Jatengkita.id – Menjelang puncak libur Lebaran 2026, pengamanan di sektor pariwisata di Jawa Tengah semakin diperketat. Sebanyak 224 lokasi wisata di Jawa Tengah resmi masuk dalam prioritas pengawasan khusus oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
Hal ini guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif di tengah lonjakan pergerakan masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi meningkatnya jumlah wisatawan yang biasanya terjadi selama momen libur panjang Lebaran.
Wakil Kepala Polda Jateng, Lutfi Usman, yang dikutip dari tribratanews.polri.go.id, menegaskan bahwa ratusan destinasi tersebut menjadi fokus utama pemantauan karena memiliki potensi keramaian yang tinggi.
Peningkatan Jumlah Kunjungan yang Signifikan
Sejumlah objek wisata unggulan di Jawa Tengah tercatat mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. Lawang Sewu misalnya, telah menarik sekitar 199 ribu wisatawan selama periode libur.
Sementara itu, Masjid Syekh Zayed Solo juga menjadi magnet baru dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 100 ribu orang.

Tak kalah populer, kawasan Candi Prambanan mencatat lebih dari 53 ribu wisatawan. Adapun Candi Borobudur tetap menjadi destinasi unggulan yang konsisten menarik minat wisatawan, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 36 ribu orang dalam kurun waktu 13 hingga 23 Maret 2026.
Meskipun terjadi sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, potensi lonjakan jumlah pengunjung masih sangat mungkin terjadi hingga akhir masa libur Lebaran.
Upaya Penanganan
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik strategis. Personel kepolisian disiagakan di jalur masuk dan keluar destinasi wisata, area parkir, hingga titik-titik yang rawan terjadi kepadatan pengunjung.
Pengawasan ini juga mencakup beragam jenis destinasi, mulai dari wisata alam seperti pantai dan pegunungan, hingga wisata budaya dan religi yang menjadi favorit masyarakat.
Selain fokus pada lokasi wisata, pengamanan juga diperluas ke jalur transportasi yang menghubungkan antardestinasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar. Selain itu juga mengurangi risiko kemacetan yang kerap terjadi selama musim liburan.
Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat guna mendukung pengawasan secara terpadu dan respons cepat terhadap situasi di lapangan.
Peningkatan kewaspadaan ini tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran, baik untuk berwisata maupun bersilaturahmi.
Oleh karena itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di tempat wisata.
Dengan pengawasan ketat di 224 destinasi wisata di Jawa Tengah, diharapkan seluruh rangkaian libur Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Upaya ini sekaligus menjadi bentuk komitmen aparat dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin menikmati momen liburan bersama keluarga tanpa khawatir akan gangguan keamanan maupun ketertiban.






