Pekalongan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Fokus pada Layanan Kesehatan Reproduksi

Pekalongan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Fokus pada Layanan Kesehatan Reproduksi
(Gambar: Arsip)

Jatengkita.id – Tidak hanya merendam pemukiman dan melumpuhkan aktivitas warga, bencana juga membawa dampak besar pada kelompok rentan, terutama ibu hamil, bayi, remaja, dan lansia.

Menyadari hal ini, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Pertemuan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi pada Kondisi Bencana pada hari Jumat (15/08/2025) di kantor BPBD setempat.

Acara yang berlangsung sejak pagi ini menghadirkan dua narasumber kunci, yakni dosen UNNES sekaligus peneliti bidang kesehatan masyarakat,Efa Nugroho, S.KM., M.Kes., serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pekalongan, Kartika Dewi Sulistyorini, S.S.

Diskusi interaktif ini mempertemukan lintas sektor mulai dari Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Palang Merah Indonesia, hingga PKBI Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, Efa Nugroho menekankan pentingnya penerapan Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi saat bencana melanda.

“Kita sering sibuk menyelamatkan fisik, tapi lupa ada hak kesehatan reproduksi yang harus tetap terpenuhi, terutama bagi kelompok rentan. Kesiapan tenaga kesehatan menjadi kunci agar layanan ini tidak terabaikan,” jelasnya.

bencana
(Gambar: Arsip)

Senada dengan itu, Kartika Dewi Sulistyorini mengingatkan bahwa Kabupaten Pekalongan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, khususnya banjir rob.

“Kondisi darurat tidak boleh menghentikan pelayanan kesehatan. Kolaborasi antar-lembaga menjadi fondasi agar masyarakat tetap terlindungi, meskipun dalam situasi krisis,” ujarnya penuh semangat.

Sebagai rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula Focus Group Discussion (FGD) yang dimoderatori oleh Ayu Istiada, S.KM..

Forum ini membuka ruang bagi peserta dari berbagai organisasi profesi dan lembaga kemanusiaan untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, sekaligus gagasan solutif dalam memperkuat layanan kesehatan reproduksi di tengah bencana.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga momentum penting memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan bencana berbasis kesehatan.

Dengan sinergi berbagai pihak, Pekalongan diharapkan lebih siap menghadapi bencana sekaligus memastikan hak kesehatan reproduksi masyarakat tetap terjaga, kapan pun dan di mana pun.

Baca juga:

UNNES Gelar Pelatihan Manajemen Kebencanaan untuk Wilayah Pesisir

UNNES Selenggarakan Program Sekolah Siaga Bencana

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *