Jatengkita.id – Bagi penikmat cerita petualangan sihir Harry Potter, beberapa hal mungkin menjadi bahasan menarik saking tidak terduganya. Sebut saja tikus peliharaan keluarga Weasley ternyata adalah Peter Pettigrew.
Singkatnya, ia adalah seorang animagus dan penjaga rahasia terakhir keberadaan keluarga Potter. Namun, ia mengkhianatinya dan berkamuflase menjadi seekor tikus peliharaan agar para penyihir mengira bahwa ia dibunuh oleh temannya sendiri, Sirius Black.
Nah, berikut ini deretan plot twist di Harry Potter yang bisa mengulik kembali memori petualangan di dunia sihir.
- Profesor Quirrel adalah Inang Voldemort (Harry Potter and The Philosopher’s Stone)
Berpenampilan sebagai orang gagap dan polos. Profesor Quirel menempati posisi sebagai guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam. Namun, di balik keramahannya, ia ternyata membantu Voldemort bangkit dari sekarat.
Ia berperan vital mencuri Philosopher’s Stone agar Voldemort bisa hidup abadi. Profesor Quirrel meminjamkan kepala bagian belakangnya sebagai inang Voldemort.
- Tom Riddle adalah Lord Voldemort (Harry Potter and The Chamber of Secrets)

Di tahun keduanya di Hogwarts, Harry Potter banyak berinteraksi dengan salah satu murid Hogwarts yang hidup 50 tahun yang lalu, Tom Riddle. Mereka berkomunikasi lewat buku harian Tom Riddle yang ternyata dipasang sebagai umpan.
Riddle banyak membantu Harry menguak misteri terbukanya kembali Kamar Rahasia. Namun, informasi yang ia berikan justru hasil modifikasi, bukan fakta sebenarnya. Rentetan periswita akhirnya mengantarkan Harry menuju Kamar Rahasia.
Di sanalah mereka bertemu dan Riddle mengungkapkan bahwa ia adalah Lord Voldemort. Riddle adalah nama asli Voldemort saat ia masih remaja.
- Marauders’s Map (Harry Potter and The Prizoner of Azkaban)

Marauder’s Map adalah salah satu jenis mainan sihir yang dibuat empat sekawan, yaitu Prongs, Padfoot, Moony, dan Wormtail. Nama-nama tersebut adalah nama samaran dari James Potter, Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Selama sekolah, mereka memang dikenal sebagai anak bandel.
Marauder’s Map berisi peta Hogwarts secara lengkap. Bukan hanya tempat, namun peta sihir ini juga memperlihatkan setiap orang lengkap dengan aktivitas yang sedang mereka lakukan. Selain itu, peta ini juga menunjukkan tujuh jalan rahasia yang ada di Hogwarts.
Di tahun ketiga, Harry mendapatkannya dari Si Kembar Fred-George Weasley. Harry juga secara tidak sengaja menemukan nama Peter Pettigrew yang dianggap sudah meninggal. Saat ia mencoba membuktikan kebenaran peta itu, Harry justru tertangkap basah oleh Severus Snape.
Ia terpaksa menyerahkannya. Namun, Snape tidak bisa membaca isi peta karena ada semacam password agar peta itu mengungkapkan isinya. Di saat yang bersamaan, munculah Lupin yang saat itu merupakan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam.
Snape langsung memintanya untuk menunjukkan isi peta. Namun, Lupin hanya menunjukkan prolognya. Rupanya, ia sendiri terkejut bahwa Marauder’s Map yang ia buat bersama ketiga teman lainnya masih ada dan digunakan. Menariknya lagi, penggunanya sekarang adalah generasi Potter.
Di buku ketujuh Harry Potter, peta ini digunakan Ron dan Hermione untuk memantau posisi Harry Potter saat proses mencari horcrux di dalam kastil Hogwarts.
- Mad-Eye Moody adalah Barty Crouch Jr (Harry Potter and The Goblet of Fire)
Barty Crouch Jr adalah anak dari Menteri Sihir saat itu, Bartemius Crouch. Ia diketahui sebagai bagian dari Death Eaters yang karenanya dijebloskan ayahnya sendiri ke penjara Azkaban. Publik menganggapnya sudah mati, namun ternyata masih hidup.
Ia bertransformasi menjadi Profesor Moody dengan meminum ramuan polyjuice dari tempat penyimpanan Snape. Profesor Moody atau biasa disebut Mad-Eye Moody adalah seorang Auror yang di tahun ini menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam.
- Neville Longbottom (Harry Potter and The Order of The Phoenix)
Tahukah kamu bahwa musuh Voldemort sebenarnya bisa jadi bukan Harry Potter? Dalam ramalan yang dibuat Profesor Trelawney, ada dua kemungkinan anak yang ditakutkan Voldemort. Ya. Selain Harry Potter, ada Neville Longbottom yang juga lahir di akhir bulan Juli dan dari keluarga yang tiga kali melawan Voldemort.
Namun, ia hanya mendengarkan ramalan bagian akhir dan memilih Harry sebagai lawannya.
- Kematian Dumbledore yang Direncanakan (Harry Potter and The Half-Blood Prince)

