Jatengkita.id – Es tradisional Jawa Tengah selalu jadi menjadi buruan masyarakat saat waktu berbuka puasa tiba. Cita rasa manis dari gula jawa, gurih santan segar, serta tekstur kenyal dari olahan tepung beras menghadirkan sensasi pelepas dahaga yang tak tergantikan.
Tak sekadar minuman, es-es tradisional ini juga menyimpan jejak sejarah, identitas daerah, dan denyut ekonomi rakyat kecil yang masih bertahan hingga kini. Minuman tradisional tersebut tetap eksis di tengah gempuran minuman modern.
Es Dawet Ayu Banjarnegara, Legenda Manis yang Tak Lekang Waktu
Minuman ini terkenal dengan dawet hijau lembut yang disiram santan gurih dan gula merah cair kental. Aroma pandan dan legitnya gula jawa menjadi ciri khas yang langsung menggugah selera.
Secara historis, Es Dawet Ayu mulai dikenal luas sejak era 1980-an dan semakin populer karena dijadikan oleh-oleh khas daerah. Kata “ayu” yang berarti cantik menjadi simbol tampilan minuman ini yang menarik dan menggoda.
Bahan dawet:
- 200 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 1 liter air pandan (dari rebusan daun pandan atau suji)
- Sejumput garam
Bahan kuah:
- 300 ml santan kental
- 200 gram gula merah, sisir halus
- 100 ml air
- 2 lembar daun pandan
- Es batu secukupnya
- Potongan nangka (opsional)
Cara membuat:
- Campurkan tepung beras, tapioka, air pandan, dan garam.
- Masak sambil diaduk hingga mengental dan meletup-letup.
- Cetak adonan menggunakan cetakan cendol ke dalam wadah berisi air es agar membentuk butiran panjang.
- Rebus gula merah dengan air dan daun pandan hingga larut dan mengental.
- Sajikan dawet dalam mangkuk, siram santan dan gula merah cair, tambahkan es batu serta potongan nangka.
Es Dawet Ireng Purworejo, Hitam yang Autentik
Berbeda dari dawet hijau, Es Dawet Ireng dari Purworejo memiliki warna hitam pekat alami. Warna tersebut berasal dari abu merang (jerami padi yang dibakar), yang dicampurkan dalam proses pembuatan adonan. Teksturnya lebih kenyal dengan rasa manis-gurih yang tetap dominan.
Bahan dawet ireng:
- 200 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 1 liter air abu merang (disaring bersih)
- Sejumput garam
Bahan kuah:
- 300 ml santan
- 200 gram gula merah
- 100 ml air
- Daun pandan
- Es batu secukupnya
Cara membuat:
- Campurkan tepung dengan air abu merang dan garam.
- Masak hingga kental dan matang.
- Cetak ke dalam air es.
- Rebus gula merah dan daun pandan hingga larut.
- Sajikan dawet hitam dengan santan, sirup gula merah, dan es batu.

Es Gempol Pleret, Kuliner Legendaris Jepara dan Solo
Es Gempol Pleret dikenal luas di wilayah Jepara dan Surakarta. Minuman ini terdiri atas dua komponen utama: gempol (bulatan pipih dari tepung beras) dan pleret (adonan lonjong kecil).
Kuliner ini telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari tradisi pasar pagi di Solo. Rasanya ringan namun cukup mengenyangkan sebagai pembuka puasa.
Bahan gempol dan pleret:
- 250 gram tepung beras
- 800 ml santan encer
- Garam secukupnya
Kuah:
- 300 ml santan kental
- 200 gram gula merah cair
- Es batu
Cara membuat:
- Campur tepung beras, santan encer, dan garam.
- Masak hingga kalis.
- Bentuk sebagian menjadi bulatan pipih (gempol) dan sebagian lonjong (pleret).
- Kukus hingga matang.
- Sajikan dengan santan kental, gula merah cair, dan es batu.
Es Legen, Kesegaran Alami Pesisir Utara
Es Legen populer di wilayah Blora, Rembang, dan Pati. Legen berasal dari nira pohon lontar yang disadap secara tradisional. Rasanya manis alami tanpa tambahan gula. Karena mudah mengalami fermentasi, legen sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan segar.
Bahan:
- 500 ml legen segar
- Es batu secukupnya
Cara penyajian:
- Saring legen untuk memastikan kebersihan.
- Sajikan dalam gelas berisi es batu.
- Tidak perlu tambahan gula karena rasa manisnya sudah alami.
Es Dawet Telasih Solo, Kaya Isian dan Tekstur
Es Dawet Telasih berasal dari Surakarta. Minuman ini lebih kompleks karena memadukan dawet, biji telasih, bubur sumsum, dan ketan hitam.
Bahan:
- Dawet hijau secukupnya
- 2 sdm biji telasih (rendam hingga mengembang)
- 100 gram ketan hitam matang
- 200 gram bubur sumsum
- 300 ml santan
- 200 gram gula merah cair
- Es batu
Cara membuat:
- Siapkan semua isian dalam mangkuk.
- Tambahkan santan dan gula merah cair.
- Sajikan dingin dengan es batu.
Es Mangga Muda Semarang, Asam Manis Penyegar
Berbeda dari es berbasis santan, Es Mangga Muda dari Semarang menawarkan sensasi asam-manis segar. Serutan mangga muda disiram larutan gula dan sedikit garam.
Bahan:
- 2 buah mangga muda, serut
- 150 gram gula merah atau gula pasir
- 200 ml air
- Sejumput garam
- Es batu
Cara membuat:
- Rebus gula dan air hingga larut, dinginkan.
- Tata serutan mangga dalam gelas, siram larutan gula, tambahkan sedikit garam dan es batu.
Baca juga: Deretan Takjil Tradisional Khas Jawa Top Markotop






