Jatengkita.id – Kalau ngomongin soal camilan lokal yang mudah ditemukan di minimarket, warung, atau bahkan di stadion bola pas lagi nonton bareng, nama Dua Kelinci pasti selalu ada. Brand dengan logo dua ekor kelinci merah dan putih ini ternyata punya cerita panjang. Bagaimana kisahnya? Yuk, kita simak!
Berasal dari Pati
Tahun 1972, sepasang suami istri Ho Sie Ak dan Lauw Bie Giok memulai sebuah bisnis sederhana. Mereka membeli kacang dari petani, lalu mengemas dan menjualnya dengan merek Sari Gurih. Logonya saat itu sudah berupa dua kelinci, tapi namanya belum dipakai.
Pada 1982, bisnis yang semakin berkembang ini resmi mengubah namanya menjadi Dua Kelinci, persis dengan logonya yang ikonik.
Sedangkan, PT Dua Kelinci resmi berdiri pada 1985 oleh generasi selanjutnya, yaitu Ali Arifin dan Hadi Sutiono, anak dari pendiri pertama. Mulai dari situ, produksinya pun digarap lebih serius dengan teknologi pengolahan pangan modern.
Fokus ke Kacang, Lalu Melebar ke Snack Lain
Kacang adalah salah satu bahan yang paling mudah dijumpai di Indonesia, bahkan dunia. Karena itu, kacang sangat dekat dengan lidah kebanyakan orang. Di Indonesia sendiri, masyarakat terbiasa dengan rasa dan olahan kacang, mulai dari bumbu sate, pecel, sampai kue kacang di momen hari raya.

Selain lezat dan mudah dijumpai, kacang juga sehat dan bergizi. Makanan ini dikenal bebas kolestrol, tinggi serat, bervitamin, serta mengandung mineral seperti magnesium yang baik untuk menjaga kesehatan otot dan saraf.
Nggak heran kalau kacang menjadi camilan simpel yang murah dan pas untuk semua momen, mulai dari nonton TV, nonton bola, atau sekadar jadi teman ngopi sore di teras rumah. Dan salah satu merek yang paling digemari tentunya Dua Kelinci.
Dengan kesuksesannya di pasaran, Dua Kelinci sekarang bukan cuma memproduksi kacang, tapi juga snack lain seperti wafer roll, chips, bahkan kuaci. Makin lengkap, deh, pilihan camilan!
Bertahan di Tengah Gempuran Snack Modern
Nggak sedikit brand baru yang bermunculan di pasaran. Tapi, Dua Kelinci tetap laris manis. Hal ini nggak terlepas dari usaha brand ini untuk menjaga kualitas produknya. Mulai dari pemilihan kacang sampai pengolahan, semua menggunakan teknologi canggih dan ditangani ahli teknologi pangan.
Nggak cuma di Indonesia, produk mereka juga diekspor ke Asia, Australia, Afrika, Timur Tengah, Eropa, bahkan sampai Amerika Utara. Kerennya lagi, brand ini sampai jadi sponsor klub sepak bola terkenal Real Madrid!
Kisah Dua Kelinci membuktikan bahwa brand lokal kita bisa bersaing sampai level global. Meski pabriknya sempat mengalami kebakaran pada November 2021 dengan kerugian sekitar dua miliar, brand ini tetap berdiri kokoh dan konsisten dengan kualitas produknya.
Dari kacang yang sederhana, mereka bisa menjadi nama besar yang sekarang jadi teman setia camilan kita. Apa snack Dua Kelinci favoritmu?
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






