Ungker Blora, Kuliner Ekstrem dari Kepompong

Ungker Blora, Kuliner Ekstrem dari Kepompong
(Gambar: regional.espos.id)

Jatengkita.id – Ungker Blora, kuliner unik yang satu ini mungkin terdengar asing, bahkan sedikit “menantang” bagi sebagian orang. Namun bagi warga Blora, Jawa Tengah, makanan ini justru menjadi sajian musiman yang selalu dinantikan.

Hidangan tersebut juga dikenal dengan nama Enthung, yang sebenarnya merujuk pada hal yang sama: kepompong atau pupa dari ulat pohon jati. 

Perbedaan penyebutannya lebih karena variasi dialek daerah. Istilah “ungker” biasanya digunakan secara umum, sementara “enthung” kerap dipakai untuk menyebut kepompong yang sudah siap dimasak.

Meski bentuknya mungkin membuat orang ragu, pupa jati ini justru terkenal gurih, kaya protein, dan menjadi favorit banyak pecinta kuliner lokal. 

Dari Tanah Jati ke Piring: Perjalanan Rasa yang Unik

Kepompong Enthung yang baru dipetik biasanya berwarna coklat kemerahan dengan tekstur lembut. Sebelum dimasak, bahan ini harus dibersihkan dengan cermat agar bebas dari sisa tanah dan kotoran.

Cara mengolahnya sebenarnya cukup sederhana, tetapi hasil rasanya bisa bikin siapa saja penasaran. Ada dua teknik memasak yang paling digemari.

  • Enthung Goreng

Inilah cara pengolahan yang paling populer. Kepompong direndam sebentar dalam air berbumbu, biasanya campuran bawang putih, ketumbar, garam, dan kunyit, kemudian digoreng hingga kering.

Teksturnya jadi garing di luar, lembut di dalam, dan menghadirkan sensasi gurih dengan aroma nutty yang khas.

ungker blora
(Gambar: detik.com)
  • Sayur atau Oseng Enthung

Setelah direbus singkat, kepompong bisa diolah menjadi lauk pendamping. Biasanya dimasak dengan cabai, bawang merah, sedikit santan, atau bumbu pedas manis. Hasilnya adalah hidangan yang kaya rasa dan harum, cocok untuk penyuka masakan berbumbu. 

Bukan Sekadar Unik, Tapi Kaya Gizi!

Di balik bentuknya yang sederhana, kepompong ini menyimpan protein tinggi yang mudah diserap tubuh, lengkap dengan vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga stamina.

Kandungan asam amino esensialnya bahkan dikenal mampu membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mendukung regenerasi sel kulit.

Tak hanya itu, Ungker juga memiliki lemak baik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, serta karbohidrat yang memberi energi bertahan lama.

Tak heran jika masyarakat Blora mengolahnya bukan semata karena rasanya yang gurih, apalagi saat digoreng dengan rempah, tetapi juga karena manfaat kesehatannya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebagai bahan pangan alami dari sumber yang berkelanjutan, Ungker Blora menjadi pilihan yang lezat sekaligus ramah lingkungan.

Dengan segala manfaat dan kandungan nutrisinya, tak berlebihan rasanya jika hidangan khas ini disebut sebagai “superfood lokal” yang wajib dicoba karena memiliki perpaduan cita rasa autentik, tradisi, dan khasiat yang luar biasa dalam satu sajian.

Baca juga: Simfoni Kearifan Lokal di Desa Wisata Sambongrejo Blora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *