Mengenal Afifah Afra, Srikandi Literasi Asal Surakarta

Mengenal Afifah Afra, Srikandi Literasi Asal Surakarta
(Gambar : Instagram)

Jatengkita.id – Pernah dengar nama Afifah Afra? Mungkin terdengar nggak asing buat kamu yang udah lama nongkrong di dunia literasi. Yuk kenalan lebih lanjut sama sosok inspiratif satu ini!

Afifah Afra adalah nama pena nama pena dari seorang perempuan keren bernama Yeni Mulati. Perempuan yang di dunia kepenulisan akrab disapa Afra ini lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Februari 1979. 

Besar di kota kelahirannya, Afra sudah menunjukkan kecintaan pada dunia menulis sejak muda. Di blog resminya, ia mengaku sudah suka membaca sejak kecil. Nggak cuma jadi penulis, Afra juga jadi pemimpin komunitas literasi, pengusaha, dan motivator. Paket lengkap banget!

Yang lebih keren, Afra nggak cuma fokus berkarya buat diri sendiri. Dia aktif berkontribusi di dunia tulis-menulis Indonesia, kadang share tips menulisnya, bahkan menjadikan akun instagramnya @afifahafra79 sebagai media dakwah yang inspiratif. Salut, deh!

Produktivitas Menulis

Kalau sebagian penulis butuh waktu bertahun-tahun untuk nulis satu buku, Afifah Afra agak lain. Sejauh ini, sudah lebih dari 60 buku yang dia tulis. Karyanya pun bervariasi mulai dari cerpen, novel, sampai buku motivasi.

Salah satu karya Afra yang mencuri perhatian adalah tetralogi “De Winst”—empat novel sejarah yang menyuguhkan cerita berlatar masa kolonial. Di situ, kita bisa lihat betapa seriusnya Afra dalam riset sejarah, tapi tetap bisa disampaikan dengan gaya fiksi yang mengalir dan nggak ngebosenin.

Karya lainnya yang juga ikonik adalah “Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman”. Novel ini membahas kisah seorang perempuan Tionghoa saat tragedi Mei 1998. Buku ini membuka mata pembacanya soal luka sejarah dan ketangguhan seorang perempuan.

Ada juga buku “And The Star is Me”. Buku motivasi yang satu ini sempat booming di kalangan anak muda. Isinya ngajak pembaca buat sadar sama potensi diri dan mulai bergerak mengejar mimpi. Pokoknya, dari fiksi sampai motivasi, Afra punya semua!

Baca juga : Mengulik Kisah Sukses Habiburrahman El Shirazy, Novelis Jawa Tengah

Buku Afifah Afra
Tetralogi De Winst (Gambar : Instagram)

Jadi Ketua Forum Lingkar Pena

Kalau kamu pernah ikut komunitas nulis atau denger soal Forum Lingkar Pena (FLP), pasti tahu betapa pentingnya komunitas ini buat dunia literasi Indonesia. Nah, Afifah Afra pernah jadi Ketua Umum FLP Nasional periode 2017–2021.

Artinya, dia juga berkontribusi dalam pengembangan ribuan penulis muda di seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, FLP makin aktif, makin kreatif, dan makin dekat sama anak muda.

Banyak program keren yang diluncurkan selama masa jabatannya, termasuk pelatihan penulisan, penerbitan karya anggota, sampai program literasi berbasis komunitas.

Mendirikan Penerbit Sendiri

Buat sebagian orang, nulis buku aja udah luar biasa. Tapi buat Afra, itu belum cukup. Dia mendirikan Penerbit Indiva Media Kreasi di Solo. Lewat penerbit ini, Afra ingin membuka jalan bagi penulis-penulis muda, terutama perempuan, buat bisa berkarya dan diterbitkan.

Indiva jadi rumah bagi banyak karya berkualitas, mulai dari fiksi anak, remaja, sampai dewasa. Bahkan beberapa buku terbitan Indiva sudah memenangkan penghargaan nasional. Jadi, nggak heran kalau penerbit ini makin dikenal luas.

Gaya Menulis 

Salah satu hal yang bikin karya Afifah Afra dicintai banyak orang adalah gaya nulisnya yang relate dan menyentuh. Afra jago banget memadukan fakta sejarah dan nilai-nilai sosial dengan narasi yang mengalir ringan. Bahkan topik berat pun bisa dibaca dengan nyaman.

Misalnya di tetralogi “De Winst”, kita bisa dapet cerita cinta, konflik politik, perjuangan, dan keindahan bahasa dalam satu paket. Sedangkan di buku motivasi kayak “And The Star is Me”, kita merasa kayak lagi ngobrol sama kakak yang nyemangatin kita dengan cara yang tulus.

Afifah Afra bukan cuma penulis hebat. Dia adalah semangat, perjuangan, dan harapan dalam dunia literasi Indonesia. Perempuan yang hobi mendaki gunung sama keluarganya ini menyentuh banyak hati lewat karyanya. 

Hal ini bisa jadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua, terutama yang suka menulis dan peduli terhadap dunia literasi. Karena seperti yang Afra bilang dalam salah satu bukunya :

“Ada bintang dalam diri Anda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *