Inilah Jejak Nabi Ibrahim AS dalam Ibadah Haji

Inilah Jejak Nabi Ibrahim AS dalam Ibadah Haji
(Gambar : istockphoto.com)

Jatengkita.id – Nabi Ibrahim AS menjadi sosok yang paling dekat dengan prosesi ibadah haji yang dilakukan umat muslim. Tahapan-tahapan ibadah haji menjadi representasi perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS dalam berdakwah.

Lalu, apa saja kisah-kisah yang terabadikan tersebut? Simak penelusurannya berikut ini.

  1. Pembangunan Kakbah
Jejak Nabi Ibrahim dalam Ibadah Haji
(Gambar : istockphoto.com)

Kakbah sejatinya sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Bangunan kubus ini kemudian musnah setelah peristiwa bencana banjir pada era Nabi Nuh AS. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangunnya kembali sebagai tempat ibadah pertama bagi kaum muslim.

Makam Nabi Ibrahim yang menjadi tempat berdirinya saat membangun Kakbah menjadi salah satu situs penting dalam prosesi ibadah haji. Jemaah dianjurkan untuk melaksanakan salat setelah tawaf. Kisah pembangunan ulang Kakbah ini diabadikan dalam QS. Al-Baqarah ayat 127.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

  1. Tawaf

Ritual mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali ini adalah bentuk ibadah yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim. Selama membangun ulang Kakbah, Nabi Ibrahim mengelilinginya sambil berdoa kepada Allah SWT.

Tawaf juga merepresentasikan seluruh ciptaan Allah SWT, termasuk planet-planet beredar di pusat gravitasi. Hal ini menunjukkan adanya harmoni antara ibadah dengan hukum alam semesta yang diciptakan Allah SWT.

  1. Sa’i

Kisah Siti Hajar yang lari bolak-balik dari Bukit Shafa ke Marwah mencari air untuk Ismail diabadikan dalam prosesi ibadah haji. Saat itu, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di lembah Mekkah yang tandus dan panas.

Ismail menangis karena kehausan dan menghentak-hentak kakinya. Atas izin Allah, dari bawah kaki mungilnya, keluarlah sumber mata air Zamzam yang sampai saat ini masih terus mengalir dan dimanfaatkan oleh para jemaah.

Peristiwa ini kemudian menjadi latar belakang prosesi ibadah haji, yaitu sa’i atau lari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwah yang dilakukan sebanyak tujuh kali.

Baca juga : Keutamaan dan Amalan Istimewa di Hari Tasyrik

  1. Wukuf di Arafah
(Gambar : istockphoto.com)

Prosesi wukuf di Arafah merupakan puncak dari ibadah haji. Seluruh umat muslim dari berbagai negara, profesi, hingga status sosial berkumpul menjadi satu. Di sini, semuanya sama, tidak ada yang membedakan.

Manusia datang dengan kelelahan yang payah dan hanya mengharap rahmat Allah SWT. Di Arafah, semua diminta untuk memperbanyak dzikir, doa-doa kebaikan, dan tentu saja memohon banyak ampunan.

Arafah menjadi ujian tentang ketaatan seorang hamba, keikhlasan dan kesabaran dalam menerima takdir-Nya, pengorbanan akan setiap hal yang dicintai, dan ketauhidan untuk terus memurnikan ajaran Islam bahwa tiada yang patut disembah selain Allah SWT.

Di sinilah, Nabi Ibrahim AS dulu mendapat ujian keimanan berupa perintah menyembelih Ismail. Dan di sini, Nabi Ibrahim mengajarkan manasik haji kepada umatnya untuk pertama kali.

  1. Lontar Jumroh

Prosesi melempar jumroh mengingatkan pada peristiwa ketika setan menggoda Nabi Ibrahim AS agar tidak patuh pada perintah Allah. Nabi Ibrahim melempari batu kepada setan ketika beliau dan keluarganya digoda dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan Ismail.

Melontar jumroh (melempar batu kerikil ke tiang yang disimbolisasikan sebagai setan) menjadi salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan pada hari nahar (10 Dzulhijjah) dan hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

  1. Penyembelihan Hewan Kurban

Menyembelih hewan kurban dilaksanakan bersamaan dengan prosesi ibadah haji saat Iduladha. Hal ini dilakukan untuk menghormati peristiwa tatkala Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Ismail.

Perintah ini merupakan ujian keimanan dan ketaatan. Allah SWT kemudian mengganti Ismail dengan domba sebelum disembelih.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *