang Memikat
Daya tarik terbesar Toko Oen tak hanya terletak pada menu makanannya, tetapi juga pada bangunan bergaya kolonial klasik yang masih terjaga hingga sekarang.
Dari luar, restoran ini sudah tampak begitu ikonik. Atap tinggi melengkung, jendela-jendela besar, serta dominasi warna putih yang memberi kesan elegan dan mewah ala bangunan Eropa tempo dulu.
Tak heran jika siapa pun yang melintas di kawasan Jalan Pemuda akan langsung menoleh. Pesona bangunannya begitu khas dan berbeda dari tempat makan modern pada umumnya.

Saat memasuki bagian dalam restoran, nuansa nostalgia semakin terasa kuat. Interiornya masih mempertahankan sentuhan klasik dan atmosfernya yang tenang membuat pengunjung serasa kembali ke masa lampau.
Suasana nyaman inilah yang membuat Toko Oen bukan hanya cocok untuk menikmati hidangan legendaris, tetapi juga menjadi tempat favorit untuk bersantai, berbincang bersama keluarga, atau sekadar menikmati suasana klasik yang penuh cerita sejarah.
Menu Legendaris yang Wajib Dicoba
Toko Oen Semarang menawarkan beragam menu legendaris yang cita rasanya tetap dipertahankan sejak era 1930-an. Menu paling ikonik tentu saja Es Krim Toko Oen, terutama varian Es Krim Soda yang menjadi favorit banyak pengunjung.
Dibuat dengan resep asli warisan Oma Oen dan menggunakan mesin es kuno dari Italia, es krim ini memiliki tekstur khas dengan rasa manis yang pas dan tidak berlebihan.
Terdapat rasa klasik seperti cokelat, vanila, dan stroberi. Selain itu, ada juga varian unik seperti tutti frutti, tiramisu, hingga OEN’s Symphony.
Selain es krim, Roti Bakar Toko Oen juga menjadi menu yang paling sering diburu pengunjung. Teksturnya lembut di dalam dan renyah di luar. Menu ini disajikan dengan berbagai pilihan topping seperti mentega, keju, selai, hingga telur.
Salah satu menu favoritnya adalah Uitsmijter, roti bakar dengan telur mata sapi yang sederhana tetapi memiliki cita rasa khas ala tempo dulu. Untuk menu berat, pengunjung bisa menikmati berbagai hidangan Eropa klasik.
Beberapa di antaranya Biefstuk Hamburg, bistik lidah sapi, Wiener Schnitzel, cordon bleu, steak, hingga olahan seafood dan pasta yang tetap mempertahankan resep turun-temurun.
Tak hanya menu bergaya Eropa, Toko Oen juga memiliki hidangan lokal dan Chinese food yang sudah melegenda. Nasi goreng spesial, cap cay khas Chinese, hingga sate ayam menjadi menu favorit yang rasanya tetap konsisten sejak dahulu.
Untuk makanan pembuka, tersedia kroket, risoles, lumpia khas Toko Oen, bitterballen, sampai poffertjes ala Belanda yang creamy dan lembut. Pilihan sup seperti creamy chicken soup, sup buntut, dan capcay kuah juga cocok dinikmati.
Bagi pecinta camilan dan kue jadul, Toko Oen juga menawarkan aneka kue kering legendaris yang sudah populer sejak puluhan tahun lalu. Mulai dari nastar, kastengels, speculaas khas Belanda, lapis legit, hingga lidah kucing dan bokkepootjes. Rasa autentik tersebut sulit ditemukan di tempat lain.






