Jatengkita.id – Puskesmas Gunungpati meluncurkan sebuah inovasi baru berupa Jingle Sehat Bebas Tuberkulosis. Jingle ini digunakan sebagai kampanye untuk menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) yang terus meningkat. Jingle ini meruakan hasil kolaborasi Puskesmas Gunungpati dengan mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang yang dirilis pada Selasa, (10/09/2024).
Kepala bidang Tata Usaha Puskesmas Gunungpati Destya Sari W, jingle ini bertujuan sebagai alat kampanye agar informasi tentang TBC ini mudah diingat dan dipahami oleh masyarakat.
“Kami ingin mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi kesehatan. Dengan jingle ini, harapannya informasi terkait TBC akan lebih mudah diingat dan dipahami, sehingga masyarakat dapat lebih waspada dan cepat tanggap terhadap gejala yang mereka alami,” ujar Destya.
Dengan jumlah kasus TBC di wilayah Gunungpati yang masih ada setiap tahunnya, jingle ini diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait gejala, cara penularan, dan tindakan pencegahan TBC.
Jingle ini dibuat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC dan pentingnya deteksi dini serta pencegahan penularan penyakit tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya puskesmas dalam menyebarkan informasi kesehatan secara lebih luas dan mudah diterima oleh masyarakat.
Puskesmas Gunungpati memilih pendekatan ini karena musik dan lirik yang ringan dianggap lebih mudah diingat dan diterima oleh masyarakat luas dibandingkan metode sosialisasi konvensional.
Edukasi dengan Sentuhan Kreatif
Jingle yang diputar di ruang tunggu Puskesmas Gunungpati ini berisi lirik-lirik sederhana yang mengedukasi masyarakat tentang bahaya TBC, pentingnya menjaga kebersihan, serta ajakan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan.
Musik yang menyenangkan dipadu dengan pesan kesehatan yang jelas diharapkan bisa menarik perhatian, tidak hanya pengunjung Puskesmas, tetapi juga masyarakat umum yang berada di lingkungan Puskesmas.

Peningkatan Kesadaran melalui Berbagai Media
Selain jingle, Puskesmas Gunungpati juga memperkuat kampanye edukasi TBC dengan memasang poster dan leaflet di ruang tunggu serta area layanan lainnya. Poster dan leaflet tersebut memberikan penjelasan lebih detail tentang gejala TBC, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahannya.
Kampanye ini dilakukan secara terpadu dengan tujuan memberikan informasi yang konsisten kepada masyarakat setiap kali mereka berkunjung ke Puskesmas.
Langkah ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengunjung yang merasa terbantu dengan adanya jingle dan media edukasi lainnya.
“Dengan adanya jingle ini, saya jadi lebih ingat tentang gejala-gejala TBC dan pentingnya menjaga kebersihan. Musiknya juga mudah diingat, jadi anak-anak saya juga ikut mendengarkan,” ungkap salah satu pengunjung Puskesmas.
Upaya Berkelanjutan Melawan TBC
Puskesmas Gunungpati menargetkan untuk terus melanjutkan kampanye pencegahan TBC melalui berbagai media. Selain jingle dan poster, puskesmas juga merencanakan untuk memperluas kampanye ini ke sekolah-sekolah dan pusat-pusat kegiatan masyarakat. Diharapkan, kesadaran akan bahaya TBC bisa meningkat secara signifikan sehingga penularan bisa ditekan dan angka kesembuhan meningkat.
“Dengan adanya jingle ini dapat menambah variasi bentuk edukasi kepada pengunjung Puskesmas Gunungpati,” tambah Helmy Grace, koordinator promkes puskesmas Gunungpati.
Inovasi jingle edukasi ini menjadi contoh bagaimana teknologi dan kreativitas bisa dikombinasikan untuk menyebarkan informasi kesehatan secara efektif. Ke depan, Puskesmas Gunungpati berencana untuk memproduksi lebih banyak konten edukasi serupa untuk berbagai isu kesehatan lainnya.






