Carut-Cemarut Sekolah dalam Teach You a Lesson

Carut-Cemarut Sekolah dalam Teach You a Lesson
(Gambar: soompi.com)

Jatengkita.id –  Drama terbaru Netflix berjudul Teach You A Lesson menjadi sorotan akhir-akhir ini. Series Korea tersebut mengangkat berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan antarsiswa, hingga menurunnya kewibawaan guru dalam menjalankan proses pendidikan.

Drama ini diadaptasi dari webtoon populer Get Schooled dan mulai tayang pada Juni 2026. Teach You A Lesson bercerita tentang dibentuknya Educational Rights Protection Bureau (ERPB) atau Biro Perlindungan Hak Pendidikan.

Tim khusus ini bertugas menangani berbagai persoalan serius di sekolah. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Selain itu, sulitnya guru menegakkan disiplin karena berbagai tekanan dari siswa maupun orang tua.

Tokoh utama, Na Hwa-jin, hadir sebagai inspektur yang menggunakan cara-cara tegas untuk mengembalikan ketertiban di sekolah.

Meski dibalut adegan aksi yang dramatis, Teach You a Lesson sesungguhnya mengajak penonton merenungkan kembali makna pendidikan. Drama ini menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan.

Sekolah adalah ruang untuk membentuk karakter, menanamkan tanggung jawab, dan membangun rasa saling menghormati antara siswa, guru, maupun orang tua.

Isu yang diangkat dalam drama tersebut juga memiliki kemiripan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, kasus perundungan masih menjadi perhatian serius.

Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial turut menghadirkan tantangan baru, seperti cyberbullying, penyebaran ujaran kebencian, hingga menurunnya etika komunikasi di kalangan pelajar.

teach you a lesson
(Gambar: soompi.com)

Guru pun kerap berada dalam posisi sulit ketika harus menegakkan disiplin tanpa melanggar hak-hak peserta didik.

Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Di sisi lain, hubungan antara sekolah dan orang tua juga mengalami perubahan. Tidak sedikit guru yang menghadapi tekanan ketika mengambil tindakan disiplin terhadap siswa. Dalam beberapa kasus, keputusan guru justru dipersoalkan tanpa melalui dialog yang konstruktif.

Kondisi tersebut dapat membuat guru ragu dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik sekaligus pembimbing karakter.

Namun demikian, solusi yang ditampilkan dalam Teach You a Lesson tidak dapat diterapkan secara harfiah di dunia nyata. Pendekatan yang digunakan para tokohnya merupakan bagian dari unsur fiksi dan dramatisasi untuk kepentingan cerita.

Yang lebih penting untuk dipetik adalah pesan bahwa persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh guru seorang diri.

Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan saling menghormati.

Pendidikan karakter menjadi salah satu poin penting yang kembali diingatkan melalui drama ini. Nilai-nilai seperti empati, disiplin, tanggung jawab, dan menghargai orang lain perlu ditanamkan sejak dini.

Hal ini penting agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Guru membutuhkan dukungan dari orang tua agar proses pembentukan karakter dapat berjalan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Follow instagram Jateng Kita untuk konten menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *