Cara Membuat Horog-Horog dan Variasi Olahannya

Cara Membuat Horog-Horog dan Variasi Olahannya
(Gambar: kuliner.murianews.com)

Jatengkita.id – Sebagai salah satu kuliner khas Jepara, horog-horog memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kuliner legendaris ini ternyata bisa divariasikan dengan banyak menu lainnya.

Lebih Dekat dengan Horog-Horog

Horog-horog dibuat menggunakan bahan dasar tepung sagu aren. Makanan tradisional ini memiliki tekstur yang kenyal seperti agar-agar dengan cita rasa sedikit gurih dan hambar.

Selain dikonsumsi sebagai camilan, horog-horog juga dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. 

Tak hanya mengenyangkan saja, namun makanan ini juga kaya akan nilai gizi saat dikonsumsi. Sebagai bahan makanan, horog-horog tidak bau dan lebih tahan lama. Inilah kenapa makanan tersebut sering dijadikan sebagai bekal para nelayan ketika sedang mencari ikan. 

Dalam penyajiannya, horog-horog ini dibungkus dengan daun jati dan daun pisang untuk menghasilkan kualitas rasa yang khas. Makanan ini bisa dikonsumsi secara langsung atau dicampur dengan parutan kelapa atau gula pasir. 

Untuk menikmati seporsi makanan ini, ada warung makan yang bisa jadi rekomendasi, yaitu Desa Plajan, Bugel, Karanggondang, dan Meganti yang terkenal dengan hidangan horog-horognya yang nikmat untuk disantap. 

Kuliner tradisional khas Jepara ini ternyata dijual dengan harga yang bersahabat di kantong. Untuk horog-horog yang berukuran kecil harganya sekitar Rp1.000-Rp5.000 per potongnya.

Sedangkan ukuran dengan potongan seperempat dibanderol Rp8.000 dan Rp30.000 untuk ukuran yang besar. 

Baca Juga: Destinasi 5 Pantai di Jepara yang Bikin Jatuh Hati

Sejarah Horog Horog

Horog-horog memiliki sejarah yang sangat panjang. Konon katanya, makanan ini sudah ada pada masa kolonial Belanda, tepatnya di akhir abad ke-19 karena sulit mendapatkan beras. horog-horog kemudian dijadikan alternatif pengganti nasi. 

Memasuki masa penjajahan Jepang, konsumsi horog-horog juga masih berlanjut. Saat itu, penduduk Jepara dilarang mengonsumsi nasi dan kalangan pribumi harus menyerahkan padi yang dimiliki kepada Jepang.

Sebagai gantinya, masyarakat Jepara mengonsumsi sagu, umbi-umbian, jagung, dan ketela. Ketersediaan pohon aren di Jepara yang sangat melimpah, membuat warga setempat berinisiatif untuk membuat horog-horog dengan bahan baku dari tepung aren.

Seiring berkembangnya zaman, makanan ini juga dikonsumsi oleh para petani dan nelayan saat musim paceklik beras di Jepara.

Kini, di balik kesederhanaan dan manfaatnya, horog-horog menjadi simbol dari identitas Jepara, kearifan lokal masyarakat pesisir utara Jawa, dan kebersamaan. 

(Gambar: mojok.co)

Horog-horog juga menjadi wujud dari solidaritas atas perjuangan hidup masyarakat Jepara di masa penjajahan. Horog-horog bukan sekedar makanan saja, namun menjadi cerminan dari perjalanan panjang antara waktu, budaya, dan rasa.  

Proses Pembuatan Horog-Horog

  • 250 gram tepung sagu aren. 
  • 150 ml air.
  • 1/2 sdt garam. 

Cara membuat:

  1. Larutkan garam dengan air.
  2. Siapkan sagu aren di nampan, lalu cipratkan air garam sedikit demi sedikit dengan jari tangan sambil diaduk sampai membentuk butiran yang lembab dan bergerindil.
  3. Kukus sagu aren selama 20-30 menit hingga mendidih dengan dialasi menggunakan kain dan beri daun pandan.
  4. Setelah sagu aren selesai dikukus, angkat dan pindahkan ke nampan. 
  5. Kemudian, lakukan proses kawul, yaitu sagu aren diurai agar tidak saling menempel sambil diperciki dengan air hingga mendapatkan tekstur yang lembab bergerindil. 
  6. Kukus kembali selama kurang lebih 30 menit.
  7. Setelah matang, segera bungkus menggunakan daun jati atau daun pisang. Tujuannya agar horog-horog tidak kering dan mengeras akibat terkena udara. Jika terlanjur mengeras karena udara suhu ruang, kukus kembali selama ±10 menit untuk mendapatkan tekstur yang kenyal.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Khas Jepara yang Wajib Dicoba

Ragam Perpaduan Horog-Horog 

Selain bisa dikonsumsi secara langsung, horog-horog juga bisa diolah menjadi berbagai sajian kuliner yang lezat. 

  1. Bakso Horog Horog.
  2. Pecel Horog Horog.
  3. Sate Cecek.
  4. Es (Es Campur, Es Kolak, dan Es Teler) Horog Horog.
  5. Soto Horog Horog.
  6. Sate Kikil Horog Horog.
  7. Opor Ayam Kampung Horog Horog.
  8. Sate Kerang Horog Horog.
  9. Nasi Goreng Horog Horog.
  10. Sayur Pecel Horog Horog.
  11. Gulai Horog Horog. 
  12. Rujak Degan Horog Horog. 
  13. Wedang Horog Horog. 
  14. Horog Horog Keju Leleh.
  15. Horog Horog Sambal Matah.
  16. Horog Horog Saus Pedas Kekinian. 

Join saluran WhatsApp Jateng Kita untuk informasi menarik seputar Jawa Tengah, klik di sini!

Exit mobile version