Jatengkita.id – Kudus dikenal bukan hanya sebagai Kota Kretek, tetapi juga sebagai salah satu daerah dengan jejak sejarah dan budaya Islam yang kuat. Di tengah kehidupan masyarakatnya, berkembang pula berbagai cerita tutur yang diwariskan.
Salah satunya adalah mitos bahwa pejabat, termasuk presiden, akan kehilangan jabatan apabila memasuki kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus melalui gerbang tertentu.
Cerita tersebut memunculkan anggapan bahwa Kudus tidak pernah dikunjungi Presiden Indonesia. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Sejumlah catatan justru menunjukkan bahwa presiden pernah datang ke Kudus.
-
SBY Pernah Datang ke Kudus
Pada 13 Maret 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono mengunjungi Kabupaten Kudus. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Presiden di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Setelah meninjau peternakan sapi di Tuban, SBY melanjutkan perjalanan menuju Kudus untuk melihat secara langsung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Kabupaten Kudus.
Di rumah sakit tersebut, SBY meninjau fasilitas pelayanan, melihat pelaksanaan layanan BPJS Kesehatan, serta berdialog dengan pasien dan petugas.
Fakta tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa tidak ada presiden yang pernah menginjakkan kaki di Kudus. Setidaknya, keberadaan SBY di RSUD Kabupaten Kudus pada 2014 tercatat dalam sejumlah pemberitaan.
Baca juga: Dari Akulturasi Budaya hingga SDM Global: Strategi Kudus Bangun Industri dan Pendidikan
- Lalu, Dari Mana Mitos Itu Berasal?
Mitos yang berkembang di Kudus sebenarnya lebih spesifik. Bukan seluruh wilayah Kudus yang dipercaya dapat membuat pejabat kehilangan jabatan, melainkan berkaitan dengan kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, terutama gerbang masuk yang dikaitkan dengan Rajah Kalacakra.
Rajah tersebut dalam cerita masyarakat dipercaya memiliki kekuatan untuk melemahkan kekuasaan seseorang. Pejabat yang melewati gerbang itu konon akan kehilangan kedudukannya atau mengalami lengser keprabon.
Cerita tersebut masih dikenal hingga sekarang dan menjadi bagian dari folklor yang melekat pada kawasan Menara Kudus.
Namun, penting membedakan antara cerita rakyat dan fakta sejarah. Keberadaan mitos tidak dapat dijadikan bukti bahwa seorang pejabat pasti kehilangan jabatan setelah mengunjungi kawasan tersebut.
Dalam cerita yang berkembang, Rajah Kalacakra juga dikaitkan dengan konflik kekuasaan pada masa Kesultanan Demak.
Salah satu versi kisah menyebutkan bahwa rajah tersebut berkaitan dengan upaya Sunan Kudus meredam kepentingan politik dan kekuasaan di lingkungan pesantrennya.
Pesan yang kemudian berkembang adalah siapa pun yang memasuki kawasan tersebut hendaknya meninggalkan kepentingan duniawi dan politik.

-
Jokowi dan Kunjungan yang Berulang Kali Batal
Mitos tersebut kembali menjadi perhatian ketika Presiden Joko Widodo beberapa kali direncanakan melakukan kunjungan ke Kudus. Tetapi agenda tersebut batal atau mengalami perubahan.
Pada Januari 2015, misalnya, Presiden Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Kudus untuk agenda peletakan batu pertama pembangunan Waduk Logung.
Namun, kunjungan tersebut ditunda. Pemerintah Kabupaten Kudus saat itu masih menunggu informasi lanjutan mengenai jadwal kunjungan Presiden.
Kejadian serupa terjadi pada Maret 2024. Setelah meninjau banjir di Demak, Jokowi sempat dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kudus. Salah satu agenda yang beredar adalah salat Jumat di Masjid Agung Kudus. Namun, rencana tersebut akhirnya batal.
Pembatalan-pembatalan itu kemudian dikaitkan sebagian masyarakat dengan mitos Rajah Kalacakra. Padahal, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pembatalan agenda Presiden tersebut disebabkan oleh kepercayaan terhadap mitos tersebut.
Bahkan, pada 2023, Presiden Jokowi bertemu langsung dengan Bupati Kudus Hartopo dalam sebuah agenda di Kabupaten Blora.
Dalam pertemuan itu, Hartopo menyampaikan sejumlah persoalan Kabupaten Kudus kepada Presiden, termasuk kondisi jalan nasional yang melintasi wilayah Kudus.
Baca juga: Keindahan Arsitektur Menara Kudus : Simbol Akulturasi Budaya
-
Antara Mitos, Sejarah, dan Fakta
Mitos tentang pejabat yang takut memasuki kawasan Menara Kudus memang menarik. Cerita tersebut menjadi bagian dari identitas budaya yang membuat kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus semakin memiliki daya tarik sejarah dan wisata.
Namun, menyebut bahwa Kudus tidak pernah dikunjungi Presiden Indonesia adalah pernyataan yang tidak sesuai dengan catatan sejarah.
Kunjungan SBY ke RSUD Kabupaten Kudus pada 2014 merupakan bukti konkret bahwa seorang presiden pernah datang ke wilayah tersebut.
Yang lebih tepat adalah mengatakan bahwa terdapat mitos mengenai pejabat yang menghindari gerbang tertentu di kompleks Menara Kudus karena dikaitkan dengan Rajah Kalacakra.
Bahkan, sejumlah sumber menyebutkan bahwa pejabat yang datang ke kawasan tersebut dapat memilih akses lain agar tidak melewati gerbang yang dipercaya memiliki kaitan dengan mitos tersebut.
Kudus ternyata bukan kota yang tidak pernah didatangi presiden. Yang membuatnya unik adalah adanya cerita turun-temurun tentang Rajah Kalacakra dan kekuasaan, yang hingga kini masih menjadi bagian menarik dari kisah di balik Masjid Menara Kudus.




