Jatengkita.id – Pilkada Jawa Tengah pastikan hanya ada duet Andika Perkasa dan Ahmad Luthfi setelah KPU resmi menyatakannya berdasar jumlah suara. Hal tersebut disampaikan pada hari Rabu (28/08/2024) atau hari kedua pendaftaran Pilkada.
Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono mengungkapkan bahwa jumlah suara yang tersisa tidak lagi memungkinkan adanya calon baru. Meski demikian, pihaknya tetap membuka pendafataran sampai hari terakhir, yaitu tanggal 29.
“Masih ada sisa suara, tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi batas minimal pencalonan,” ujarnya.
Diketahui, pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) mengantongi 5.2 juta suara. Sementara duet Ahmad Luthfi-Taj Yasin berhasil menghimpun 13.7 juta suara sah.
Sisa suara dari total 19.8 juta suara adalah 900 ribu suara. Jumlah ini tidak mencukupi ketentuan untuk mencalonkan gubernur dan wakil gubernur yang membutuhkan minimal 1.2 juta suara. Ketentuan tersebut juga sudah aplikasi dari putusan MK.
Publik banyak menilai bahwa duel kedua pasangan calon ini merupakan duel bintang. Adapula yang memprediksi akan lebih menarik se-pulau Jawa, bahkan melebihi DKI Jakarta. Pasalnya, rekam jejak kedua calon gubernur ini sama-sama berasal dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yaitu TNI dan POLRI.
Nah, apa sajakah fakta menarik dari kontestasi Pilkada Jawa Tengah 2024? Simak ulasan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Litbang Kompas berikut ini!.
1. Latar Belakang Paslon
- Andika-Hendi
Nama Andika Perkasa sejatinya tidak asing bagi masyarakat. Ia adalah purnawirawan Panglima TNI tahun 2021-2022. Ia dikenal dekat dengan Jokowi yang pernah melantiknya sebagai Kepala Staf ANgkatan Darat (KSAD) tahun 2018.
Karirnya melesat dan dipandang memiliki peran dan dampak terhadap stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan penguatan hubungan antara TNI dengan US Army. Oleh karena itu, ia mendapat penghargaan Medals The Legion of Merit, Degree of Commander US Army.

Pada Pemilu 2024 yang lalu, Andika ditunjuk sebagai Wakil Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud.
Sementara itu, Hendrar Prihadi merupakan Wali Kota Semarang dua periode dengan periode kedua hanya berjalan dua tahun. Hendi kemudian dilantik oleh Jokowi sebagai Kepala Lembaga Kebijakaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) periode 2022-2027.
- Luthfi-Yasin
Ahmad Luthfi juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Jokowi. Ia menjabat sebagai Wakapolresta Surakarta saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Karirnya terus menanjak hingga ia mendapatkan posisi sebagai Kapolda Jateng untuk periode 2020-2024.
Tak berhenti disitu, pada tahun 2024, ia ditunjuk sebagai Irjen Kemendag RI bintang dua. Ahmad Luthfi juga diketahui memiliki pengalaman di bidang intelijen keamanan.

Taj Yasin atau Gus Yasin adalah Wakil Gubernur Ganjar Pranowo periode 2018-2023. Ia merupakan cucu dari Kyai Maimoen Zubair. Pada Pemilu 2024, ia mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan berhasil terpilih.
Karena mendaftarkan diri sebagai calon wakil gubernur pada Pilkada 2024, ia harus mengundurkan diri dari keanggotannya sebagai DPD.
2. Jaringan Partai Politik
Pasangan Andika-Hendi menjadi yang pertama mendaftarkan diri ke KPU. Mereka hanya diusung oleh PDIP karena putusan MK terbaru dapat meloloskannya.
Hal ini berbanding dengan pasangan Luthfi-Yasin yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Diantaranya adalah PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS, PAN, dan Demokrat. Sementara itu, partai di luar parlemen ada PSI, Gelora, PPP, PBB, Garuda, dan Partai Buruh.
Jaringan partai politik di Pilkada Jawa Tengah 2024 ini diyakini menjadi faktor yang menarik. PDIP harus bersaing dengan partai koalisi yang tentu secara mesin dan kader memiliki peluang kemenangan lebih besar.
Jawa Tengah dikenal menjadi kandang partai banteng ini. Namun, dalam Pemilu 2024 kemarin, Ganjar Pranowo yang notabene kader PDIP dan Gubernur Jawa Tengah kalah dari Prabowo dari Gerindra.
3. Elektabilitas dan Kekayaan
Nama Andika Perkasa memiliki popularitas jauh di bawah Ahmad Luthfi. Bahkan, purnawirawan TNI ini belum masuk radar. Namun, akar rumput PDIP di Jawa Tengah dinilai akan membantu menaikkan elektabilitasnya dengan cepat.
Sementara itu, menurut Litbang Kompas, nama Taj Yasin masih lebih unggul sedikit dibanding Hendrar Prihadi dengan poin 3.2 persen.
Berbanding terbalik dengan harta kekayaan, Andika Perkasa memiliki kekayaan lebih tinggi dengan perbedaan yang signifikan dengan Ahmad Luthfi. Berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan terakhir oleh Andika Perkasa, kekayaannya pada tahun 2022 sejumlah 184.5 miliar. Saat itu, ia menjabat sebagai panglima TNI.
Sedangkan Ahmad Luthfi memiliki kekayaan sejumlah 10.26 miliar dengan posisi masih aktif sebagai Irjen Kemendag.
Baca juga : Ashim Fikri, Debut Menjanjikan Anak Muda di Pilkada 2024