Episode ini tentu menjadi plot yang mengejutkan. Siapa yang menyangka bahwa kematian Dumbledore telah ia rencanakan sendiri dan mempercayai Snape sebagai eksekutornya? Mengapa?
Dumbledore diketahui telah lama mencari dan mengumpulkan Horcrux Voldemort. Dalam prosesnya, ia tak sengaja terpapar kutukan dari Horcrux yang membuatnya tak bisa lama bertahan hidup. Snape, sebagai orang yang sangat ia percayai, memintanya untuk membunuhnya di waktu yang ia tentukan.
Dalam bukunya, disebutkan bahwa alasan Dumbledore mempercayai Snape adalah penyesalan atas perbuatannya di masa lalu. Snape bertekad menebusnya dan menunjukkannya dengan kepatuhan terhadap Dumbledore.
- Harry Memliki Tongkat yang Sama dengan Voldemort (Harry Potter and The Deathly Hollows)
Ilmu pertongkat sihiran adalah ilmu yang rumit. Begitulah penjelasan dalam buku ketujuh Harry Potter. Di sini disebutkan alasan mengapa tongkat Harry dan Voldemort selalu ada semacam reaksi ketika keduanya bertemu.
Sihir yang dilontarkan Voldemort seolah berbalik melawannya. Alasannya adalah kedua tongkat tersebut terbuat dari inti yang sama, yaitu bulu Phoenix. Ketika kedua tongkat ini bertemu, terkesan seperti pertemuan dua saudara. Keduanya tidak bisa saling melukai.
- Perasaan Cinta Severus Snape ke Lily Potter (Harry Potter and The Deathly Hollows)

Cinta seumur hidup Snape kepada Lily Potter adalah alasan bahwa mengapa Snape selalu melindungi Harry selama di Hogwarts. Caranya melindungi Harry memang cukup istimewa. Ia menunjukkan penyesalan.
Karena cintanya, patronus Snape hingga akhir hidupnya berbentuk rusa betina, yang merupakan patronus Lily Potter.
- Harry adalah Horcrux (Harry Potter and The Deathly Hollows)
Harry Potter adalah Horcrux yang tak pernah sengaja dibuat Voldemort. Ia baru memahaminya di akhir mengapa ia dan Harry banyak persamaan, seperti bisa berbahasa ular (parseltongue).
Rupanya, saat Voldemort mencoba membunuh Harry, ada sebagian kekuatannya yang ditransfer, sehingga Harry bisa memiliki kemampuan yang sama.
- Harry Bertahan Hidup (Harry Potter and The Deathly Hollows)

Setelah Harry membiarkan Voldemort membunuhnya (dalam buku ketujuh), Harry ternyata masih hidup. Alasannya adalah jiwa yang dibunuh Voldemort adalah jiwa Horcruxnya, sehingga Harry masih memiliki satu nyawa.
Menggantungkan harap pada Harry, Narcissa memilih bersaksi atas kematian Harry. Ia lalu menanyakan bagaimana kondisi Malfoy dan harry menjawab kondisinya aman. Hagrid yangg menjadi tawanan di sana, berteriak histeris tak percaya.
Hingga akhirnya, saat jasadnya dipamerkan pada orang, Harry tiba-tiba bergerak dan langsung memberikan perlawanan. Voldemort mengetahui hal ini tentu sangat syok. Ia marah dan merapalkan mantra secara membabi buta.
Itulah 10 plot twist dalam Harry Potter. Mana menurutmu yang paling menarik atau justru kamu memliki versi lainnya? Tulis di kolom komentar, ya.
Baca juga: Harry Potter Resmi Open Casting untuk Series HBO Mendatang





