Mengapa Orang Jawa Memilih Bawang Merah untuk Kerokan Anak?

Mengapa Orang Jawa Memilih Bawang Merah untuk Kerokan Anak?
(Gambar: Pinterest)

Jatengkita.id – Bagi sebagian masyarakat Jawa, bawang merah tidak hanya dikenal sebagai bumbu dapur.

Umbi berwarna merah keunguan ini juga memiliki tempat dalam pengobatan tradisional keluarga, terutama ketika anak mulai rewel, tubuh terasa hangat, atau menunjukkan tanda-tanda masuk angin.

Jika orang dewasa umumnya mengenal kerokan menggunakan koin, anak-anak sering mendapatkan perlakuan berbeda.

Alih-alih menggunakan benda keras yang dapat melukai kulit, orang tua biasanya mengoleskan bawang merah yang telah dibelah atau diparut ke tubuh anak. Bagian yang kerap diolesi antara lain punggung, dada, leher, hingga telapak kaki.

Kebiasaan tersebut telah lama diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi orang tua zaman dahulu, bawang merah dianggap sebagai bahan yang lebih lembut untuk digunakan pada tubuh anak dibandingkan kerokan menggunakan koin.

Mengapa Bawang Merah?

Pemilihan bawang merah dalam tradisi tersebut tidak lepas dari sifatnya yang mudah ditemukan dan telah lama digunakan dalam pengobatan rumahan. Bawang merah biasanya dibelah, kemudian digosokkan perlahan pada kulit anak.

Sebagian masyarakat juga mencampurnya dengan minyak kelapa atau minyak telon agar lebih mudah dioleskan.

Saat digosokkan, bawang merah memberikan sensasi hangat pada kulit. Sensasi inilah yang oleh masyarakat sering dikaitkan dengan upaya membuat tubuh anak terasa lebih nyaman ketika mengalami keluhan seperti meriang atau masuk angin.

Bawang merah juga dianggap lebih praktis karena hampir selalu tersedia di dapur. Orang tua tidak perlu mencari bahan khusus ketika anak tiba-tiba merasa kurang enak badan.

Namun, anggapan bahwa bawang merah dapat menyembuhkan berbagai penyakit perlu dipahami secara bijak.

Penggunaan bawang merah secara tradisional lebih tepat dilihat sebagai bagian dari perawatan rumahan untuk memberikan rasa nyaman, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Kerokan Anak Berbeda dengan Orang Dewasa

Tradisi kerokan pada orang dewasa biasanya dilakukan dengan menggosokkan uang logam atau benda tumpul pada permukaan kulit hingga muncul warna kemerahan. Cara tersebut tidak selalu cocok diterapkan pada anak karena kulit anak cenderung lebih sensitif.

Karena itu, penggunaan bawang merah menjadi pilihan yang dianggap lebih lembut. Orang tua cukup menggosokkannya secara perlahan tanpa memberikan tekanan kuat pada kulit.

kerokan bawang merah
(Gambar: sehatfresh.com)

Dalam praktik tradisional, bawang merah sering digosokkan pada punggung dan dada anak dengan gerakan ringan. Minyak yang digunakan bersama bawang merah juga memberikan sensasi hangat dan membuat kulit terasa lebih nyaman.

Meski demikian, kulit anak tetap dapat mengalami iritasi. Karena itu, penggunaan bawang merah sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, terutama pada anak yang memiliki kulit sensitif.

Jangan menggosok terlalu keras dan hindari mengoleskannya pada kulit yang terluka atau mengalami iritasi.

Warisan Pengetahuan dari Orang Tua

Bagi masyarakat Jawa, penggunaan bawang merah untuk anak bukan hanya persoalan kesehatan tradisional. Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari pengetahuan keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Seorang ibu mungkin belajar dari ibunya bagaimana mengatasi anak yang rewel atau merasa tidak enak badan. Pengetahuan tersebut kemudian kembali diterapkan ketika ia memiliki anak sendiri.

Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat dahulu memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah untuk memberikan pertolongan awal.

Sebelum layanan kesehatan mudah dijangkau seperti sekarang, bahan dapur menjadi salah satu pilihan yang paling mudah digunakan.

Tidak mengherankan jika bawang merah kemudian memiliki posisi khusus dalam berbagai praktik pengobatan tradisional Jawa.

Antara Tradisi dan Penjelasan Medis

Meski telah lama dilakukan, penggunaan bawang merah untuk mengatasi keluhan anak tetap perlu ditempatkan secara proporsional. Sensasi hangat setelah bawang merah digosokkan pada kulit memang dapat membuat anak merasa lebih nyaman.

Tetapi hal tersebut tidak berarti bawang merah dapat mengobati penyebab penyakit tertentu. Jika anak mengalami demam, misalnya, orang tua sebaiknya tetap memperhatikan kondisi anak dan mencari tahu penyebabnya.

Perawatan tradisional dapat dilakukan sebagai pendamping untuk memberikan kenyamanan selama tidak menimbulkan iritasi atau membahayakan anak.

Orang tua juga perlu waspada apabila anak mengalami demam tinggi, sulit bernapas, kejang, sangat lemas, sulit minum, atau menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Dalam kondisi seperti itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih penting daripada hanya mengandalkan pengobatan rumahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *