Part #5 : Gorgeous! Bak Nirwana, Beginilah Visualisasi Alhambra

Part #5 : Gorgeous! Bak Nirwana, Beginilah Visualisasi Alhambra
Istana Alhambra

Jatengkita.id – Alhambra menjadi salah satu bukti kejayaan Islam di Eropa yang masih kokoh berdiri hingga kini. Bangunan seluas 14 hektar ini terletak di Bukit Lasabica Granada yang merupakan bagian dari bumi Andalusia, Spanyol.

Alhamra atau oleh orang Spanyol disebut Alhambra memiliki arti kemerah-merahan dalam bahasa Arab. Tembok istana dibuat dari bata merah. Nama ini juga diambil dari pendirinya, yaitu Muhammad bin Nasri Al-Ahmar.

Istana Alhambra dikelilingi oleh dinding dan 13 menara megah yang juga difungsikan sebagai benteng. Dindingnya dipahat dengan kaligrafi ayat-ayat Allah bertuliskan Laa ghaaliba illa Allah yang artinya tiada pemenang selain Allah. Namun, setelah jatuhnya Granada di tangan Ferdinand dan Issabel, Raja Charles V menghancurkan beberapa bangunan dan mengubahnya dengan gaya Renaisans.

Pujangga besar Eropa Barat, Victor Hugo, memvisualisasikan pesona Alhambra dalam kalimat, “Alhambra, O Alhambra, hanya mungkin dalam mimpi, atau istana mambang dan peri, yang telah menjelma, bila purnama raya, memandikanmu dengan cahaya.”

Ya. Pesona dan kecanggihan arsitektur Alhambra mengundang decak kagum masyarakat dunia. Bangunan ini kini masuk ke dalam salah satu situs warisan dunia UNESCO yang kaya akan histori. Ia menjadi saksi kejayaan sekaligus keruntuhan peradaban Islam di Eropa.

Alhambra Architecture
Gerbang masuk (Gambar : alhambra-granada-tickets.com)

Gerbang Masuk

Puerta de la Justicia (Gerbang Keadilan) merupakan gerbang masuk utama yang terletak di sebelah selatan kompleks Alhambra. Tangganya dibangun sedemikian rupa dengan tujuan memudahkan para prajurit mengawasi penyusup dan mempertahankan tembok istana.

Terdapat ukiran lima jari di pintu masuk ini. Lima jari tersebut menandakan lima prinsip Islam atau rukun Islam, yaitu membaca dua kalimat syahadat, mendirikan salat, menunaikan zakat, menjalankan puasa, dan ibadah haji bagi yang mampu.

Selain pintu masuk utama, pintu lain adalah Puerta del Vino (Gerbang Anggur); Puerta de las Armas (Gerbang Senjata); Puerta de los Siete Suelos (Gerbang Tujuh Lantai); dan Puerta de las Granadas (Gerbang Delima).

Desain dan Arsitektur Alhambra

Alhambra menjadi bangunan yang paling megah diantara bangunan lain pada masa itu. Desain dan arsitekturnya sangat khas bernafaskan Islam dan menjadi bagian tak terpisahkan dari estetika Alhambra.

Alhambra dibangun pada tahun 1238 hingga 1358. Pembangunan kompleks dilakukan secara bertahap yang memakan waktu lebih dari 100 tahun. Bahan baku bangunan ini adalah tanah liat, agregat (sebagian besar terbuat dari metamorf dan lumpur), dan kapur.

Selain bahan-bahan tersebut, kayu juga digunakan untuk langit-langit dan bekisting. Adapun gipsum dan plester digunakan untuk menutupi tanah liat dan lumpur, sehingga memberikan tampilan lengkungan yang megah. Lengkungan tersebut ditempatkan di jendela, gerbang, dan pintu masuk istana.

Alhambra Architecture
(Gambar : alhambra-granada-tickets.com)

Dinding Alhambra dihiasi plesteran, ubin, ukiran kayu, motif, dan prasasti yang bertuliskan ayat-ayat Allah.

Kecerdasan arsitektur Alhambra terletak pada konsep pembangunan yang menyesuaikan iklim. Selama musim panas, interior istana akan terasa menyenangkan. Sedangkan selama musim dingin, dinding bangunan akan memerangkap panas. 

Arsitektur Andalusia memiliki ciri khas berupa taman terbuka di tengah bangunan yang disebut patio. Taman yang luas ini difungsikan untuk sirkulasi udara. Lukisan dinding, lengkungan, kolom, dekorasi ubin, dan pahatan plesteran di bagian-bagian benteng menjadi ciri khas arsitektur Istana Nasrid.

Bagian Utama Alhambra

  1. The Nasrid Palace
    Bangunan ini merupakan kediaman dari keluarga Nasrid. Terdapat tiga bagian, yaitu Mexuar, Istana Comares, dan Istana Singa. Mexuar merupakan bagian yang difungsikan untuk keperluan administratif dan kepentingan istana pada umumnya, seperti kanselir dan perbendaharaan.

    Terdapat Aula Utama atau Aula Dewan yang berfungsi sebagai aula tahta tempat sultan menerima dan mengadili petisi. Selain itu juga terdapat bagian yang  menghubungkan untuk menuju ke Istana Comares.

    Alhambra Architecture
    (Gambar : alhambra-granada-tickets.com)

    Istana Comares sendiri difungsikan sebagai istana resmi sultan dan negara. Disini juga terdapat hammam dan Aula Para Duta Besar yang digunakan untuk audiensi.

    Selanjutnya adalah Istana Singa yang merupakan bagian paling populer di kompleks Alhambra. Terdapat dua paviliun di sisi barat dan timur. Di tengahnya dihiasi air mancur dalam baskom yang disangga oleh 12 patung yang semuanya terbuat dari marmer.

    Baskom itu bertuliskan puisi yang emnggambarkan keindahan air mancur, kekuatan singa, dan sistem hidrolik beserta cara kerja air mancur. Istana Singa juga menampilkan banyak lukisan yang menggambarkan kehidupan istana.

  2. Benteng Alcazaba
    Bangunan ini merupakan bagian tertua di Alhambra. Tempat ini menjadi tempat pertama Muhammad bin Nasri Al-Ahmar saat kompleks Alhambra dibangun. Benteng ini memiliki banyak menara tinggi yang digunakan untuk mengawasi musuh.

    Alhambra Architecture
    (Gambar : alhambra-granada-tickets.com)

    Saat pertama kali pasukan Ferdinand dan Issabel mengibarkan bendera sebagai tanda untuk melakukan penaklukkan, ditambahkan lonceng di bagian benteng.

    Alcazaba dilengkapi dengan hammam (pemandian Moor), tangki air, ruang bawah tanah yang juga difungsikan sebagai silo, dan dapur umum.

  3. Taman Jannah Al-Arif/Generalife
    Area ini memiliki banyak taman, paviliun, dan halaman yang digunakan sebagai istana rekreasi oleh keluarga Nasrid. Istana ini dibangun oleh Muhammad I dan terus mengalami renovasi hingga kepemimpinan Kristen-Spanyol.

    undefined
    Generalife (Gambar : Wikipedia)

Selain bangunan-bangunan di atas, terdapat bagian lain yang tidak terpisahkan dari kompleks Alhambra. Terdapat masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Muhammad III yang dilengkapi dengan pemandian (hammam). Kini, masjid tersebut sudah dipugar dan diubah menjadi Gereja Santa Maria.

Selain itu juga terdapat makam Nasrid yang disebut Rawda. Bagian dalam mausoleum diisi oleh para penguasa nasrid. Sedangkan area luar diisi oleh tokoh atau masyarakat lain.

Artikel terkait : Part #4 : Reconquista, Pemusnahan Peradaban Islam di Eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *