Vinales dan Acosta Jadi Bintang di GP Amerika

GP Amerika

Jatengkita.id – GP Amerika jadi seri ketiga dalam balapan musim 2024 di kelas utama. Digelar pada Senin (15/04/2024), dini hari waktu Indonesia bagian barat, balapan berhasil menyuguhkan euforia sangat seru.

Grid depan saling berebut untuk memimpin. Sang rookie Pedro Acosta yang memulai start dari posisi dua berani memberikan tekanan sejak putaran pertama dimulai. Ia menggeber motornya dan berebut posisi dengan beberapa seniornya, mulai dari Jorge Martin, Marc Marquez, hingga sang juara dunia Pecco Bagnaia.

Manuver-manuver yang ia tampilkan nyatanya berhasil membuat penonton takjub. Bahkan hingga di akhir lap, ia terus menempel pemimpin balapan.

Pedro Acosta Langsung Nyetel di MotoGP, Kalahkan Quartararo dan Bezzecchi

Acosta sempat berduel dengan Vinales yang berhasil merangsek ke posisi awal setelah sebelumnya ia tercecer di P11. Acosta harus puas dengan hanya menjadi runner up.

Bastianini juga perlahan berhasil melaju ke posisi awal dan akhirnya finish dengan raihan podium ketiga.

Kompetitif sejak awal dan sangat meyakinkan, Marquez yang sempat mencicip pucuk balapan akhirnya crash di tikungan sebelas saat balapan menyisakan sepuluh putaran.

Pemilihan ban dari masing-masing kampiun jadi salah satu faktor kemenangan. Vinales, Acosta, dan Bastianini tidak berstrategi tancap gas di awal, namun secara bertahap merangsek ke posisi depan.

Saat rider lain mulai kehabisan ban, mereka menggunakan kesempatan tersebut untuk menyalip dan merebut posisi.

Vinales di seri kali ini berhasil menyapu bersih GP Amerika. Ia meraih pole position. Di balapan sprint, ia juga keluar sebagai kampiun. Tak berhenti disitu, Vinales menang secara dramatis di balapan utama.

Tampil Memukau di MotoGP Amerika 2024, Maverick Vinales Akui Miliki Senjata  untuk Menyalip - Juara.net

Kemenangan Vinales membuatnya berhasil menorehkan sejarah sebagai pembalap yang berhasil menang dengan tiga pabrikan berbeda, yaitu Suzuki, Yamaha, dan Aprilia.

Raihan ini bisa dibilang luar biasa, mengingat tidak semua rider cocok dan adaptif dengan pabrikan yang berbeda-beda.

Dibutuhkan kejelian agar rider bisa klop dengan motor dan pabrikan beserta timnya. Dan Vinales berhasil mewujudkan itu. Ia dinilai konsisten saat berpindah pabrikan, karena tetap memberikan performa yang apik meskipun dengan motor apa adanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *