Sisi Lain Matcha: Bisa Bikin Anemia?

Sisi Lain Matcha: Bisa Bikin Anemia?
(Gambar: istockphoto.com)

Jatengkita.id – Siapa di sini yang ngerasa lebih glowing tiap kali minum habis matcha? Tapi, pernah, nggak sih, dengar kalau minuman hijau estetik ini juga punya sisi gelapnya? Yap! Matcha ternyata bisa berdampak kurang baik buat tubuh kalau dikonsumsi berlebihan.

Salah satu efeknya bahkan bisa bikin kamu berisiko kena penyakit yang banyak dialami perempuan anemia. Sebelum bahas lebih jauh, yuk kenalan dulu sama “si cantik hijau” yang satu ini!

Matcha, minuman asal Jepang yang lagi hype banget belakangan ini, dikenal karena proses pembuatannya yang unik dan penuh ketelatenan.

Tren “matcha bikin cantik” yang viral di 2025 bikin banyak orang penasaran sama manfaatnya. Tapi, di balik tampilannya yang calm dan fancy, ada perjalanan panjang sebelum matcha sampai ke cangkirmu.

Daun teh yang digunakan untuk matcha disebut tencha. Proses penanamannya beda dari teh biasa karena tanaman teh ini sengaja dinaungi dari sinar matahari langsung.

Tujuannya biar kadar klorofil meningkat, menghasilkan warna hijau yang lebih pekat dan rasa yang lebih lembut serta otentik. Setelah dipanen, hanya bagian daging daun yang digunakan, makanya tekstur matcha bisa sehalus itu!

Selain punya proses pembuatan yang unik, matcha juga dikenal kaya nutrisi. Salah satu kandungan utamanya adalah L-theanine, zat yang berperan penting dalam menciptakan rasa umami khas matcha.

Kandungan ini bikin kamu lebih tenang dan fokus, makanya banyak orang minum matcha buat “menyembuhkan diri” dari stres.

matcha
Daun teh Tencha (Gambar: istockphoto.com)

Selain itu, matcha juga mengandung kafein seperti kopi. Bedanya, efek kafein dari matcha dilepaskan lebih perlahan karena adanya L-theanine tadi. Jadi, kamu tetap fokus tanpa deg-degan berlebihan.

Namun, matcha juga mengandung polifenol jenis tanin dan katekin. Nah, tanin inilah yang bisa menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Kalau dikonsumsi berlebihan, efeknya bisa bikin kamu berisiko mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah.

Baca juga: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Atasi Anemia

Perlu diingat, tanin nggak cuma ada di matcha aja, tapi juga di kopi, teh hijau, dan teh hitam. Bedanya, kadar tanin di matcha bisa lebih tinggi bergantung grade-nya. Semakin rendah kualitas (misal grade kuliner), biasanya kandungan taninnya juga lebih banyak.

Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan kasus seorang perempuan di Amerika yang rutin minum matcha seminggu sekali. Dalam waktu tiga bulan, ia mengalami anemia dan palpitasi (jantung berdebar) hingga harus dirawat di rumah sakit.

Kasus ini langsung viral di kalangan matcha lovers, dan jadi pengingat bahwa sesuatu yang “sehat” sekalipun bisa berbahaya kalau dikonsumsi tanpa kontrol.

Tips Aman buat Pecinta Matcha

Terus, gimana dong biar tetap bisa jadi matcha girl tanpa takut anemia? Tenang, kamu tetap bisa menikmati matcha asal tahu batas dan caranya.

  1. Kenali kondisi tubuhmu.
    Kalau kamu cenderung punya kadar zat besi rendah, batasi konsumsi matcha dan hindari meminumnya bersamaan dengan makanan sumber zat besi.
  2. Perhatikan waktu minum.
    Idealnya, matcha diminum di pagi atau siang hari, bukan malam. Kandungan kafein bisa ganggu jam tidurmu kalau diminum terlalu sore.
  3. Cek komposisi matcha yang kamu beli.
    Lihat apakah matcha itu
    pure atau sudah dicampur gula dan bahan tambahan lain. Matcha murni tanpa gula berlebih jauh lebih baik.
  4. Jadikan selingan, bukan kebutuhan.
    Matcha memang punya antioksidan tinggi dan bisa bantu perawatan kulit dari dalam, tapi tetap konsumsi secukupnya aja.

Jadi, minum matcha memang punya efek samping seperti anemia. Tapi bukan berarti semua matcha langsung bikin kamu sakit. Kuncinya ada di cara kamu mengatur ritme dan jumlah konsumsi. Ingat, yang berlebihan itu nggak pernah baik, bahkan untuk hal secantik matcha sekalipun.

Baca juga: 10 Sayuran Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *