Long Bumbung: Permainan Tradisional Khas Ramadan Tempo Dulu

Long Bumbung: Permainan Tradisional Khas Ramadan Tempo Dulu
(Gambar: tempo.co)

Jatengkita.id – Guys, hal unik apa yang pernah kalian lakukan saat Ramadan dulu dan masih ingat sampai sekarang? Main layangan, petak umpet, atau permainan tradisional lain?

Yaps, kaum milenial pastinya rindu akan suasana Ramadan dulu. Ramai, seru dan pastinya  unik. Banyak kenangan manis yang tak bisa dilupakan, khususnya bagi mereka angkatan 80-90 an.

Ramadan tempo dulu memang punya suasana berbeda dan spesial. Apalagi saat itu belum ada gadget. Jadi, nuansanya sangat berbeda dengan Ramadan sekarang yang bernuansa serba digital.

Banyak keseruan dan hal menarik yang dilakukan dalam rangka mengisi bulan Ramadan, salah satunya permainan tradisional dari bambu yang disebut long bumbung atau meriam bambu.

Dulu, anak-anak hingga remaja akan bekerja sama mencari bambu tua untuk dijadikan petasan dan memainkannya bersama-sama. Mereka berkumpul dan membuat petasan sederhana dengan bahan-bahan alami yang kemudian disebut long bumbung. 

permainan tradisional
(Gambar: kompasiana.com)

Mengenal Permainan Tradisional Long Bumbung

Long bumbung merupakan petasan tradisional khas Ramadan yang terbuat dari bambu tua, dilubangi dan diberi minyak tanah, lalu disulut api hingga menghasilkan suara dentuman keras. 

Di Jawa Tengah, long bumbung merupakan tradisi menyambut bulan suci Ramadan. Biasanya, long bumbung dimainkan oleh anak-anak hingga remaja di waktu sore hari atau malam hari.

Di beberapa daerah, long bumbung identik dengan suasana sahur dan malam takbiran. Umumnya, long bumbung lebih sering dimainkan di tempat yang luas dan agak jauh dari pemukiman, seperti lapangan, sawah, hingga di tepi sungai. Tujuannya supaya suara yang keluar lebih menggelegar.

Cara memainkan long bumbung cenderung berkelompok. Dibakar dengan minyak tanah ke dalam bambu, lalu menghasilkan letupan keras yang saling bersahutan. 

Meski sederhana, permainan tradisional ini mampu membuat hati gembira. Selain unik dan menarik, long bumbung juga menciptakan kerjasama, kreativitas, keceriaan, dan kebersamaan. Keberadaan long bumbung khas Ramadan tempo dulu menciptakan kemeriahan di desa. 

Baca juga: Mengenal Dugderan, Tradisi Ikonik Warga Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *