6 Kuliner Jawa Tengah dari Jagung, Tradisional hingga Modern

6 Kuliner Jawa Tengah dari Jagung, Tradisional hingga Modern
Grontol (Gambar: kulinear.hops.id)

Jatengkita.id – Kuliner Jawa Tengah dari jagung adalah variasi yang masih banyak dicari orang hingga kini. Di tengah dominasi makanan modern dan cepat saji, kuliner berbahan jagung justru menemukan kembali tempatnya.

Selain karena rasanya yang khas, olahan jagung dikenal lebih sehat, mengenyangkan, serta sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

  • Grontol

Salah satu camilan paling legendaris adalah Grontol Jagung. Hidangan ini dibuat dari jagung tua yang direbus lama hingga empuk, kemudian disajikan bersama parutan kelapa muda dan taburan gula merah atau gula pasir.

Meski terlihat sederhana, grontol menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit asin yang khas. Di banyak daerah, grontol kerap dijual pagi atau sore hari di pasar tradisional dan menjadi teman setia minum teh.

  • Lepet Jagung

Lepet jagung terbuat dari jagung muda yang diparut halus lalu dicampur kelapa parut, gula, dan sedikit garam. Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan kulit jagung atau kelobot, sebelum dikukus hingga matang.

Aroma khas daun jagung yang berpadu dengan rasa manis gurih menjadikan lepet jagung memiliki keunikan tersendiri. Camilan ini sering muncul dalam acara selamatan, hajatan, atau sekadar kudapan keluarga.

  • Talam Jagung

Kuliner ini hadir sebagai adaptasi kue tradisional yang lebih modern. Kue talam yang biasanya berbahan tepung kini diperkaya dengan parutan atau potongan jagung manis.

Teksturnya lembut dan kenyal, dengan rasa manis legit yang alami dari jagung. Talam jagung sering disajikan dalam acara keluarga, pertemuan, hingga dijual sebagai jajanan pasar.

kuliner jawa tengah dari jagung
Nasi jagung (Gambar: detik.com)
  • Nasi Jagung

Nasi jagung merupakan campuran jagung tumbuk dengan nasi putih. Di masa lalu, makanan ini menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat desa. Rasanya gurih dan teksturnya lebih padat, membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Di daerah pedesaan, nasi jagung biasanya dikonsumsi dengan tambahan sayur bayam atau menir dan ikan asin. para petani sering membawanya ke swah sebagai bekal.

Di Kabupaten Kudus, nasi jagung diolah lebih lanjut menjadi nasi jagung goreng. Berbeda dengan nasi goreng biasa, nasi jagung goreng memiliki aroma khas dan rasa yang lebih ringan.

Biasanya dimasak tanpa terlalu banyak minyak, lalu disajikan dengan telur ceplok, irisan mentimun, serta sayuran rebus. Tak heran jika hidangan ini kerap disebut sebagai nasi goreng yang lebih sehat.

  • Sup Jagung Khas Jawa

Sup ini memadukan jagung dengan kentang yang ditumbuk sebagai pengental alami, serta rempah-rempah seperti jahe, serai, dan daun bawang. Rasanya ringan, cocok dinikmati saat cuaca dingin atau sebagai menu pemulih tenaga.

  • Brondong

Nama modern kuliner Jawa Tengah dari jagung ini adalah pop corn. Cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan pop corn, hanya saja menggunakan alat yang lebih sederhana, seperti wajan. Biasanya, brondong Jawa tidak dicampur dengan varian rasa.

Namun kini, untuk mengikuti perkembangan kuliner, banyak penjual mulai menambahkan rasa, yaitu manis, asin, ataupun gurih. Jajanan ini banyak dijual di pasar tradisional hingga toko atau warung.

Baca juga: Ungker Blora, Kuliner Ekstrem dari Kepompong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *