Salatiga – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks-karesidenan Semarang yang digelar di Kota Salatiga pada Selasa (22/4). Forum strategis bertema “Mengukuhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional” ini dihadiri oleh enam kepala daerah, yakni Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Bupati Demak Eisti’anah, Bupati Grobogan Setyo Hadi, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya menekankan pentingnya Musrenbangwil sebagai wadah perencanaan pembangunan yang berbasis dari bawah ke atas, mulai dari tingkat desa hingga provinsi. Ia menyebut forum ini sebagai sarana krusial untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan Jawa Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Setya Arinugroho menyampaikan optimismenya terhadap forum tersebut. “Tentu kami berharap ini bukan mekanisme birokrasi semata, tapi betul-betul menggali tentang konsep perencanaan yang bottom-up. Tantangan terbesar kepala daerah saat ini adalah sinkronisasi program. Oleh karenanya saya memberikan apresiasi yang besar atas upaya sinkronisasi daerah dan provinsi Jawa Tengah untuk meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Kami sudah mendengar apa yang menjadi potensi dan problematika daerah. Maka dari itu Kami di Badan Anggaran DPRD bersama kepala daerah tentunya akan membahas sebagaimana harapan-harapan bapak ibu semua,” ujar Setya Arinugroho.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan swasembada pangan sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Jawa Tengah menduduki peringkat kedua nasional setelah Jawa Timur dalam hal kontribusi produksi pangan.
Setya Arinugroho sendiri mengaku optimis Jawa Tengah dapat mencapai target produksi 11 juta ton di tahun 2026. Keyakinan ini didasarkan pada capaian produksi yang menggembirakan pada awal tahun 2025. “Dari data yang kami terima, periode Januari hingga April 2025, Jawa Tengah telah berhasil menghasilkan 4,9 juta ton produksi pangan. Ini adalah modal yang sangat baik untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Setya Arinugroho berharap Musrenbangwil ini dapat menghasilkan program-program pembangunan yang sinergis antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga potensi sektor pertanian di Jawa Tengah dapat dioptimalkan dan target sebagai lumbung pangan nasional dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
