Kisah Sukses PB Djarum Kudus, Lahirkan Banyak Atlet Legenda

Kisah Sukses PB Djarum Kudus, Lahirkan Banyak Atlet Legenda
(Gambar : pbdjarum.org)

Jatengkita.id – Sudah sejak lama PB Djarum Kudus dikenal sebagai lokasi pembinaan calon atlet bulutangkis nasional.

PB Djarum Kudus semakin dikenal sebagai rumah para atlet bulutangkis. Pasalnya, sejumlah nama atlet nasional mampu membawa nama baik Indonesia hingga panggung pertandingan internasional.

Tak lepas dari kesuksesan PB Djarum Kudus yang kini kebermanfaatannya semakin meluas, ada kisah bersejarah saat klub ini mulai dibentuk puluhan tahun silam. Dimulai dari kecintaan Budi Hartono (CEO PT Djarum) pada bulutangkis beserta karyawannya. Mereka pada saat itu bermain dan berlatih setiap hari.

Melihat hal tersebut, Budi Hartono berusaha menampung kebiasaan baik karyawannya dengan membentuk organisasi. Sejak saat itu, muncul nama Komunitas Kudus sebagai wadah berlatih dan bermain pemuda-pemudi PT Djarum.

Pada tahun 1969, brak tempat karyawan melinting rokok yang ada di Jalan Bitingan Lama atau sekarang Jalan Lukmonohadi nomor 35 dijadikan tempat berlatih bulutangkis. Tahun 1972, brak itu pun perlahan tidak hanya menjadi tempat latihan karyawan, tapi juga masyarakat sekitar.

Pada tahun 1972 juga, nama Komunitas Kudus pun semakin dikenal berkat prestasi pebulutangkis Liem Swie King. Ia juga berlatih di brak dan berhasil meraih juara tunggal putra Junior di Piala Munadi. Tahun 1974, secara resmi Komunitas Kudus diubah menjadi Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum.

Komunitas ini diketuai oleh Setyo Margono. Berikutnya, pada tahun 1976, PB Djarum Semarang didirikan dan diresmikan. Pada saat yang bersamaan, Liem Swie King mencapai final All England, namun kalah oleh Rudy Hartono.

Sejak saat itulah sejarah lahirnya atlet bulutangkis Indonesia terus berputar hingga banyak prestasi telah terukir. Banyak atlet muda bertalenta lahir dan PB Djarum Kudus semakin besar.

PB Djarum Kudus
Potret PB Djarum Kudus saat malam hari dan kini jadi lokasi pembinaan atlet bulutangkis nasional (Gambar : PB Djarum)

Seputar badminton : Hasil Final Badminton Asia Championship 2025 : China Juara Umum

PB Djarum Kudus Saat Ini

Kini, GOR Djarum yang resmi digunakan pada 27 Mei 2006 menjadi “kawah candradimuka” bagi para atlet binaan PB Djarum Kudus. Pelatihan kini dipusatkan di GOR Djarum yang ada di komplek olahraga seluas 43.207 meter persegi atau di GOR Djarum di kawasan Jati, Kudus.

Komplek ini digunakan untuk atlet tunggal putra maupun putri berlatih. Sementara atlet ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran berlatih di Jakarta. Pemisahan lokasi latihan ini bukan tanpa tujuan. Namun, diharapkan mampu membentuk karakter pemain agar semakin matang pada jalannya masing-masing. 

GOR Djarum yang digunakan saat ini terdiri dari gedung olahraga seluas 4.925 meter persegi dengan 16 lapangan. 12 lapangan di antaranya beralas kayu, sementara 4 lapangan lainnya menggunakan vinil (karet sintesis) yang dilengkapi tribun penonton di kanan kirinya.

Bangunan penunjang lainnya yang ada di kawasan GOR meliputi ruang pertemuan, ruang perkantoran, ruang makan, ruang fitness, ruang fisioterapi, ruang komputer dilengkapi internet, ruang audio visual, dan ruang perpustakaan.

Ada juga asrama seluas 1.834 meter persegi dengan 40 kamar terpisah untuk putra dan putri berkapasitas dua orang. Kemudian, ada juga rumah pelatih seluas 312 meter persegi.

Semua fasilitas yang ada di pusat pelatihan ini membuat PB Djarum menjadi pusat pelatihan bulutangkis terbaik di Asia Tenggara dan berstandar internasional.

Banyak legenda bulutangkis Indonesia yang lahir dari PB Djarum Kudus. Mereka di antaranya adalah Liem Swie King, Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Minarti Timur, Ivana Lie, Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Alan Budi Kusuma, Ardy B. Wiranata, Hariyanto Arbi, dan Sigit Budiarto.

Ada juga Aryono Miranat yang pernah menjadi pelatih ganda putra Indonesia. Di bawah asuhannya bersama Herry IP, ganda putra Indonesia berada di titik puncak kejayaan yang melahirkan banyak rekor.

Kemudian, ada Yuni Kartika yang kini aktif menjadi komentator pertandingan bdaminton di layar televisi. Dan tentunya, yang paling dikenal saat ini adalah Mohamad Ahsan, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan terakhir Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *