Jatengkita.id – Rembang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di ujung timur laut Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Rembang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi gerbang sebelah timur Provinsi Jawa Tengah.
Daerah perbatasan dengan Jawa Timur (seperti di Kecamatan Sarang, memiliki kode telepon yang sama dengan Tuban, Jawa Timur) ini, bagian selatan wilayahnya merupakan daerah perbukitan, bagian dari pegunungan Kapur Utara, dengan puncaknya Gunung Butak (679 meter) dan Gunung Gembes (682 meter). Sedangkan pada bagian utara, terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem (ketinggian 806 meter) yang meletus sekitar tahun 1992.
Rembang dikenal sebagai kota peninggalan dari tokoh pahlawan yakni Sunan Bonang, Kabupaten ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir oleh Raden Ajeng Kartini, pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Rembang, selain memiliki banyak wisata sejarah dan wisata religi, ternyata memiliki alam yang mempesona serta menyimpan kuliner lezat yang sayang untuk dilewatkan.
Selain penuh dengan sejarah, Rembang juga memiliki banyak makanan khas dan unik salah satu makanan khas daerah Rembang yang sudah dikenal banyak orang adalah lontong tuyuhan. Disebut dengan lontong tuyuhan karena pembuat dan penjual makanan ini berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

Lontong tuyuhan menjadi salah satu kuliner khas dari Rembang, Jawa Tengah, yang kental akan nilai sejarah syiar Islam di Lasem. Makanan khas rembang ini terdiri dari lontong dengan sayur santan agak pedas yang lebih menonjolkan rasa jinten, kemiri, dan juga bawang. Lauk pauknya menggunakan daging ayam kampung yang sudah dipotong-potong komplit dengan jeroan dan tempe, lalu diberi bumbu merah rasa pedas. Bisa dikatakan makanan yang satu ini mirip dengan opor ayam.
Perbedaan opor ayam dan lontong tuyuhan yakni pada kuahnya. Lontong tuyuhan tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Selain itu, terdapat aroma ketumbar dan rasa pedas cabai yang dihaluskan bersama dengan bumbu lainnya. Lontong tuyuhan memiliki rasa pedas dari kuah lontong tuyuhan yang menggunakan bahan berupa cabai merah. Ciri khas lontong tuyuhan adalah penyajian lontongnya yang berbentuk segitiga menyerupai ketupat dengan tiga tusuk lidi sebagai pengaitnya.
Lontong tuyuhan sangat populer karena rasanya yang lezat. Cita rasa dari makanan khas Rembang ini yaitu gurih dan pedas, sehingga membuat orang ketagihan. Meskipun bentuk lontong tuyuhan menyerupai opor ayam, namun keduanya berbeda dan tentunya memiliki ciri khasnya tersendiri. Lontong tuyuhan selain dikenal karena rasanya yang nikmat, melainkan juga karena sejarahnya yang berkaitan dengan perkembangan Islam pada era Walisongo. Hal ini dibuktikan dengan adanya nama lontong tuyuhan dikenal bersamaan dengan terjadinya Desa Tuyuhan.Di daerah ini banyak sekali berjajar penjual makanan khas Rembang tersebut.
Penasaran, ingin merasakan lezatnya lontong Tuyuhan? Dengan menikmati lontong Tuyuhan khas Rembang ini, kamu bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah, cocok sekali dijadikan sebagai menu berbuka puasa bersama keluarga tercinta.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat lontong tuyuhan:
- ½ ekor ayam kampung (potong sejumlah 4 bagian)
- 5 buah hati ayam
- 4 buah ampela ayam
- 3-4 buah lontong
- 4 buah cabai merah, iris tipis-tipis
- 1 lembar daun salam
- 1 batang serai (memarkan)
- 1 sendok makan garam
- 750 ml santan encer (dari ½ butir kelapa)
- 500 ml santan kental (dari 1 butir kelapa)
- 13 sendok makan minyak untuk manumis
Untuk bumbu halus:
- 10 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 8 buah cabai merah
- 2 cm lengkuas
- 5 butir kemiri, sangria
- 1 sendok teh ketumbar
- ¼ sendok teh jinten
- 2 cm kencur dan jahe
- ½ sendok teh pala
- 2 cm kunyit
Cara Membuat Masakan Lontong Tuyuhan Khas (Rembang Jateng):
- Pertama, panaskan minyak terlebih dahulu. Lalu tumis cabai merah sampai layu.
- Kedua, tambahkan bumbu halus, daun salam, dan serai sampai harum.
- Ketiga, masukkan ampela dan hati secara bersamaan. Masak sampai berubah warna
- Keempat, masukkan santan encer dan Masak hingga ayam matang.
- Kelima, tuangkan santan kental dan masaklah sampai mendidih.
- Terakhir, sajikan bersama dengan lontong dan ayam beserta
Tips Membuat Lontong agar Padat dan Tahan Lama
Sebenarnya cara membuat lontong sangatlah mudah. Namun, memasak lontong agar menghasilkan lontong yang padat dan tidak cepat lembek ada tips khusus yang perlu kamu ketahui dan praktikkan. Agar supaya, lontong yang dihasilkan lebih pulen dan padat, ini dia tipsnya:
- Pilihlah dan gunakan beras yang berkualitas. Jangan gunakan beras pera, karena dapat membuat tekstur si lontong akan mudah hancur setelah dimasak, selain itu, beras yang berkualitas tidak hanya enak untuk dikonsumsi namun juga baik untuk kesehatan.
- Usahakan lontong jangan diisi secara full atau penuh. Jadi, sebelum memasak lontong jangan diisi beras terlalu banyak pada bungkusannya. Sebab, setelah matang beras akan mengembang dan memadati pembungkusnya. Guna mengantisipasi agar lontong tidak buyar, maka isi beras sekitar sepertiga atau setengah bagian saja.
- Rebus dengan posisi berdiri, jadi saat akan dimasak, perhatikan posisi pembungkusnya, pastikan posisi yang benar dengan cara berdiri. Lontong harus direbus hingga terendam agar matang merata dan tidak ada bagian yang buyar. Selain itu, lontong pun harus direbus dengan posisi berdiri, agar tak ada air yang menggenang di dalam lontongnya. Jadi, lontong lebih padat dan tidak mudah basi.
- Waktu merebus atau mengukus lontong tergantung dari panci yang digunakan. Oleh karena itu, akan lebih baik mengecek dahulu lontong secara berskala untuk melihat tingkat kematangannya. Jangan lupa tiriskan lontong dan dinginkan sebelum dipotong dan dihidangkan.
- Aron beras terlebih daulu, beras untuk lontong baiknya diaron terlebih dulu supaya cepat matangnya. Pengaronan pun dapat membuat lontong lebih pulen, padat serta bertahan lama. (Jadi, teknik aron ini adalah teknik memasak zaman dahulu, di mana beras direndam dalam air lalu dikukus setengah matang. Selanjutnya, beras dimasak sesuai dengan resep).





