Jatengkita.id – Magelang yang bersandar di lereng Gunung Merapi dan Gunung Sumbing memang identik dengan Candi Borobudur. Tapi, pesona kota ini tak berhenti di sana. Di balik megahnya candi, tersembunyi deretan wisata alam Magelang yang siap menyegarkan pikiran dan mata.
Mulai dari air terjun yang gemuruhnya bikin hati adem, sampai perbukitan cantik yang fotogenik banget buat isi galeri, semuanya ada di sini. Buat kamu yang lagi butuh kabur sejenak dari rutinitas, Magelang punya banyak alasan untuk disinggahi.
Ini dia 5 rekomendasi wisata alam terbaik yang wajib masuk itinerarymu. Masing-masing punya daya tarik unik dan suasana yang pas banget buat healing tipis-tipis di akhir pekan. Yuk, kita jelajahi!
-
Kedung Kayang: Surga Kolam Alami Biru Toska
Kedung Kayang di Magelang dikenal sebagai surga kolam alami dengan air berwarna biru toska yang begitu memikat.
Lokasinya berada di Dusun Ngagrong, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, di dekat lereng Gunung Merbabu, sekitar 29–30 km atau sekitar 45–60 menit perjalanan dari pusat kota melalui rute Mungkid–Blabak–Candimulyo.
Perjalanan menuju lokasi juga menjadi bagian dari pengalaman serunya. Dari area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 15–20 menit melewati anak tangga, jalan cor, hingga menyeberangi sungai. Bagi yang ingin lebih santai, tersedia ojek lokal yang siap mengantar sampai dekat lokasi.
Destinasi ini dikelilingi tebing hijau dan air terjun yang mengalir deras. Dari sini, pengunjung juga bisa menikmati panorama 360 derajat Gunung Merapi yang begitu memukau. Tak heran jika tempat ini sering jadi pilihan untuk berenang, berburu foto underwater, piknik santai, hingga lokasi prewedding.
Untuk menikmati keindahan Kedung Kayang, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang dengan biaya parkir yang juga terjangkau. Tempat ini biasanya buka dari pagi hingga sore hari.
-
Watu Nganten: Batu Cinta dengan Pemandangan Epik
Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Ngentak, Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Magelang, tersembunyi destinasi alam bernuansa romantis bernama Watu Nganten yang kini juga dikenal sebagai Homosapiens Park Wisata Prasejarah.
Lokasinya sekitar 15 kilometer atau kurang lebih 30 menit dari Kota Mungkid melalui jalur Blabak–Ketep KM 8. Keindahan tempat ini semakin terasa dengan aliran Sungai Mbalen yang deras, grojogan air terjun yang menyegarkan, serta hamparan padang rumput hijau yang menenangkan.
Dari area parkir, pengunjung hanya perlu trekking ringan sekitar 10–15 menit untuk mencapai lokasi utama. Jika datang pagi hari, pemandangan matahari terbit dengan latar Gunung Merbabu dan Merapi sering menjadi momen favorit para pemburu foto.
Kini kawasan ini juga dilengkapi berbagai wahana edukasi bertema prasejarah, seperti lorong waktu prasejarah, patung manusia purba, terapi ikan, dan playground anak. Tersedia pula area camping ground dengan sewa lahan sekitar Rp30.000, tenda Rp60.000, hingga glamping Rp300.000 hingga Rp500.000.
Tiket masuknya Rp15.000 pada hari biasa dan Rp20.000 saat akhir pekan, dengan jam operasional 08.00 sampai 17.00 WIB. Paling ideal datang pagi agar bisa menikmati suasana kabut yang masih magis.
-
Suko Makmur: Negeri Sayur Sukomakmur
Negeri Sayur Sukomakmur adalah destinasi wisata alam sejuk di Dusun Nampan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.
Terletak di lereng Gunung Sumbing pada ketinggian sekitar 1.200–1.700 mdpl, tempat ini menawarkan udara dingin sekitar 20°C dengan pemandangan hamparan kebun sayur hijau yang membentang luas, seolah menjadi lukisan alam di pegunungan.
Berjarak sekitar 25–30 km atau 1–1,5 jam dari Kota Magelang melalui jalur Kaliangkrik–Bandongan–Pasar Beseran, akses menuju lokasi cukup mudah dilalui kendaraan pribadi meski ada beberapa tanjakan.
Daya tarik utamanya adalah terasering ladang sayur seperti kentang, kubis, dan wortel dengan latar megah Gunung Sumbing.
Pengunjung bisa bersantai di gazebo kayu, berjalan santai di antara ladang, atau menikmati teh hangat di kedai sederhana sambil menikmati suasana tenang yang cocok untuk healing maupun berburu foto.
Tiket masuknya sekitar Rp10.000 per orang. Kawasan ini buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Datanglah pagi hari untuk menikmati kabut tipis yang membuat suasananya terasa seperti negeri dongeng.

-
Silancur Highland: Negeri Diatas Awan
Wisata alam populer di Magelang ini terkenal dengan sensasi “negeri di atas awan”. Berada di Dusun Dadapan, Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, tempat ini terletak di lereng timur Gunung Sumbing pada ketinggian sekitar 1.200–1.300 mdpl.
Dari sini, pengunjung bisa menikmati udara pegunungan yang sejuk sekaligus panorama 360 derajat yang menampilkan deretan gunung seperti Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Andong, dan Gunung Telomoyo, berpadu dengan pemandangan perbukitan hijau yang menenangkan.
Lokasinya sekitar 30–45 menit dari pusat Kota Magelang melalui jalur Bandongan–Kalegen. Akses jalan sudah beraspal meski sedikit berbatu di tanjakan terakhir.
Dari area parkir yang luas, pengunjung hanya perlu berjalan sekitar 5–10 menit menuju spot utama yang dipenuhi hamparan rumput hijau, taman bunga warna-warni, gardu pandang, hingga jacuzzi outdoor dan area glamping.
Tempat ini cocok untuk menikmati sunrise spektakuler, berburu foto, camping, atau sekadar bersantai sambil menyeruput kopi hangat.
Tiket masuk berkisar Rp10.000–Rp15.000 per orang, glamping mulai sekitar Rp700.000. Kawasan ini buka dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan fasilitas lengkap seperti toilet, musala, dan warung makan. Datanglah pagi hari agar bisa menikmati suasana pegunungan yang masih tenang dan berkabut.
-
Nepal Van Java
Nepal Van Java masih menjadi primadona wisata eksotis di Magelang hingga 2026. Berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, destinasi ini terletak di lereng Gunung Sumbing pada ketinggian sekitar 1.600–1.750 mdpl.
Jaraknya sekitar 23 km atau 50–90 menit dari pusat Kota Magelang melalui jalur Bandongan–Tonoboyo–Kalegen. Akses jalan sudah beraspal, meski tanjakan curam di beberapa titik membuat sebagian wisatawan memilih menggunakan ojek lokal.
Ikon utamanya adalah deretan rumah warga berwarna-warni yang tersusun bertingkat, menciptakan pemandangan unik yang sering disebut mirip desa di kawasan Himalaya.
Selain panorama rumah bertingkat, pengunjung juga disuguhkan hamparan savana hijau. Kemudian juga pemandangan gunung yang megah, terutama saat kabut tipis muncul di pagi hari dan menciptakan suasana bak negeri dongeng.
Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sini, mulai dari trekking, camping, hingga mencoba flying fox. Tiket masuknya sekitar Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 saat akhir pekan atau libur nasional. Jam operasional 07.00–17.30 WIB.
Fasilitasnya pun cukup lengkap, mulai dari toilet modern, musala, warung kopi khas Sumbing, hingga area glamping yang tersedia mulai sekitar Rp400.000 per malam.
Baca juga: Wisata Magelang ini Cocok Buat Company Gathering






