Menjelajahi Kelezatan Warisan Kuliner Grobogan

Menjelajahi Kelezatan Warisan Kuliner Grobogan
Sego Pager (Gambar: madosijateng.com)

Jatengkita.id – Kabupaten Grobogan menawarkan kekayaan kuliner tradisional yang siap memanjakan lidah. Di setiap sudut daerahnya, tersaji beragam hidangan khas, mulai dari yang sederhana dan merakyat hingga olahan berbumbu rempah yang kaya rasa dan aroma.

Lebih dari sekadar makanan, setiap sajian di Grobogan membawa cerita panjang tentang tradisi, kebiasaan, hingga kearifan lokal masyarakatnya. Cita rasanya yang khas seolah menjadi jembatan untuk mengenal budaya setempat lebih dekat.

Tak heran, kuliner Grobogan bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dirasakan dan dikenang sebagai bagian dari pengalaman yang autentik. 

  • Miwut, Makanan Tradisional yang Sederhana

Miwut, jajanan tradisional khas Jawa yang cukup dikenal di Grobogan, Jawa Tengah, punya pesona sederhana yang bikin ketagihan. Hidangan ini berupa bihun yang disajikan dengan urap sayuran atau kuluban.

Selanjutnya, dipadukan dengan pelengkap khas seperti daun petet atau lamtoro (melanding). Sensasinya makin maknyus saat disantap bersama sambal bawang mentah atau sambal pecel yang menghadirkan rasa segar sekaligus pedas.

Sebagai kuliner “jadul” yang masih bertahan hingga kini, miwut mudah ditemui di pasar tradisional hingga lapak kaki lima di pedesaan, termasuk di Pasar Mbolu, Desa Lebak, Grobogan. Tak heran kalau makanan ini jadi pilihan favorit untuk sarapan atau camilan sore yang merakyat.

Soal harga, miwut juga ramah di kantong, cukup sekitar Rp1.000 per porsi, tergantung tambahan lauk yang dipilih. Meski sederhana, kelezatan miwut tetap terjaga berkat resep turun-temurun yang terus dilestarikan.

  • Sayur Becek, Sup Iga Kaya Rempah

Sayur Becek, kuliner khas Grobogan, bukan sekadar sup iga biasa. Dulunya, hidangan berbahan iga sapi atau kerbau ini hanya disajikan dalam acara hajatan seperti pernikahan atau khitanan sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada tamu.

Kini, Sayur Becek sudah jadi ikon kuliner yang mudah ditemui di Purwodadi dan sekitarnya. Kuahnya segar dengan perpaduan rasa asam dan pedas bikin nagih. 

kuliner grobogan
Miwut Grobogan (Gambar: Pinterest)
  • Pecel Gambringan, Legenda Stasiun

Pecel Gambringan, atau yang lebih akrab disebut Sego Pecel Gambringan merupakan kuliner legendaris dari Kabupaten Grobogan yang sudah eksis sejak era 1940-an. Nama “Gambringan” sendiri diambil dari Stasiun Gambringan, tempat asalnya.

Dulu para pedagang menjajakan nasi pecel langsung di peron hingga ke dalam kereta jurusan Semarang–Cepu. Meski kini aturan tak lagi memperbolehkan jualan di dalam gerbong, pesona kuliner ini tetap hidup dan dicari banyak orang.

Saat ini, Pecel Gambringan bisa dengan mudah ditemukan di berbagai sudut Grobogan, mulai dari sekitar stasiun, kawasan Terminal Purwodadi, hingga warung-warung di sepanjang jalan utama Purwodadi.

Selain rasanya yang khas dan bikin kangen, harganya juga bersahabat, sekitar Rp5.000 hingga Rp15.000 per porsi, tergantung lauk tambahan seperti gorengan yang kamu pilih.

  • Sego Pager, Sarapan khas Godong

Sego Pager, atau yang juga dikenal sebagai Nasi Pager, merupakan menu sarapan khas dari Godong, Kabupaten Grobogan. Nama “pager” sendiri cukup unik, karena terinspirasi dari bahan sayurannya yang berasal dari tanaman pagar hidup di pekarangan rumah.

Dulu, hidangan ini lebih dikenal sebagai Sego Janganan. Sepiring nasi disajikan dengan urap aneka sayuran seperti daun pepaya, kenikir, dan lamtoro, lalu disiram sambal pecel dan ditaburi uyah goreng atau serundeng kelapa.

Penyajiannya yang masih menggunakan pincuk daun pisang semakin menambah nuansa tradisional yang khas.

Kini, Sego Pager mudah ditemui di berbagai sudut Grobogan, terutama di sepanjang Jalan Pemuda Godong hingga kawasan Purwodadi. Selain rasanya yang sederhana tapi bikin nagih, harganya juga sangat ramah di kantong, sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Untuk menambah kenikmatan, biasanya disajikan bersama lauk pelengkap seperti telur dadar, tahu bacem, atau gorengan. Menu ini jadi pilihan sarapan yang mengenyangkan sekaligus merakyat.

  • Lempok Gendong Kedungjati: Lontong Unik

Lempok Gendong Kedungjati adalah salah satu kuliner tradisional khas dari Kedungjati, Kabupaten Grobogan, yang punya ciri unik pada bentuk lontongnya pipih atau gepeng, berbeda dari lontong kebanyakan.

Sajian sederhana ini jadi favorit untuk sarapan, biasanya disantap bersama urap sayuran atau pecel. Dibungkus daun jati atau daun pisang, aromanya makin harum dan menggoda sejak pertama dibuka.

Kuliner ini cukup mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional sekitar Kedungjati, seperti di Pasar Kedungjati hingga area pasar lokal di Gubug. Soal harga, Lempok Gendong termasuk sangat ramah di kantong, mulai dari Rp1.000 per bungkus, tergantung lauk dan pelengkapnya.

Meski sederhana, hidangan ini tetap bertahan sebagai bagian dari tradisi kuliner desa yang praktis, ekonomis, dan penuh cita rasa khas Grobogan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *